
TING TONG
Suara bel berbunyi menandakan ada orang yang bertamu.
"Biar aku bukain dulu ya," ucap Neisha langsung pergi meninggalkan meja makan.
Saat dia membuka pintu, berapa terkejutnya dia dengan siapa yang datang.
"Me.... Meri!" seru Neisha.
Kalau kalian lupa, Meri adalah bodyguard Neisha dulu sebelum dia pergi meninggalkan Elard.
"Selamat pagi, nyonya." balas Meri dengan membungkuk badannya hormat.
"Mulai sekarang Meri akan kembali bekerja sama kamu sayang," sahut Elard yang tiba-tiba sudah berada di belakang nya sambil menggendong Arsha.
"A... apa?!" ucap Neisha dengan cengo sekali.
"Meri kamu tunggu di ruangan depan saja," ucap Elard.
"Baik tuan, mari tuan, nyonya, tuan muda." pamit Meri memanggil Arsha dengan panggilan tuan muda.
Setelah kepergian Meri, Neisha pun melihat tajam ke arah sang suami yang sangat tidak terduga sekali.
"Kenapa suruh Meri kerja lagi?" tanya Neisha karena menurutnya dia tidak memerlukan adanya bodyguard di sampingnya.
"Sudah patuhi saja sayang, ini semua aku lakukan demi keselamatan kamu." jawab Elard dengan serius nya.
Tidak ingin berdebat panjang akhirnya Neisha pun tidak bisa melakukan apapun selain mematuhi kehendak suaminya.
Setelah itu Elard pun pamit untuk ke kantor sehingga sekarang hanya ada Neisha dan Arsha saja.
"Sayang kita panggil aunty Meri ya ke sini," ucap Neisha sambil menggendong sang anak menuju ke ruang tengah.
Neisha langsung memencet tombol yang memang sudah Elard sediakan untuk dirinya kalau butuh bodyguard atau yang lainnya.
Tak lama pintu pun terbuka dan menampakkan Meri yang menghampiri dirinya.
"Iya, nyonya. Ada apa?" raya Meri.
"Mer, kamu duduk dulu di sini ya. Aku bosen banget kalau cuma berdua aja sama Arsha," ucap Neisha memohon.
"Ta... tapi nyonya, saya takut jika tuan melihat saya malah bersantai santai di sini," ucap Meri.
"Enggak akan, kamu tenang aja ya. Nanti aku bakalan bilang kok saya kak El," ucap Neisha.
__ADS_1
Mau tak mau Meri pun akhirnya menemani Neisha dan Arsha di ruang keluarga, Neisha bercerita banyak hal kepada Meri dan Meri dengan setia mendengarkan bahkan sesekali menimpali ucapan istri majikannya itu.
Mereka sudah seperti saudara yang lama tak bertemu sehingga banyak sekali obrolan yang mereka bicarakan.
Sedangkan Arsha asik main sendiri namun dengan pengawasan Neisha pastinya, duduk di karpet tebal dengan Neisha dan Meri juga yang ikut duduk di bawah.
Tak lama ada suara bel berbunyi menandakan ada orang datang, Meri pun dengan sigap membukakan pintu tersebut untuk melihat siapa yang datang.
CEKLEK
Pintu terbuka dan membuat Meri diam membisu, dia tidak tahu harus bereaksi bagaimana.
"Nyo.... nyonya besar," sapa Meri dengan hormat.
Yap mommy Sheila yang memutuskan datang ke apartemen sang anak karena sangat rindu bertemu dengan Elard yang beberapa waktu ini tidak pernah pulang membuat mommy Sheila khawatir.
Mommy Sheila sengaja datang saat Elard berangkat kerja karena beliau membawa beberapa lauk yang baru saja selesai di bikin.
Namun yang beliau lihat malah adanya bodyguard yang dulu sering mengawal sang menantu keluar dari apartemen sang anak membuat mommy Sheila mengerenyitkan dahinya bingung.
Meri ingin menghalangi nyonya besarnya untuk masuk, tapi dia juga takut jika harus menolak ibu dari tuannya itu masuk.
"Meri, kenapa kamu ke sini? Bukankah Elard seharusnya sudah bekerja," sahut mommy Sheila kebingungan karena adanya Meri di apartemen sang anak.
Karena setahunya Meri sudah cukup lama tak bekerja untuk menjadi bodyguard Elard setelah menantunya pergi dan biasanya akan ada di markas, namun ini malah berada di apartemen sang anak.
