MENTARI YANG TERSEMBUNYI

MENTARI YANG TERSEMBUNYI
CURHAT


__ADS_3

"Yang, bentar lagi aku tampil, kamu jangan kemana-mana ya. Lihat penampilanku, jangan sampai berkedip lho. Tunggu aku di sini." Kenzo berpesan pada Andara sesaat sebelum giliran Kenzo naik panggung.


"Dan titip ini. Siapapun yang hubungi aku, kamu berhak mengangkatnya." Lanjut Kenzo sambil memberikan seluruh barangnya pada Andara.


Seluruh mata yang berada di ballroom memandang ke arah Kenzo dan Andara yang berdiri di sisi kanan panggung. Interaksi keduanya menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, Kenzo merupakan sosok yang dipuja di SMA Granatala namun sangat sulit di dekati. Bukan karena sombong namun hatinya sulit ditaklukkan. Dan malam ini, para siswa melihat sendiri bagaimana seorang Kenzo terlihat sangat dekat dengan seorang gadis yang baru beberapa kali menginjakkan kaki di Granatala.


"Aku amankan Ken di sini?" Andara berbisik lirih.


"Hah? Kenapa? Kamu lihat dia di sini?" Mata Kenzo nyalang, mencari sosok yang ia maksud.


Andara menggeleng cepat dan berkata, "bukan itu Kenzo! Itu tuh, para fansmu ngelihatin aku terus dari tadi. Aku takut ditimpuk dari sana."


Kenzo terbahak-bahak mendengar penuturan Andara.


"Kamu aman, gak ada yang berani menyentuhmu. Kalau ada laki-laki yang mengajakmu berkenalan, segera tepis tangannya. Jangan genit di sini." Kenzo memperingatkan.


"Dasar. Siapa yang mau genit. Yang ada noh, teman-teman cewekmu pada ngelihatin aku, udah kayak aku ini pelakor aja." Ucap Andara sambil menunjuk ke arah segerombolan siswi yang menatap ke arah mereka, dengan dagunya.


"Tenanglah, hatiku hanya untukmu sayang." Ucap Kenzo sambil mengusap puncak kepala Andara.


"Gombal. Udah sana siap-siap." Andara sedikit mendorong tubuh Kenzo.


Kenzo terkekeh sambil berjalan menjauh dari Andara dan menuju belakang panggung untuk mempersiapkan penampilannya.


Tak lama berselang, pembawa acara mulai memimpin jalannya acara lagi. Sedikit berbasa-basi, kemudian pembawa acara itu memanggil band Kenzo untuk tampil di atas panggung.


Setelah mengecek peralatannya, Kenzo dan teman-temannya menyanyikan lagu pertama mereka. Andara menyaksikan penampilan Kenzo dengan senyum yang selalu melekat di bibirnya.


Seluruh siswa-siswi Granatala tampak larut dalam suasana itu. Beberapa ada yang menggerakkan badannya di lantai dansa dan tak sedikit yang beranjak mendekati Kenzo. Andara menatap segerombolan siswi yang sedang mengabadikan momen Kenzo sedang bernyanyi sambil memainkan gitarnya.


Nyebelin banget sih, apa coba maunya? Ih gak banget deh. Ngapain sih ambil foto Kenzo? Emangnya diizinkan sama Kenzo? Dasar gak tau aturan, main ambil gambar seenaknya! Cih! Maki Andara dalam hati.


Wajah Andara penuh amarah saat melihat semakin banyak perempuan yang berdiri di depan Kenzo. Mata Kenzo tak pernah lepas dari Andara. Lelaki itu menyaksikan setiap perubahan raut wajah gadisnya. Ia tersenyum menyaksikan wajah itu dan membuatnya semakin semangat bermain di atas panggung.


"Lagi.. Lagi.. Lagi.." Mereka terus berteriak saat lagu pertama telah usai. Sorak sorai penonton bergemuruh di ruang itu.


"Wah pada heboh ya ternyata. Beneran nih kalian mau lagi?" Kenzo bertanya dari atas panggung, menyapa teman-temannya yang berkerumun di depannya.


"Mauuuuu.." Serempak mereka menjawab.


"Baik kalau masih mau lagi. Siap-siap ya. Yang belum ada pasangannya, siap-siap cari pasangan dulu. Yang udah ada pasangannya, jangan nyari pasangan lagi ya, apalagi pasangannya temen sendiri, jangan ditikung." Ujar Kenzo terkekeh dari atas panggung.

__ADS_1


Gelak tawa pun menggema. Tak terkecuali Andara yang tersenyum mendengar Kenzo. Lelaki itu sangat pandai menarik perhatian orang di sekitarnya.


