Menjadi Istri Mafia Kejam

Menjadi Istri Mafia Kejam
BAB 40_Khawatir Tapi Gengsi


__ADS_3

Sekarang dia berada di kamarnya, sudah dari pagi dia tak juga membuka pintu dan juga di kunci olehnya, untuk sarapan saja Neisha tidak nafsu, dia hanya terus menangis hingga sekarang matanya bengkak.


🥕🥕🥕


"Mer, kamu coba lihat nyonya dong dari tadi belum turun, sarapan aja tadi di lewatin terus makan siang juga. Ini mau sore loh," ucap Fitri .


Pada maid dari tadi merasa khawatir namun mereka tak tahu harus berbuat apa, bi Iyem juga sudah menelepon mommy Sheila memberitahukan hal tersebut.


"Aku telepon tuan aja dulu fit," ucap Meri.


Dia pun menelepon tuanya, semoga saja tuannya sudah selesai bekerja sehingga dia tidak mengganggu pekerjaan nya.


[Ada apa?] ucap seseorang di sebrang telepon siapa lagi kalau bukan Elard.


[Tuan, saya mau mengabarkan kalau dari pagi tadi nyonya tidak turun turun dan juga melewatkan sarapan dan makan siangnya.] ucap Meri.


Sedangkan Elard yang berada di negara Z merasa marah mendengar kabar tentang sang istri.


[Kenapa dia! Ck seperti anak kecil saja, suruh dia makan kalau tidak mau paksa kalau perlu ancam.] ucap Elard kemudian menutup telepon tersebut.


"Bagaimana mer?" tanya Fitri sesaat setelah Meri menelepon tuannya itu.


"Di suruh makan fit, kalau gak mau suruh paksa kalau perlu ancam katanya." ucap Meri merinding mengucapkan hal tersebut.


"Serba salah kita emang mer," sahut Fitri dan di angguki oleh Meri.


"Ya udah lah buruan siapin makanannya kita bawa ke atas, siapa tahu nanti nyonya mau makan." ucap Meri dan di angguki oleh Fitri.


Setelah siap mereka berdua naik ke atas mengetuk pintu kamar majikannya itu namun tak ada jawaban membuat mereka khawatir saja.


TOK TOK TOK


"Nyonya ini saya Meri, nyonya bisa buka pintunya kalau tidak tuan bisa marah sama saya." ucap Meri mengencangkan suaranya agar Neisha mendengar nya.


Di sisi lain Neisha sudah puas dengan tangisannya hingga air mata pun sudah tak bisa keluar lagi.


Segera Neisha ke kamar mandi sekedar untuk menyamarkan bengkak di matanya, setelah itu dia pun membuka pintu dengan pelan.


Neisha merasa tubuhnya sangat lemas itu mungkin akibat dari kelalaian dirinya karena melewatkan sarapan dan makan siang.


CEKLEK


Pintu terbuka dan menampakkan Neisha dengan mata bengkaknya membuat Meri dan Fitri pastinya khawatir.


"Nyonya, ada apa? Kenapa matanya bengkak, apa ada yang menyakiti nyonya?" tanya Meri sangat khawatir sekaligus takut, takut jika tuannya akan menghukum nya nanti.

__ADS_1


"Enggak, aku gak papa kok," sahut Neisha dengan lemas karena seharian dia tidak makan bahkan minum pun tidak.


"Tapi nyonya terlihat pucat," ucap Meri.


Baru aja ingin berbicara lagi namun Neisha merasakan tubuhnya yang tidak kuat untuk berdiri hingga dia akhirnya tumbang, untung saja Meri sigap dan langsung menangkap tubuh majikannya itu agar tidak mencium lantai.


"Nyonya!" pekik Meri terkejut dengan kondisi nyonya nya.


"Fit, kita bawa nyonya ke kamar." ucap Meri.


Dia dan Fitri pun mengangkat Neisha ke kamar dan membaringkannya ke kasur, setelah itu Meri menelepon dokter indah dan juga mommy Sheila.


Tak lama dokter indah sampai dan langsung memeriksa keadaan Neisha, mommy Sheila juga datang setelah itu dengan mikaila, tidak dengan daddy Brian karena daddy Brian sedang berada di markas.


"Astaga, Neisha kenapa mer?" tanya mommy Sheila datang dengan perasaan khawatir.


"Dokter indah sedang memeriksanya nyonya besar," balas Meri.