Namun tiba-tiba saja dari arah belakang terdengar suara bertanya kepada Meri tentang siapa yang datang yang ternyata adalah Neisha.
"Siapa mer?" tanya Neisha keluar dari arah samping.
Seketika baik Neisha dan mommy Sheila terpaku, terdiam sesaat seperti ada yang menghentikan mesin waktu nya.
"Mom... mommy," ucap Neisha sangat kaku sekali, dia sungguh-sungguh tidak menyangka bahwa akan bertemu dengan ibu mertuanya terlalu cepat seperti ini.
"Ne... Neisha, mantu mommy!" seru mommy Sheila langsung berlari berhamburan ke pelukan sang menantu yang sangat sangat dia rindukan sekali.
Sedangkan Neisha yang mendapat pelukan mendadak itu pun langsung mati kutu tidak tahu harus bereaksi seperti apa, bahkan dia tidak membalas pelukan dari mommy Sheila.
Meri yang melihat pun ada sedikit rasa senang namun juga takut karena di lihat dari raut nyonya nya itu yang susah untuk di tebak.
"Sayang, bagaimana kamu bisa ada di sini? Sejak kapan kamu di sini? Elard tau kamu ada di sini?" tanya mommy Sheila bertubi-tubi setelah melepaskan pelukannya dari Neisha.
Neisha hanya diam saja tak menjawab karena dia terlalu terkejut dengan kehadiran mommy Sheila di apartemen Elard, dia tidak menyangka kalau akan secepat ini bertemu dengan mertua nya.
"Bundaaa!" rengek Arsha dari ruang keluarga karena terlalu lama bunda nya meninggalkannya.
__ADS_1
Kebetulan sekali ruang keluarga langsung terlihat dari pintu utama sehingga saat Arsha memanggil Neisha tadi mommy Sheila pun ikut melihat ke arah sumber suara dan menampakkan seorang bocah tampan yang muka nya persis sekali dengan wajah sang anak saat kecil dulu.
"I.... ini siapa sayang?" tanya mommy Sheila dengan tubuh bergetar hebat melihat cetakan sang anak yang sama persis ini.
Neisha pun hanya bisa menghela nafasnya panjang, mungkin ini sudah waktu nya memberitahukan yang sebenarnya kepada keluarga sang suami.
"Dia Arsha mom anak Neisha," ucap Neisha membuat mommy Sheila membeku di tempat.
"Apakah dia cucu ku?" tanya mommy Sheila melihat ke arah Neisha dengan begitu penuh harapan.
"I... iya mom," balas Neisha pelan namun masih di dengar oleh mommy Sheila.
"Cucu aku!" sahut mommy Sheila yang langsung berlari ke arah Arsha dan memeluk bocah yang tampak bingung itu.
Mommy Sheila menangis sejadi-jadinya di pelukan Arsha.
"Nenek ciapa?" tanya Arsha dalam kebingungannya.
Mommy Sheila pun melepaskan pelukannya dan melihat lekat wajah bocah tampan itu yang memang cetakan Elard sekali.
"Halo sayang, nama kamu siapa?" tanya mommy Sheila.
"Halo tante, aku alcha." balas Arsha dengan senang nya.
"Alcha?" tanya mommy Sheila.
"Arsha, mom." balas Neisha membenarkan pengucapan sang anak.
"Oh Arsha, halo Arsha sayang perkenalkan nama oma Sheila, Oma nya Arsha." ucap mommy Sheila dengan wajah senangnya hingga air mata berlinang saat mengatakan bahwa beliau adalah Oma nya.
"Oma?" tanya Arsha tidak percaya.
"Iya sayang," balas mommy Sheila.
Sedangkan Arsha langsung melihat ke arah sang bunda yang berdiri di belakang mommy Sheila.
Neisha yang sudah dengan air mata yang berada di pelupuk mata pun langsung menganggukkan kepalanya mengiyakan bahwa mommy Sheila adalah Oma sang anak.
Mendapat jawaban dari sang bunda Arsha pun langsung memeluk erat tubuh Oma nya itu yang sudah sangat dia rindukan, dia sangat ingin punya seorang Oma dan opa.
Dia sangat iri dengan anak anak di kampungnya dulu yang sangat di manja oleh kakek dan nenek nya.
.
.
__ADS_1
TBC