
Sekarang mommy Sheila memangku cucu kesayangan nya dengan senang, bahkan mengajak Arsha berbicara banyak hal walaupun arah membicarakan mereka tidak jelas.
Neisha hanya bisa diam saja duduk di depan mommy Sheila dan Arsha, mereka berdua sangat seru berbicara hingga seperti lupa akan ada Neisha di sana.
Tak lama pintu terbuka dan menampakkan pria dewasa yang sangat di hormati oleh semua orang, siapa lagi kalau bukan daddy Brian.
Mommy Sheila datang bersama dengan daddy Brian, tetapi daddy Brian sedang berbicara dengan anak buah di bawah sehingga mommy Sheila memutuskan untuk naik terlebih dahulu tadi.
Sama hal nya dengan mommy Sheila, saat Daddy Brian masuk ke dalam apartemen yang pertama dia lihat adalah keberadaan sang menantu yang sudah lama tidak dia temui dan keberadaan bocah kecil yang berada di pangkuan sang istri.
Wajah yang sama persis seperti cetakan sang anak sangatlah menarik perhatian daddy Brian.
"Dad," sapa Neisha dengan pelan namun terlihat jelas raut wajah ketakutannya karena aura daddy Brian yang sangat mendominasi.
"Ne... Neisha," sahut daddy Brian yang sangat terkejut.
"Kenapa kamu bisa ada di sini? dan mommy itu anak siapa?" tanya daddy Brian yang sudah berada di samping sang istri.
"Ini anak Elard dad, cucu kita!" ucap mommy Sheila yang sangat semangat sekali.
"APA!" sahut daddy Brian lantang membuat Neisha semakin menunduk tidak berani melihat.
🥕🥕🥕
Di sisi lain Meri berada di luar apartemen langsung menghubungi tuannya untuk menggambarkan kondisi dan situasi terkini di apartemen yang menurutnya sangat menegangkan.
Elard yang sedang melakukan rapat pun terganggu karena nada dering telepon nya berbunyi.
Para karyawan yang ikut dalam rapat ini pun hanya bisa diam tidak berani untuk menegur atau tidak karena sekali mereka menegur maka kelar sudah hidup mereka.
[Halo, ada apa?]
[Tuan, sekarang nyonya Sheila dan tuan Brian berada di apartemen dan sedang bersama dengan nyonya Neisha.]
[APA!] pekik Elard membuat semua orang di ruang rapat terkejut bukan main karena ini adalah kali pertama tuannya berteriak seperti itu di ruang rapat selain marah dengan kerja karyawan.
[****!] seru Elard setelah menutup telepon tersebut kemudian pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.
Jimi yang melihat tingkah tuannya pun mau tak mau yang membubarkan rapat ini.
"Rapat kita tunda dulu, kalian boleh kembali ke ruangan masing-masing lakukan pekerjaan kalian." ucap Jimi kemudian mengikuti langkah Elard menuju ke parkiran.
Jimi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena Elard yang memintanya.
__ADS_1
Sampai di apartemen Elard langsung menuju ke lantai rumahnya, sampai di sana dia langsung membuka pintu dan masuk ke dalam.
"Sayang!" ucap Elard saat baru saja masuk.
Naas di sana sudah ada mommy Sheila dan daddy Brian yang duduk dengan di depannya ada sang istri.
Untuk Arsha sendiri sedang bermain dengan mommy Sheila di pangkuannya.
"Kak El," lirih Neisha.
"Kebetulan sekali kamu datang, daddy sama mommy minta penjelasan dari kalian berdua." tegas daddy Brian.
Elard menghampiri sang istri dan duduk di samping Neisha sambil menggenggam erat tangan sang istri.
"Kamu gak papa?" tanya Elard merasa khawatir.
"Sayang kamu sama Meri dulu ya," sahut mommy Sheila meminta sang anak untuk ikut dengan Meri.
Arsha pun menuruti saja dan menuju ke Meri yang berada di ambang pintu, setelah di rasa Arsha sudah tidak ada di dalam apartemen mommy Sheila dan daddy Brian pun menatap anak dan menantunya itu dengan tatapan tajam seperti meminta penjelasan.
"Sekarang kalian jelaskan semuanya." tegas daddy Brian dengan raut wajah tegasnya.
Entah dorongan dari mana, Neisha langsung berlutut di depan kedua mertuanya itu menyesali semua yang sudah dia perbuat dengan memisahkan anak nya dengan semua orang.
"Maafin Neisha mom, dad. Neisha salah," tutur Neisha dengan berlutut di hadapan mertua nya itu dengan air mata yang sudah banjir memenuhi pipi nya.
