Menjadi Istri Mafia Kejam

Menjadi Istri Mafia Kejam
BAB 57_Dia Bukan Anak Kamu, Dia Anak Aku!


__ADS_3

Arsha pun menunggu aunty nya di depan toilet perempuan, dengan tenang dia menunggu hingga tiba-tiba saja ada ibu-ibu yang menghampirinya bersama dengan nenek tua yang melihat Arsha dengan tatapan tak percaya.


"Astaga nama kamu siapa sayang?" tanya ibu tersebut terperangah dengan wajah Arsha.


Kalau kalian menebak itu adalah mommy Sheila dan oma Salma maka tebakan kalian benar sekali.


Daddy Brian, mommy Sheila dan oma Salma sedang berada di toilet, daddy Brian saja yang memisah karena cowok ya.


Mommy Sheila dan oma Salma keluar dari toilet dan berniat untuk menunggu sang suami di depan namun di kejutkan dengan adanya bocah kecil yang sedang berdiri di depan pintu toilet perempuan.


Hal yang membuat mommy Sheila dan oma Salma terkejut adalah wajah bocah itu yang mengingatkan mereka akan wajah Elard di mas kecil, wajahnya yang sama sama persis membuat mommy Sheila tidak habis fikir.


"Astaga nama kamu siapa sayang?" tanya mommy Sheila.


"Alcha ante," ucap Arsha dengan cadelnya membuat mommy Sheila dan oma Salma yang lihat merasa gemas.


"Arsha, wah bagus banget namanya sayang." puji Oma salma.


"Mi, kenapa anak ini mirip banget ya kayak Elard kecil." ucap mommy Sheila kepada sang mertua.


"Iya sayang, mami juga mikir gitu."


"Sayang dimana mama kamu?" tanya mommy Sheila penasaran.


"Sayang ayo," ucap daddy Brian yang baru saja keluar dari toilet.


Daddy Brian yang baru saja keluar dan melihat ke arah Arsha pun terkejut bukan main karena melihat wajah bocah kecil yang sedang bersama dengan sang istri sangat sangat mirip dengan wajah Elard waktu kecil.


"Sayang, ini siapa? Kenapa mukanya sangat mirip banget sama Elard?" tanya daddy Brian ternganga melihat wajah tampan bocah kecil itu.


"Mommy juga gak tahu dad, tapi yang jelas apa kata daddy tadi bener banget." ucap mommy Sheila membenarkan ucapan suaminya.


Tak lama Dini pun keluar dari toilet dan langsung melihat Arsha yang di kelilingi oleh beberapa orang membuat dia semakin was-was.


"Arsha!" panggil Dini menghampiri ke arah Arsha.


"Aunty," panggil Arsha tadi saat melihat aunty nya datang.


Dini langsung menarik Arsha ke belakang tubuhnya, dia tidak ingin keponakannya menjadi bahan gosipan orang orang, karena sudah sering sekali Arsha mendapat cacian anak anak seusianya karena tidak memiliki ayah.


Sedangkan Neisha jangan tanya lagi bagaimana tetangga-tetangga Neisha menilai Neisha sebelah mata dan mengganggap Neisha hamil di luar nikah lah, menjadi simpanan om om lah dan banyak cacian lainnya yang di tujukan untuk mereka, namun Neisha tidak memperdulikan nya.


Awalnya Dini ingin mengajak mereka pindah namun Neisha tidak mau karena baginya lebih baik mendapat cacian dari pada harus pergi entah Dini juga tidak tahu penyebabnya.


"Maaf ya ibu-ibu bapak, kami harus pergi." pamit Dini langsung pergi meninggalkan mommy Sheila dan yang lainnya.


"Dad, kita harus cari tahu siapa anak itu. Mommy yakin itu pasti ada hubungannya dengan Elard," tutur mommy Sheila yakin seratus persen.

__ADS_1


"Iya sayang, kamu yang tenang ya aku pasti akan cari tahu." ucap daddy Brian.


🥕🥕🥕


Di sisi lain Neisha masih berada di rumah bela, dia berencana untuk kembali ke rumahnya karena di sana sudah tidak ada anak buah dari Elard.


Saat sampai di rumahnya, semuanya terlihat sepi. Jujur saja dia sangat merindukan sang anak, ingin rasanya Neisha memeluk dan mencium sang anak.


"Tapi sepertinya aku gak di ikuti deh," ucap Neisha celingak-celinguk mencari seseorang siapa tahu ada anak buah dari Elard namun sepi.


Baru akan menuju ke kamarnya tiba-tiba saja pintu depan di ketuk membuat Neisha pun langsung membukanya tanpa tahu siapa yang datang.


"Siapa?!" tanya nya saat dia baru saja membuka pintu.


Betapa terkejutnya ternyata itu adalah Elard yang sudah berada di depan rumahnya , melihat adanya Elard di sana membuat tubuh Neisha kembali bergetar hebat.


Dia berniat langsung menutup pintu rumahnya namun kekuatannya dengan kekuatan Elard sangat lah berbeda hingga Elard bisa dengan mudah menahan pintu yang akan di tutup itu.


