
Pagi harinya Neisha bangun dan langsung melihat wajah sang suami yang begitu dia rindukan.
Entah keberanian dari mana dia membelai wajah tampan dan damai sang suami, entah Neisha tidak yakin apakah dia bisa melihat wajah tampan ini setiap hari.
Neisha merasa sudah jatuh cinta kepada sang suami, walaupun dengan sikap dan watak sang suami namun Neisha malah terjerat pesona yang memikat dari sang suami.
Tidak ingin kehilangan namun dia sadar bahwa dia adalah hanya seorang istri yang tak di anggap, menjadi seorang istri secara dadakan karena sebuah insiden.
Dengan keberanian Neisha mencium pipi sang suami setelah itu dia beranjak dari kasur untuk ke kamar mandi, namun baru saja akan bergerak Elard langsung menariknya kembali ke pelukannya.
"Ka.... kak El udah bangun," ucap Neisha terbata bata merasa malu karena perbuatannya tadi otomatis di ketahui oleh sang suami.
"Hm." balas Elard singkat masih dengan mata terpejam.
Lima menit, sepuluh menit, Neisha menunggu namun tidak ada pergerakan dari sang suami, dia pun melepaskan pelukan sang suami dengan pelan agar tidak membangunkannya.
"Mau ke mana?" tanya Elard saat merasakan ada pergerakan dari sang istri.
"Aku mau ke kamar mandi kak," ucap Neisha.
Elard langsung melepaskan pelukannya, dia merutuki kebodohannya sendiri dengan memeluk sang istri, bahkan dia tadi sempat ketiduran hanya karena memeluk sang istri.
Setelah selesai urusannya di kamar mandi dia pun menuju ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk sang suami, sedangkan Elard membersihkan dirinya.
Elard turun ke bawah dan melihat sang istri sudah berada di meja makan.
"Kau sudah baikan?" tanya Elard.
"Iya kak." balas Neisha dengan senyum di wajahnya.
Mereka berdua sarapan dengan khidmat, setelah sarapan Neisha ingin memberitahukan tentang acara wisudanya.
"Kak," panggil Neisha saat mereka selesai sarapan.
"Hm."
"Aku dua minggu lagi mau wisuda, kak El dateng kan?" tanya Neisha, dia sangat berharap semoga sang suami bisa datang di acara wisudanya untuk membuat moment bersama.
"Aku pikirkan dulu, aku pergi." sahut Elard singkat meninggalkan Neisha.
"Kak, kapan kamu bisa cinta dan sayang sama aku. Aku ingin di perhatikan sama seperti istri istri yang lainnya," lirih Neisha.
🥕🥕🥕
Dua minggu kemudian......
Hubungan Neisha dan Elard masih sama tidak ada kemajuan yang signifikan, bahkan Elard masih suka menyakiti sang istri, dia juga masih saja mengajak sang istri bercinta entah tidak ada rasa bosan dengan tubuh sang istri.
Besok adalah acara wisuda Neisha dan mikaila, mommy Sheila sangat heboh sekali dengan menyiapkan kebaya untuk anak dan menantunya.
__ADS_1
"Sayang, kalian nginep di sini aja ya biar besok enak Neisha buat make up nya kan mommy panggil makeup artis," tutur mommy Sheila saat Neisha dan elard berada di kediaman Ardolph.
"Aku terserah kak El aja mom," ucap Neisha.
"Gimana sayang?" tanya mommy Sheila kepada Elard.
"Hm." balas nya singkat.
"Yey, kalau gitu kalian istirahat aja di kamar ya biar besok lebih fresh." ucap mommy Sheila.
Elard dan Neisha pun menuju ke kamar mereka, baru saja masuk Elard langsung mencengkram lengan sang istri membuat Neisha mengadu kesakitan.
"Aw, sakit kak!" lirih Neisha.
"Aku sudah pernah mengingatkanmu untuk tidak cari muka di depan mommy." tekan Elard.
"Aku gak cari muka kak," sahut Neisha.
"Ck, dasar ja*ang sia*an!" hina Elard membuat Neisha merasa sakit sekali.
.
Pagi harinya Neisha sudah siap dengan kebaya cantik yang sudah di pilihkan mommy Sheila, dia turun ke bawah dan ternyata di sana semua orang sudah siap.
"Wah siapa ini cantik banget sih menantu mommy," seru mommy Sheila saat Neisha menghampiri mereka.
"Terima kasih mom, dad." balas Neisha merasa malu karena di puji seperti itu, dia juga berharap agar sang suami setidaknya memuji dirinya juga sama seperti mommy dan daddy.
"Wah kamu cantik banget nei," tutur mikaila yang tak kalah cantik dengan Neisha.
Sedangkan Elard, dari Neisha turun hingga di dekatnya dia tetap saja diam namun dalam hatinya dia mengagumi kecantikan sang istri.
