Menjadi Istri Mafia Kejam

Menjadi Istri Mafia Kejam
BAB 68_Menjelaskan Ke Mikaila


__ADS_3

"Maafkan aku mik," ucap Neisha merasa bersalah.


"Aku marah sama kamu dan mung..." ucapan mikaila terhenti saat dia mendengar suara dan melihat bocah kecil yang berlari ke arah Neisha dan memanggil Neisha dengan panggilan bunda.


"Bundaaaa!" pekik bocah tersebut.


"Sayang, udah selesai mainnya?" tanya Neisha seperti lupa bahwa ada mikaila di depannya.


"Cudah bunda." balas Arsha wajah sumringah nya karena merasa senang sekali.


Sedangkan mikaila malah mematung di tempat, dia melihat bocah kecil itu yang terlihat sama persis seperti sang kakak waktu kecil.


"Bunda ini ciapa?" tanya Arsha yang baru sadar ada orang lain di depan sang bunda.


Mendengar pertanyaan sang anak membuat Neisha tersadar bahwa mikaila sedang berada di depannya.


Neisha langsung membawa Arsha kebelakang tubuhnya, menghindari mikaila yang ternyata dari tadi melihat sang anak.


"Maaf mik, aku pergi dulu." pamit Neisha namun langsung di tahan oleh mikaila.


"Kemana? Gak! kamu gak boleh pergi sebelum kamu jelaskan semuanya ke aku." tutur mikaila.


"Jelaskan apa? Sepertinya gak ada yang perlu di jelaskan mik," ucap Neisha dengan tegas.


"Siapa anak ini?" tanya mikaila membuat Neisha merasa bergetar hebat.


Sedangkan para Riko dan Doni tidak datang ke sana karena Neisha memberikan isyarat untuk tak datang karena ini adalah urusannya dengan mikaila.


"Maaf mik, aku harus pergi." seru Neisha.


"Neisha! Apakah ini anak kak Elard? Aku sedang bertanya sama kamu, kalau kamu gak jawab jangan salahkan aku kalau mommy sama daddy tahu akan hal ini, bisa saja nanti mereka akan membawa anak itu karena itu adalah cucu mereka!" ucap Mikaila lebih tepatnya seperti ancaman.


Neisha yang mendengarkan hal tersebut pun tidak punya pilihan lain untuk tak memberitahukan kepada mikaila karena dia lebih sayang sang anak dan tidak ingin berpisah dengan anaknya.


"Jangan mik! Aku akan menjelaskan semuanya tapi aku mohon jangan bilang ke mommy Sheila dan daddy Brian." pinta Neisha.


"Baik." balas mikaila singkat.


Setelah itu Neisha dan mikaila beserta Arsha menuju ke sebuah cafe yang tak jauh dari sana, mikaila terus saja melihat ke arah bocah kecil itu, entah kenapa hatinya merasa sangat sejuk melihatnya.


Sungguh-sungguh sangat mirip dengan Elard sang kakak, rasanya mikaila tidak pernah menyangka bahwa hari ini tiba, di mana dia menjadi seorang tante.


"Mik, kenalin ini anak aku Arsha. Dan sayang kenalin ini tante mikaila," sahut Neisha memperkenalkan satu sama lain.


"Halo adik kecil, kenalin aku mikaila." ucap mikaila dengan senyuman.


"Halo ante, aku alcha." balas bocah itu dengan gembiranya.


"Sayang, sama om Riko dan om Doni dulu ya. Bunda mau ngomong sama tante mikaila," ucap Neisha.


Arsha pun menurutinya dan menuju ke meja seberang di mana Riko dan Doni juga duduk mengawasi Neisha dan mikaila.


Setelah Arsha pergi baru lah di meja tersebut hanya ada mereka berdua, mereka tampak diam tanpa berbicara sama sekali.

__ADS_1


"Mik, maafkan aku. Aku akan menjelaskan semuanya ke kamu," ucap Neisha berbicara untuk pertama kali dengan air mata sudah sudah tertumpu di pelupuk mata, sekuat tenang Neisha menahannya.


"Kamu selama ini kemana mik? Kak Elard terus mencari kamu, dan juga tadi anak siapa? Kenapa mukanya mirip banget sama kak El?!" tanya mikaila yang sudah sangat penasaran.


"Maafkan aku mik, aku selama ini meninggalkan ibu kota dan hidup damai di kota lain bersama teman ku danuntuk anak itu di... dia anak aku." ucap Neisha gugup.


"Kak El bukan ayahnya?" tebak mikaila.


Neisha pun hanya bisa menganggukkan kepalanya saja, tidak ada gunanya sudah menutupi semua ini karena lambat laun pasti akan terbongkar.


"Terus apakah kak El tahu akan hal ini?" tanya mikaila dan Neisha hanya bisa mengangguk lagi.


"Iya."


"Apa! Jadi selama ini kak Elard udah tahu tapi gak ngasih tahu ke keluarganya!" ucap mikaila dengan sedikit meninggikan nada bicaranya.


"Aku harus kasih tahu mommy sama daddy," ucap mikaila sambil mengambil hpnya di tas mahalnya.


"Mik, aku mohon jangan beritahu mommy sama daddy dulu karena itu bukan seperti yang kamu pikirkan mik, kak Elard baru aja menemukanku beberapa hari ini, dan untuk Arsha aku sendiri yang meminta kak El untuk tak memberitahukan kepada kalian, karena aku belum siap mik." sahut Neisha memberikan pengertian kepada sahabatnya itu.