Elard pun ikut berlutut meminta maaf karena sudah merahasiakan bahwa dirinya sudah bertemu dengan Neisha.
Mommy Sheila sudah banjir pula dengan air mata tak kuat melihat sang menantu yang menangis meminta maaf.
"Sayang, berdiri yuk." ajak mommy Sheila memegang tangan sang menantu.
"Mommy," ucap Neisha pelan sambil melihat wajah yang sudah lama tak dia lihat.
"Duduk di kursi aja ya jangan di bawah," seru mommy Sheila dengan lembutnya.
Setelah itu Neisha dan Elard pun duduk di kursi semula berhadapan dengan mommy Sheila dan juga daddy Brian.
Elard pun menjelaskan semuanya mulai dari awal-awal sang istri pergi meninggalkan nya hingga kejadian beberapa hari lalu saat dia bertemu dengan sang istri di kota A tak luput dari cerita Elard.
Dia ingin menjelaskan semuanya agar mommy dan daddy nya tidak salah paham bagaimana sang istri bisa kembali ke sisi nya.
Setelah Elard bercerita mommy Sheila merasa senang karena sang menantu sudah kembali ke pelukan sang anak.
__ADS_1
"Sekarang kamu ceritakan semuanya tentang hidup kamu setelah pergi dari mansion," tutur daddy Brian dengan tegas.
"Dad!" sahut Elard dan mommy Sheila bersama-sama karena menurut mereka ini bukan waktu yang tepat untuk meminta kejelasan dari Neisha.
Pasti hidup Neisha selama ini berarti, untuk kembali mengingat masa-masa kelam nya bukan lah hal yang mudah.
Namun Neisha tidak keberatan untuk menceritakan semuanya, dia menceritakan tentnga kondisinya saat pergi dari mansion.
Dia juga menceritakan tentang kehamilannya yang masih sangat mudah itu, hingga saat dia melahirkan dan kesusahan yang dia alami selama hidup berdua dengan sangat anak.
Mommy Sheila sudah menangis mendengar cerita Neisha, Neisha terus menceritakan hingga akhirnya dia bertemu dengan Elard kembali dengan berderai air mata.
"Maafkan mommy ya sayang," ucap mommy Sheila menghampiri sang menantu dan memeluknya setelah Neisha selesai bercerita.
Setelah itu melepaskan pelukannya dan kembali ke samping sang suami.
"Daddy sungguh merasa kecewa sama kalian berdua yang sudah menyembunyikan semua ini tapi daddy sangat merasa malu setelah kamu bercerita semuanya Neisha. Buat kamu Neisha, maafkan anak daddy yang sudah memperlakukan kamu seperti itu," ucap daddy Brian merasa kecewa namun juga merasa malu terhadap Neisha karena sang anak sudah menyakitkan hati menantunya itu.
"Neisha yang seharusnya minta maaf dad," ucap Neisha.
"Kalau kamu memang ingin pisah dari anak daddy, daddy terima sayang." ucap daddy Brian seperti ingin memancing bagaimana reaksi sang anak.
"Daddy!" seru mommy Sheila dan Elard secara bersamaan.
"Sabar sabar, daddy hanya mengatakan apa adanya tetapi semua keputusan berada di tangan Neisha." ucap daddy Brian.
Semua orang pun melihat ke arah Neisha penuh harap, semoga pilihan Neisha kali ini tidak mengecewakan.
"Sayang," lirih Elard menggenggam tangan sang istri yang hanya diam saja setelah daddy Brian mengatakan hal tersebut membuat Elard merasa khawatir.
"Neisha akan bersama dengan kak El lagi dad, Neisha gak mungkin pisahin Arsha lagi dengan papa nya." ucap Neisha dengan suara bergetar.
Setelah itu Elard langsung memeluk sang istri agar tidak merasa tertekan lagi, mengingat ketakutan sang istri selama ini membuat Neisha sangat rapuh.
Mommy Sheila dan daddy Brian merasa senang dengan jawaban sang menantu yang memang sangat dia harapkan itu.
"Kalau begitu lebih baik sekarang kalian pindah ke mansion keluarga Ardolph saja," seru Daddy Brian.
"Tapi dad..." ucap Elard terpotong karena tita sang daddy.
"Gak ada tapi tapian, mulai besok kalian sudah harus pindah." tekan daddy Brian dengan wajah tegasnya kemudian memeluk sang menantu karena jujur beliau sangat senang dengan kedatangan sang menantu kembali ke dalam keluarga Ardolph.
.
__ADS_1
.
TBC