Elard pagi hari tadi langsung menuju ke kota A, dia sudah tidak sabar untuk mengetahui tentang anak yang di laporkan oleh Jimi, bahkan Elard tidak bisa tidur akan hal tersebut.


Dia sendirian ke rumah Neisha menggunakan mobilnya, sedangkan Jimi dan beberapa anak buah terus memantau dari kejauhan karena bagiamana pun keselamatan tuannya tidak ada yang tahu.


"Ke.... kenapa kakak bisa di sini?" tanya Neisha gugup dan bergetar.


"Apakah kamu tidak ingin menyuruh aku duduk?" ujar Elard.


"Tidak." balas Neisha singkat.


Ada rasa perih melihat kondisi sang istri, saat matanya sedang asyik menjelajah ruang tamu tiba-tiba ada sebuah bingkai foto di mana di sana ada Neisha dan juga bocah kecil yang Jimi ceritakan kepadanya.


"Sayang," panggil Elard.


"Maaf tuan, saya Neisha." tegas Neisha risih jika Elard memanggilnya seperti itu karena baginya sekarang mereka bukan lah siapa siapa tapi begitu Neisha sebenarnya juga masih berharap hal yang sudah mustahil menurutnya.


Tidak mudah menghilangkan rasa cinta nya kepada sang suami, namun dia juga harus sadar diri bahwa dia sudah tidak bisa untuk bersama lagi.


"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah mengubah panggilan ku itu." tegas Elard sambil mencengkram tangan Neisha membuat sang empunya kesakitan.


"Kak, sakit lepaskan." rintih Neisha merasa sakit di lengannya.


Elard yang tersadar pun langsung melepaskan tangannya dari sang istri dan meminta maaf karena berbuat kasar.


"Maaf sayang, aku gak sengaja." ucap Elard.


"Kakak kenapa bisa ada di sini?" tanya Neisha dengan raut takutnya.


"Sayang, aku ingin tahu siapa itu Arshaka Virendra Eisha?" ucap Elard membuat Neisha mematung di tempat.

__ADS_1


'Bagaimana kak El bisa tahu soal Arsha?!' tanyanya dalam hati.


"Aku gak ngerti maksud kakak, jadi lebih baik kakak pergi sekarang dari sini!" usir Neisha.


Melihat reaksi sang istri membuat Elard tambah yakin bahwa itu adalah anak nya, apa lagi dengan kemiripan wajah yang sangat persis sama seperti dirinya.


"Kamu tidak bisa bohong sayang, dia adalah anak ku bukan?!" tutur Elard ada rasa marah kepada sang istri karena selama ini telah menyembunyikan fakta bahwa dia memiliki seorang anak.


"Enggak, dia bukan anak kamu, Dia anak aku! jadi jangan pernah sedikit pun mengatakan hal yang mustahil itu!' pekik Neisha dengan air mata yang jatuh tak permisi.


"Sayang, jangan menangis. Dengan kamu menangis membuat hatiku sakit," ucap Elard menghapus air mata sang istri namun langsung ditampik oleh Neisha tangan Elard.


"Jangan pegang pegang!" tegas Neisha.


"Sekarang dia ada di mana?" tanya Elard mencoba masuk namun di hadang oleh Neisha.


"Enggak, kak jangan masuk. Ini rumah aku!' pekik Neisha sudah sangat lelah.


Dari kemarin dia tidak bisa tidur tenang, di tambah lagi adanya Elard di sini membuat Neisha takut.


"Aku akan cari dia." tegas Elard kemudian keluar dari rumah Neisha.


"Ya tuhan aku harus bagaimana?" rintih Neisha.


Dia baru teringat bahwa Dini sedang membawa sang anak ke mall, dengan terburu-buru Neisha pun menuju ke mall tersebut.


[Dini kamu di mana sekarang?] tanya Neisha menelepon Dini saat dia baru saja sampai di mall tersebut.


[Ini aku habis ketemu sama temen aku, sekarang kita lagi makan nih. Ada apa emangnya?]


[Kamu tunggu di situ, aku udah ada di bawah.] ucap Neisha kemudian menutup telepon tersebut, membuat Dini yang berada di sebrang sana pun mengerenyitkan dahinya.


Tak lama benar saja Neisha datang dengan terburu-buru dan langsung menggendong sang anak.


"Bunda?" ucap Arsha terkejut karena melihat bundanya.


"Nei, ada apa?" tanya Dini.


"Kita pergi sekarang." tegas Neisha.


Mereka pun pergi dari mall tersebut, namun sebelum itu saat Neisha menghampiri Arsha ternyata di sana sudah ada anak buah Elard yang mengikuti nya.


"Ternyata benar dia adalah anak aku, aku sangat senang sekali." ucap Elard saat baru saja mendapatkan informasi tersebut.


Senyum mengembang terus di berikan oleh Elard, dia akan berjuang untuk mendapatkan kembali hati istri dan anaknya.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2