Mikaila pun mengurungkan niatnya untuk menelepon mommy nya dan menaruh hpnya di meja dan ingin menjelaskan semuanya langsung dari sang sahabat.


"Tapi nei, hal kayak gini gak mungkin bisa di sembunyiin dalam waktu yang lama." seru mikaila.


"Iya, mik. Aku tahu, tapi aku mohon kasih aku waktu, jika sudah siap aku pasti bakalan kasih tahu mommy Sheila dan daddy Brian." ucap Neisha.


Akhirnya mau tak mau mikaila pun mengiyakan dan ikut merahasiakan ini semua dari orang tuanya.


"Di apartemen kak Elard," jawab Neisha.


"Astaga, bisa bisanya aku tidak tahu hal ini. Pantas saja selama beberapa hari ini kak El jarang banget pulang." ucap mikaila.


"Maaf mik," ucap Neisha lagi.


"Iya, gak papa kok." sahut mikaila.


"Kamu udah gak marah lagi sama aku?" tanya Neisha dengan gugupnya.


"Enggak lah, kenapa juga aku marah sama kakak ipar aku yang cantik ini. Apa lagi dateng dateng bawa anak ganteng lagi," ucap mikaila menghampiri bangku di samping Neisha dan memeluknya.


Mereka saling berpelukan cukup lama, Neisha menumpahkan semua tangisan nya yang sudah sangat sesak di dadanya.


Setelah itu mereka pun mengobrolkan banyak hal, mulai dari pekerjaan Neisha dan kehidupan Neisha beberapa tahun ini hingga tentang usaha mikaila yang berkembang pesat.


Setelah berbincang mikaila pun ngotot ingin ikut Neisha kembali ke apartemen sang kakak, namun sayang dia harus segera pulang karena dari tadi mommynya terus saja meneleponnya.


"Ya udah aku pulang dulu ya nei, aku bakalan sering mampir ke apartemen ya dan jangan lupa kabari aku loh ya!" seru mikaila.


"Anak ganteng, tante balik dulu ya. Kapan kapan kita bakalan ketemu lagi jadi inget muka tante ya ganteng. Aduh persis banget sih sama papa nya!" ucap mikaila gemas dengan wajah tampan Arsha, kemudian pergi meninggalkan Neisha dan juga Arsha.


"Ya udah sayang, sekarang kita pulang yuk." ajak Neisha.


Mereka pun memutuskan untuk kembali ke apartemen karena sudah sore juga dan takutnya jika nanti Elard pulang duluan dari pada mereka.

__ADS_1


Sampai di apartemen benar saja Neisha melihat ada mobil Elard di parkiran, dengan gupuh dia pun naik menggunakan lift kemudian segera masuk ke dalam apartemen.


"Dari mana aja?" tanya Elard yang sudah duduk di sofa ruang tamu dengan pakaian santainya.


"Habis dari taman, kalau gitu aku bersih-bersih dulu kak." ucap Neisha dan di angguki oleh Elard.


Dia menuju ke kamar atas dengan sang anak, setelah itu membersihkan tubuhnya dan juga Arsha.


Elard sendiri tahu tentang pertemuan antara istri dan adik nya, namun dia hanya diam saja menunggu sang istri sendiri yang mengatakannya.


Setelah sudah lebih segar, Neisha pun mengajak Arsha untuk turun ke bawah di mana di sana ada yang suami yang masih stay di tempatnya.


"Om Elad!" pekik Arsha menghampiri Elard dengan memeluk erat sang papa.


Neisha menyiapkan makan malam, setelah siap mereka pun makan malam dengan tenang.


Malam hari pun tiba, Arsha pun masuk ke kamar atas untuk tidur. Setelah Arsha tidur Neisha pun turun ke bawah di mana sang suami berada di ruang keluarga.


"Kak," panggil Neisha.


Elard yang awalnya fokus dengan laptopnya pun mengalihkan pandangannya ke arah sang istri.


"Ada apa sayang? Sini duduk," ucap Elard menyuruh sang istri duduk di sampingnya.


Setelah sang istri berada di sampingnya, Elard pun membelai lembut rambut panjang terurai milik sang istri yang begitu harumnya.


"Kak," panggil Neisha.


"Ada apa sayang?"


Neisha merasa gugup sekali memberitahukan tentang pertemuannya yang tak sengaja dengan mikaila tadi.


"Aku.... aku tadi gak sengaja ketemu mikaila," ucap Neisha.


"Terus?"


"Aku tadi berbincang-bincang sebentar dengan dirinya, aku rasanya takut sekali kak. Bagiamana nanti kalau mommy Sheila sama daddy Brian mengetahuinya dan mau mengambil Arsha," ujar Neisha dengan air mata yang sudah akan keluar.


Kalau membahas soal sang anak memang selalu membuat Neisha merasa sedih.


"Sayang, gak usah mikir gitu. Mommy sama daddy pasti terima kamu kok," ujar Elard membawa sang aktris kepelukannya.


"Kalau kamu belum siap untuk bertemu dengan mereka gak usah di paksa, sesiapnya kamu aja aku pasti bakalan dukung apapun keputusan kamu." ucap Elard.


Neisha merasa bersyukur karena mempunyai suami yang sangat mendukung nya sekali dalam banyak hal.


"Makasih kak," tutur Neisha kemudian memeluk sang suami dengan erat.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2