"Mer, kamu udah telepon kak El?" tanya mikaila karena bagaimana pun Neisha adalah istri kakaknya.


"Astaga iya saya lupa nona, kalau begitu saya kabari tuan Elard terlebih dahulu." ucap Meri dan di angguki oleh mikaila.


[Halo.] ucap Elard di sebrang telepon saat Meri menelepon nya.


[Halo, tuan.]


[Tuan saya ingin memberitahukan tentang keadaan nyonya, nyonya baru saja pingsan dan sekarang sedang di tangani oleh dokter indah.]


[Ck, merepotkan sekali. Bagaimana kondisinya sekarang?] tanya Elard padahal tadi dia mengatai Neisha merepotkan.


[Sekarang dokter indah sedang memeriksanya tuan.]


[Kabari aku kalau sudah.] sahut Elard singkat kemudian menutup telepon nya.


Bertepatan dengan itu dokter indah keluar dari kamar Neisha dan memberitahukan kondisi Neisha kepada semua orang.


"Bagaimana kondisi mantuku dok?" tanya mommy Sheila khawatir.


"Tubuhnya sangat lemah nyonya, sudah saya kasih vitamin nanti setelah infusnya habis kondisi nya akan membaik." ucap dokter indah.


"Ini resep nya tinggal tebus ke apotek saja, kalau sudah tidak ada yang di tanyakan saya permisi." pamit dokter indah.


"Terima kasih dok." ucap mommy Sheila.


Setelah itu mommy Sheila dan mikaila pun masuk ke dalam untuk melihat kondisi Neisha.

__ADS_1


🥕🥕🥕


Di sisi lain setelah Meri mengabari tentang keadaan sang istri, entah kenapa Elard merasa ada yang tidak beres dengannya.


Dirinya ada di negara Z tapi pikirannya terus berada di mansion, seperti ada yang mengganjal, hal itu pun terlihat oleh Jimi yang merasa tuannya anak sekali sering melamun.


"Tuan." panggil Jimi.


"Oh iya," balas Elard yang tersadar dari lamunannya.


"Apakah tuan sakit?" tanya Jimi.


"Tidak."


"Oh ya Jimi apakah urusanku sudah selesai di sini?" tanya Elard.


"Semuanya sudah selesai tuan, pembukaan pabrik kemarin juga sudah di laksanakan hanya tinggal acara makan malam dengan para petinggi besok malam." kata Jimi.


"Kalau begitu kita pulang sekarang, untuk urusan makan malam suruh mereka tetap makan malam saja tanpa aku, bilang aku yang akan membayar semuanya." ucap Elard.


Jimi yang ingin membantah pun gagal hingga mau tak mau dia pun hanya mengikuti perintahnya saja.


'Dasar bilang aja khawatir ke nyonya gitu aja pakek gengsi gengsian.' gumam Jimi di dalam hatinya.


Sekarang Elard berada di jet pribadi nya menuju ke negara X, dari tadi pikiran Elard terus berada di mansion hingga saat sampai dia langsung berjalan keluar dan menuju ke mansionnya.


Sampai di mansionnya yang awalnya dia berjalan cepat malah berganti berjalan pelan dengan menunjukkan wibawanya.


Elard segera naik ke atas dan melihat mommy Sheila dan mikaila keluar dari kamarnya.


"Loh kamu kok udah pulang sayang?" tanya mommy Sheila karena setahunya sang anak akan pulang beberapa hari lagi.


"Iya, urusan di sana sudah selesai." balas Elard.


"Gimana kondisi Neisha?" tanya Elard tanpa sadar membuat senyum timbul dari wajah cantik mommy Sheila.


"Dia baru aja tidur jadi kamu jangan ganggu mantu mommy loh, mommy sama adek kamu pulang dulu, jaga istri kamu dia sangat lemas sekali." ucap mommy Sheila kemudian pergi dari sana.


Setelah itu Elard menuju ke kamarnya dan melihat sang istri yang sedang terbaring, entah mengapa rasanya pikirannya yang kemana-mana langsung sirna begitu saja dan mulai merasa tenang.


Elard pun menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya kemudian ikut berbaring di samping sang istri yang sedang tertidur juga.


Dia memeluk erat tubuh mungil sang istri dan menaruh kepalanya di cekungan leher Neisha hingga akhirnya ikut terlelap seperti sang istri.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2