
"Bunda tega banget, Dara gak diajakin. Dara sama siapa Bun di rumah? Dara kesepian, ntar Dara kangen Ayah Bunda gimana dong? Kak Willy juga kan ga di rumah Bun," Rengek Dara, sambil mengekor Bunda Rania yang sedang memasukkan pakaian ke dalam koper yang akan dibawanya besok pagi.
Sudah hampir seminggu ini Andara merengek terus pada Bunda Rania, semenjak ia diberitahu bahwa Bunda Rania akan menemani perjalanan dinas Ayah Josh. Dan hari ini rengekannya jauh lebih panjang dari sebelumnya.
"Terus besok aku gimana Bun? Asupan giziku gimana? Nanti aku jadi busung lapar Bun," Dara belum menyerah.
"Lha kan ada Bi Inah. Lagian kamu kan bisa masak sendiri Dara, goreng telur dikasih kecap gitu aja kan uda kenyang," Semprot Bunda.
"Bunda iiihh.. Masa seminggu kedepan aku makan telur sama kecap doang!! Bisa bisulan dong Bun."
"Ya udah deh Dara, kalau mau ikut buruan siap-siap aja. Seminggu lho ya ini. Kamu ga takut ketinggalan pelajaran?" Bunda berbalik, menatap Dara.
"Gak lah, mending aku--" Belum selesai menjawab terdengar suara nada dering berbunyi.
Drtt.. Drtt..
Pesan masuk di handphone Andara.
Alvano
Cantik, besok jadi nonton bareng kan?
Mampus deh!! Lupa kalau besok udah weekend dan aku udah punya PACAR sekarang!! Dan besok kita udah janjian!! Pekik Andara dalam hati, kegirangan.
Andara
Jadi dong sayang. Aku ga sabar ketemu kamu, kangen tau!! ❤
Andara secepatnya membalas pesan Vano.
Alvano
__ADS_1
Aku juga kangen kamu cantik.. Aku jemput pagi aja ya, kita jalan-jalan dulu. Biar bisa lama jalan bareng kamu.
Andara
Boleh sayang.. Kita nontonnya ambil yang jam sore aja kalau gitu ya.
Alvano
Oke cantik.. Sekalian sarapan di rumahmu boleh? 😜
Andara
Dasar, modus!! Tapi, boleh banget kok ❤
Sambil senyum-senyum Andara berbalas pesan dengan Vano.
"Kayaknya, ada yang udah sembuh nih ngerengeknya. Yakin deh, pasti sekarang pingin di rumah aja kan?" Sindir Bunda Rania.
"Bun, karena Dara udah beranjak dewasa, dan udah harus fokus untuk ujian akhir sekolah dan ujian masuk Perguruan Tinggi, jadi kali ini, Dara memilih untuk di rumah aja, gak ikut Ayah perjalanan dinas. Dara mau latihan mandiri juga Bun!!" Jawab Dara tegas.
"Lagakmu Dara," Bunda menggelengkan kepala sambil memencat hidung anak gadisnya.
Bunda memasukkan pakaian terakhir ke dalam koper dan menguncinya.
"Besok anterin Ayah Bunda dulu ke Bandara. Jam 8 pagi," Imbuh Bunda, sambil melirik Andara yang masih tersenyum memandang handphonenya dari tadi.
Astaga.. Kok bisa lupa sih ya, besok kan Bunda berangkat. Kak Willy juga berangkat, batin Andara sambil melongo.
"Bun, anter ke bandaranya sama Vano boleh ya?" Malu-malu Andara bertanya.
"Boleh, tapi tetep dianter Pak Ujang, dari Bandara kalian bisa pulang dulu ke sini."
__ADS_1
"Siap bos cantik nan seksi," Andara memberi hormat pada Bunda.
"Dasar, kalau ada maunya langsung manis banget mulutnya," Sahut Bunda sambil berlalu menyiapkan makan malam.
**
Semua anggota keluarga siap menyantap makan malam di meja makan, Willy membuka suara.
"Jadinya kamu gimana, Dara? Di rumah atau ikut Bunda?"
"Aku sih udah menentukan pilihanku kak, aku mau belajar mandiri aja, jadi aku tetep di rumah selama kalian semua pergi," Ucap Dara sambil mengunyah makanannya.
"Hah? Belajar mandiri? Tumben tuan putri Ayah ngomong gitu?!" Ayah menaikkan alisnya, kaget dengan jawaban Andara.
"Iya Ayah sayang, Dara mau belajar mandiri. Lagian juga Dara kan mau ujian kelulusan sama ujian masuk perguruan tinggi, Dara gak pingin ngecewain Ayah Bunda. Dara mau lulus, mau masuk universitas Winstara" Jawab Andara lembut.
"Hmm.. Dara.. Dara," Bunda mencibir.
"Bau amis ya Bun?" Sambar Willy.
Bunda mengangguk.
"Apaan?" Andara celingukan.
"Bau amis mulutmu tuh. Ketauan banget bohongnya. Dikira kita ga tau kamu mau berduaan terus sama Vano selama Ayah Bunda pergi," Willy menoyor kepala Andara.
Semua tertawa terbahak-bahak. Sampai Ayah berdeham.
"Andara. Ingat selalu pesan Ayah Bunda."
Mendadak Andara membeku tapi tetap mengangguk.
__ADS_1
Aah kenapa aku selalu merinding ya, tiap Ayah nyebut namaku lengkap. Batin Andara.