Makeup natural malah membuat karisma dan juga auranya keluar membuat Elard tidak ingin memperbolehkan Neisha ikut wisuda saja karena pasti nanti akan banyak sekali pria yang mencoba mencari perhatian sang istri. (Dasar Elard kalau suka ya bilang aja gak usah sok-sokan deh sumpah bikin orang naik darah aja ngelihatnya.)
Mereka segera menuju ke kampus untuk acara wisuda, sampai di sana Neisha dan mikaila keluar dari parkiran VIP sehingga tidak ada orang di sana kecuali petinggi saja.
Saat Neisha baru masuk, banyak pasang mata yang memandang kagum dengan Neisha karena bagi mereka Neisha sangat terlihat cantik sekali hari ini.
"Nei," panggil seseorang.
"Eh Danu." ucap Neisha.
Yap Danu juga melakukan wisuda hari ini jadi dia bisa bertemu dengan Neisha, wanita yang menjadi incarannya beberapa tahu ini dan rencananya dia akan mengungkap kan rasa cintanya setelah mereka lulus entah kapan Danu sedang mencari waktu yang pas.
"Ada apa?" tanya Neisha.
"Enggak aku mau manggil aja, btw kamu cantik banget hari ini." puji Danu.
"Makasih Dan, oh ya aku ke yang lain dulu ya." pamit Neisha meninggalkan Danu.
__ADS_1
Mereka segera membaur ke teman teman lainnya meninggalkan Danu yang masih diam di sana, sedangkan daddy Brian, mommy Sheila dan Elard menuju ke tempat yang sudah di sediakan karena nanti akan ada sambutan dari pemilik yayasan siapa lagi kalau bukan daddy Brian.
Kedatangan keluarga Ardolph di sambut oleh tepukan riuh gemuruh dari para audiens, mereka jarang bertemu dengan keluarga Ardolph.
Yang mereka ketahui memang hanya daddy Brian, mommy Sheila dan juga Elard sedangkan mikaila, author udah pernah bahas bahwa mikaila tidak di on publik ya untuk menjaga keselamatan nya.
"Astaga tuh lihat Elard ganteng banget gak sih, aku mau banget jadi istrinya." ucap seorang wanita di samping Neisha.
"Itu suami aku ya, jangan coba coba mau ngerebut!" marahnya namun hanya di dalam hati.
Acara pun di mulai, setiap rangkaian acara berjalan dengan baik hingga acara pemanggilan nama wisudawan untuk naik ke atas panggung.
Saat nama Neisha di panggil, dia langsung teringat akan ayah dan ibu nya. Mereka berdua yang sangat ingin melihat Neisha menggunakan toga dan serta gelar yang tersemat di belakang namanya.
'Ayah, ibu. Neisha sudah lulus nih, ayah ibu katanya bakalan ngajak Neisha jalan jalan kalau Neisha sudah berhasil menyelesaikan kuliah Neisha,' ucap Neisha di dalam hatinya sampai dia berada di atas panggung untuk pemindahan tali toganya.
"Selamat Neisha." ucap pak rektor.
"Iya pak, makasih."
Setelah itu dia kembali ke kursinya, Neisha dan mikaila mendapatkan predikat berprestasi karena nilai mereka di atas rata rata.
Sampai acara selesai semua orang bersuka cita, banyak yang mengabadikan moment tersebut, Neisha kembali teringat sang ayah dan ibunya saat melihat banyak teman teman kampusnya datang bersama orang tua mereka masing masing.
"Selamat ya sayang." ucap mommy Sheila kepada anak dan menantunya karena sudah berhasil membawa gelar yang selama ini mereka tunggu tunggu.
"Makasih mom." jawab mereka berdua bersama sama.
"Orang tua kamu pasti bangga punya anak kayak kamu sayang," puji mommy Sheila.
"Makasih mom," balas Neisha merasa terharu.
"Ya sudah kalau begitu gimana kalau kita makan makan di restoran buat ngerayain kelulusan kalian," tawar mommy Sheila dengan senangnya.
"Aku gak bisa mom, aku harus ke kantor. Aku udah telat," ucap Elard meninggalkan mommy Sheila dan yang lainnya.
"El! Astaga punya anak kenapa kayak gitu sih!" kesal mommy Sheila padahal dia ingin sesekali makan di restoran mahal komplit bersama keluarganya.
"Udah sayang kamu harus sabar, kamu kan tau sendiri gimana Elard." ucap daddy Brian menenangkan sang istri.
"Tahu ah mending kita pergi ya sayang, gak ada Elard gak papa kan?" tutur mommy Sheila kepada Neisha.
"Iya, gak papa kok mom." balas Neisha.
.
.
TBC
__ADS_1