"Baiklah, satu lagu kami persembahan untuk kalian semua. Dan terutama untuk kamu. Iya kamu, hei kamu gadis berbaju biru, yang sedang menungguku disana. Dengarkanlah, lagu ini untukmu sayang." Ujar Kenzo sambil menunjuk ke arah Andara dengan jarinya.


Andara tersentak, matanya membelalak melihat Kenzo yang dengan jelas menunjuk ke arahnya. Sontak seluruh mata menatap ke arah Andara berdiri. Mereka semua bersorak menyemangati Kenzo. Banyak pula teriakan putus asa di dalamnya saat mendengar Kenzo menyatakan kepemilikannya.


Alunan musik mulai terdengar syahdu, membuat seluruh orang yang berada di ruangan itu ikut larut dalam buaiannya. Beberapa pasangan langsung turun ke lantai dansa.


Andara menatap mata Kenzo dalam. Begitu juga dengan Kenzo, pandangannya terkunci pada Andara. Air mata Andara mendesak hendak keluar, namun sebisa mungkin ditahannya, saat Kenzo menyanyikan lagu perfect dari Ed Sheeran.


🎢🎢🎢


I found a love for me


Darling, just dive right in


And follow my lead


Well, I found a girl, beautiful and sweet


I never knew you were the someone waiting for me


Cause we were just kids when we fell in love


I will not give you up this time


Darling, just kiss me slow, your heart is all I own


And in your eyes, you're holding mine


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath


But you heard it, darling, you look perfect tonight


.......


🎢🎢🎢

__ADS_1


"Aaaawww.."


"Kenzooooo.. I love you.."


"Aku meleleh.."


"Lihat aku Kenzo!!"


"Ken, jadi pacarku ya?"


"Kenzooo, pulangnya mau lewat mana? Aku tikung ya di pertigaan?"


Teriakan dari para siswi terdengar silih berganti meneriakkan pujian dan godaan untuk Kenzo.


Air mata Andara tidak lagi dapat dibendung saat dengan penuh penghayatan Kenzo menyanyikan lagu itu, seakan mengungkapkan segala isi hatinya.


Hati Andara berdesir sangat kuat. Tatapan mata mereka saling mengikat, seakan tak ingin terputus. Bahagia dan haru, sebuah rasa baru yang kini dirasakan Andara. Andara mulai menamai perasaan aneh yang terus menggelayutinya saat bersama Kenzo. Ia tersenyum saat menyadari perasaan hatinya yang sebenarnya.


Peeetttt...


Mendadak pandangan antara Andara dan Kenzo terputus. Semua menjadi gelap. Beberapa pekikan terdengar namun banyak juga yang merasa senang karena mengira semua ini memang disengaja untuk menambah kesan romantis. Andara sendiri hanya mampu menengok ke kanan dan kirinya, mencoba mencari jawaban atas kebingungannya.


Sepanjang mata memandang, Andara hanya menemukan kegelapan. Sontak rasa takut langsung menghinggapi dirinya. Bayangan kejadian kemarin malam masih terekam jelas di kepalanya.


Andara mundur hingga punggungnya menyentuh tembok, ia ingin berteriak memanggil Kenzo namun bibirnya terkunci. Beberapa suara mulai terdengar untuk meredam kepanikan.


"Tenang. Tenang semua. Jangan ambil kesempatan dalam kegelapan lho ya. Saya pastikan akan menyebar gambar mesum kalian kalau sampai ada yang bertingkah aneh." Suara tawa mengikuti suara peringatan yang baru saja terdengar.


"Awas itu tangannya dikondisikan. Saya bisa lihat dari sini lho siapa aja yang lagi *****-*****." Imbuh suara itu. Masih terdengar suara tawa yang menyertainya.


Andara mencoba mengarahkan pandangannya ke arah suara itu. Ia mengenali pemilik suara itu.


"Bima." Bisiknya lirih dengan tersenyum.


Andara tidak berani beranjak dari tempatnya berdiri, mengingat pesan yang diucapkan Kenzo beberapa saat lalu.


Kenzo. Iya Kenzo! Suasana ini. Batin Andara berteriak mengingatkan.


Sontak Andara terlonjak dari tempatnya. Berjalan terhuyung menuju tempat Kenzo bernyanyi tadi. Ia ingin segera menemukan lelaki itu. Pikirannya melayang, membayangkan sesuatu yang mengerikan yang mungkin terjadi.


Kilatan cahaya nampak mulai masuk di kornea mata Andara. Cahaya dari lampu flash ponsel yang dinyalakan siswa siswi Granatala semakin menambah suasana romantis disekitar mereka. Andara mengedarkan pandangannya ke atas panggung, mencari sosok yang dicarinya.

__ADS_1


"Kenzo.." Suara Andara tertahan.


__ADS_2