MENTARI YANG TERSEMBUNYI

MENTARI YANG TERSEMBUNYI
KELUARGA YANG HANGAT


__ADS_3

Setelah menemukan kembali rombongan sekolahnya, Andara langsung bergabung.


"Lama banget, dari mana aja cantik?" Tanya Vano sambil berbisik.


"Keasyikan ngobrol sama Karla dan Amel di luar." Andara melihat ke arah Karla dan Amel.


Kemudian mereka semua berkeliling dari satu jurusan ke jurusan yang lain hingga seluruhnya selesai dikunjungi. Kunjungan ke Universitas Merah Putih pun selesai tepat saat tengah hari. Seluruh rombongan bergegas kembali ke dalam bus yang sama seperti saat keberangkatan.


"Cantik, kamu duluan masuk bus ya, aku kebelet nih, ntar aku langsung nyusul." Ujar Vano sesaat sebelum berjalan menuju tempat parkir. Andara hanya mengangguk.


Tepat saat beberapa meter dari tempat parkir bus, pesan masuk di aplikasi whatsapp Andara.


08xxxxx


Udah mau balik ke langit biru ya cantik?Sampai ketemu lagi ya, jangan lupa traktirannya ❤


Andara langsung menghentikan langkahnya. Dahinya berkerut membaca pesan tersebut. Dia menimbang-nimbang, akhirnya memilih tidak membalasnya dan meneruskan jalannya.


Pesan masuk lagi di telepon selulernya.


08xxxxx


Jahat banget sih cantik. Kayak gak kenal aja. Kita kan udah kenalan tadi. Senyum dong, itu wajahnya jangan dilipet mulu, ilang cantiknya lho.


Andara terdiam, ia menghentikan langkahnya lagi. Pandangannya menyapu sekelilingnya. Mencari keberadaan lelaki yang mengiriminya pesan. Tapi tidak melihatnya.


Sialan!! Aku ga kenal kamu!! Kamu aja yang sok kenal!! Eh tapi dia sembunyi di mana sih? Kok tau aku lagi apa?! Batin Andara, masih dengan menengok kanan dan kiri.

__ADS_1


Saat masih melihat sekelilingnya, tiba-tiba dari balik gazebo yang tidak jauh dari tempat Andara berdiri, seseorang melambaikan tangan padanya. Kenzo, lelaki itu berada di gazebo bersama rombongan sekolahnya. Andara menghadiahinya dengan tatapan tajam, tidak menggubris dan berlalu memasuki bus.


"Dara, mau minum ga? Atau snack nih. " Karla mengangkat bungkusan yang tadi dibawanya sebelum berangkat, sesaat setelah Dara masuk bus.


"Boleh deh. Haus banget." Andara menerima bungkusan itu, dan memilih minuman yang dia inginkan.


"Tuh benerkan, dibilangin ada manfaatnya kan bawa segini gede bungkusan, pada mau kan kalian." Karla membanggakan dirinya.


Andara mengamati bungkusan, banyak pilihan minuman yang Karla bawa. Andara melihat ada minuman kopi dalam kaleng.


Ini kalau dikasih ke Kenzo sekarang, sama aja aku udah traktir dia kopi kan ya? Gak punya utang deh. Pikir Andara, ia tersenyum senang memikirkan idenya.


"Aku keluar bentar ya, cari angin, gerah di sini. Aku ambil dua kaleng ya Kar, haus banget nih. Sekalian snack coklat ini deh, sebiji doang." Ujar Andara cengengesan sambil mengambil dua kaleng minuman dan sebungkus snack, kemudian membawanya keluar dari bus.


Andara menuruni tangga bus dan berjalan menuju arah gazebo. Mendekati gazebo, terdengar riuh suara suitan dari sekelompok lelaki yang sedang berkumpul di situ. Andara tidak menggubrisnya.


Lelaki yang dipanggil langsung menoleh, diikuti tatapan penuh tanya oleh teman-temannya. Kenzo berjalan mendekat sambil tersenyum, matanya memancarkan binar kebahagiaan.


"Akhirnya manggil namaku." Seru Kenzo girang.


"Ini. Aku bayar utangku. Lunas ya," Andara menyerahkan kaleng kopi dan sebungkus snack. "Aku kasih bonus sekalian." Imbuhnya dengan sinis.


Kenzo tersenyum mengamati perilaku Andara. Sedangkan dibelakangnya, teman-temannya semakin bersemangat menyoraki mereka.


Tanpa menunggu jawaban, Andara langsung membalik badannya dan berjalan kembali menuju busnya. Sesampainya di dalam bus, ia langsung duduk di tempatnya dan membuka kaleng minumannya. Meneguknya hingga hampir habis. Andara tersenyum puas dengan idenya.


Dih, males banget ketemuan sama anak itu lagi, tingkahnya iyuuuh, aah tapi sekarang uda beres. Batin Andara. Tersenyum lebar.

__ADS_1


"Kamu ngapain Dara? Senyum-senyum sendiri." Suara Karla membuyarkan lamunannya.


"Kesambet ya?" Amel menambahkan.


"Ih amit-amit deh. Aku habis menyelesaikan sebuah misi." Ujar Andara, sambil membusungkan dada dan menepuk bahunya.


Andara kembali meneguk sisa minuman yang ada di kalengnya sambil tersenyum. Tiba-tiba seorang lelaki berdiri di dalam bus, di dekat kursi pengemudi dan berteriak lantang.


"Andara Atmajaya!! Makasi banyak ya untuk minuman dan snacknya."


Byuuurr..


Andara menyemburkan minuman yang ada di mulutnya. Kenzo sialan!! Ngapain dia kesini? Batin Andara. Matanya menatap tajam pada lelaki itu.


Semua mata terarah pada Andara. Mata-mata yang penuh dengan pertanyaan. Tak terkecuali Karla dan Amel yang memandangnya penuh curiga.


Kenzo pun mengikuti arah pandangan para penghuni bus yang menuju satu titik. Ahaa aku menemukanmu, berteriak emang cara paling cepat dan tepat. Pikir Kenzo sambil tersenyum jahil.


"Ini baru pembukaannya ya, makanan utama dan penutupnya belum." Kenzo tertawa sambil mengangkat kaleng minuman dan snacknya. Kemudian ia segera membalikkan badan dan meninggalkan bus.


Andara menatap tajam Kenzo. Memperhatikan lelaki itu berjalan keluar dari bus. Tidak memperdulikan tatapan penuh selidik dari teman-temannya.


Ketika Kenzo akan mencapai anak tangga terakhir di pintu keluar bus, langkahnya terhenti. Dia menatap tajam pada seseorang yang baru datang. Tatapan tidak bersahabat. Tatapan penuh amarah.


Mampus aku!! Dia datang disaat tidak tepat. Andara menjerit dalam hati ketika melihat Vano yang akan menaiki bus.


Vano yang akan menaiki bus, memegang pintu dan mendongakkan kepalanya. Namun seketika raut mukanya berubah masam saat melihat siapa yang ada di hadapannya. Rahangnya mengeras, dahinya berkerut.

__ADS_1


Kenapa dia? Kenapa wajahnya jadi gitu ya? Apa dia mengenal Kenzo? Bisik Andara dalam hati.


__ADS_2