MENTARI YANG TERSEMBUNYI

MENTARI YANG TERSEMBUNYI
MENGISI MINGGU TENANG


__ADS_3

Sejak kejadian di rumah Amel. Kenzo dan Andara semakin dekat. Kenzo setiap pulang sekolah selalu menunggu Andara di depan gerbang SMA Langit Biru. Terkadang Kenzo juga main ke rumah Andara sepulang sekolah. Sedangkan hubungan Andara dan Vano mencapai tahap saling mencurigai.


Vano bukannya tidak mencintai Andara lagi, hanya saja ia belum siap untuk menjawab pertanyaan Andara. Dan Andara, juga masih mencintai Vano, hanya saja keraguannya semakin bertambah seiring dengan keengganan Vano untuk berbicara jujur.


Vano pun hanya sesekali mengantar jemput Andara. Dia tidak sesering dulu datang ke rumah Andara maupun mengajak Andara jalan-jalan. Dia hanya berinteraksi dengan Andara saat di sekolah dan melalui ponselnya.


Andara semakin cemas dan ragu dengan hubungannya dengan Vano. Entah ke arah mana hubungan mereka akan menuju. Di sisi lain, Kenzo semakin bersemangat mendekatinya. Hatinya pun mulai goyah.


"Cantik, pulang sekolah. Ikut aku ya. Aku punya sesuatu untuk diceritakan." Siang itu, beberapa jam sebelum pulang sekolah, Vano tiba-tiba memberanikan diri untuk mengungkapkan semuanya. Dia sangat terluka melihat Andara bersedih. Dia tidak ingin hubungannya dengan Andara berakhir. Dan dia juga tidak ingin, Andara dekat dengan Kenzo. Vano khawatir, Andara akan mendengar kabar ini dari Kenzo.


Andara yang mendengar kata-kata Vano langsung terkejut. Dia hanya bisa mengangguk. Impiannya untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang menggelayuti kepalanya akhirnya terwujud lebih cepat.


Tepat ketika bel tanda berakhirnya sekolah berbunyi, Andara pamit pada sahabatnya untuk pulang dengan Vano dan menyerahkan kunci mobilnya ke Karla. Ia bergegas mengikuti Vano ke arah tempat parkir. Vano membukakan pintu mobil untuk Andara, dan Andara masuk ke dalam mobil Vano dengan tersenyum, hatinya sungguh merindukan perlakuan romantis dari lelaki ini.


Ketika akan meninggalkan halaman parkir, tiba-tiba Andara mengingat sesuatu. Ia pun memegang lengan Vano dengan segera.


"Sayang, tunggu bentar. Aku ke depan sekolah dulu ya."


Tanpa menunggu jawaban dari Vano, Andara langsung berlari ke arah depan sekolah. Ia ingat jika Kenzo biasanya selalu menunggu di depan sekolah. Ia tidak ingin Kenzo menunggunya.


Sesuai dugaannya, ia melihat Kenzo sudah bersandar di tembok pos satpam dan berbincang dengan Pak Ijay. Andara pun segera mendatanginya.


Sementara itu, Vano yang tiba-tiba ditinggalkan merasa kebingungan. Dia segera berlari keluar mobil dan mengikuti Andara. Langkahnya terhenti menyaksikan kekasihnya bersama lelaki lain. Langkahnya terhenti dan memperhatikan Andara dari jarak yang tidak terlalu dekat.


"Ken, aku hari ini pulang sama Vano." Andara berbicara dengan masih mengatur nafasnya.


"Hmm??" Kenzo memasang wajah kebingungan.


"Vano mau menceritakan semuanya Ken, jadi aku pulang sama dia ya. Maafin aku ya." Andara berbisik. Ia menunduk tidak berani menatap mata Kenzo yang mulai mengeras.


"Kamu yakin? Kamu udah siap dengernya?" Kenzo mencari keraguan di mata Andara.

__ADS_1


Andara mengangguk meskipun hatinya bimbang. Dari sampingnya terlihat Amel dan Karla berjalan mendekat.


"Gak jadi Dara?" Amel bertanya.


"Ken, uda di sini?" Karla ikut menyapa Kenzo.


"Aku pulang bareng kalian ya. Aku gak bawa mobil, tadinya aku mau ngajak kalian semua ke suatu tempat." Kenzo langsung berbicara dan memalingkan wajah pada Karla dan Amel. Terlihat kekecewaan di matanya.


Amel dan Karla menatap keduanya dengan bingung. Dari arah belakang Andara, Vano berjalan mendekati mereka. Tangannya melingkar di pinggang Andara. Bibirnya mendekat ke telinga Andara.


"Cantik, ayo berangkat." Bisik Vano tetapi matanya menatap tajam pada Kenzo.


Andara mengangguk, ia berbalik ingin mengikuti langkah Vano yang menuntunnya. Namun, sepasang lengan kokoh kembali menahannya. Ia pun menoleh.


Terlihat Kenzo memegangi tangan Andara. Berharap gadis itu tidak mengikuti Vano. Hatinya sakit. Ia merasa ditinggalkan dan terlebih lagi, ia tidak ingin gadis itu tersakiti dengan kenyataan yang akan diungkapkan Vano.


"Jangan pergi. Jika kamu pergi, aku yang akan sakit Andara. Jika kamu pergi, kamu pun akan sakit. Kumohon, jangan lagi merasa sakit karena Vano. Percayalah padaku." Kenzo berbicara lirih, matanya berkaca-kaca.


Kenzo tidak memperdulikan omongan Vano. Dia tetap memandangi wajah Andara. Andara melepas genggaman Kenzo. Tersenyum hangat pada lelaki itu.


"Ken, aku bisa. Aku sanggup dan aku gak akan menangis. Kamu tenang aja, gak perlu khawatir sama aku." Andara berbicara lembut.


"Kamu pasti tersakiti Andara, percaya padaku, kamu yang akan terluka!! Jangan pergi!!" Suara Kenzo sudah meninggi.


"Bukankan sama aja kalau aku mengetahui sekarang atau nanti? Bukankan kamu juga ingin memberitahuku masalah ini? Cepat atau lambat aku pasti mengetahui ini semua Ken. Aku bisa dan aku siap." Andara memberi penjelasan.


"Jangan pedulikan dia cantik." Vano menarik tangan Andara dan bergegas mengajaknya berjalan menuju mobilnya.


"Sialan kamu Vano." Kenzo yang sudah diliputi amarah, langsung menyerang Vano dan menarik kerah bajunya.


Andara, Karla dan Amel yang terkejut, langsung memposisikan diri masing-masing. Karla dan Amel memegang Kenzo, dan Andara berdiri di depan Vano menjadi perisainya. Tampak Pak Ijay sudah keluar dari posnya, memandang ke arah mereka.

__ADS_1


"Cukup Ken!! Ini keputusanku. Dan dia pacarku, jangan menyakitinya!!" Andara membentak Kenzo.


Kenzo terkejut mendengar suara bentakan Andara. Dia langsung melepas Vano. Berjalan beberapa langkah ke belakang. Andara ingin maju menenangkan Kenzo namun tangannya ditarik Vano.


"Ayo cantik." Vano menginginkan.


"Dara pergilah. Urusan Kenzo serahin ke kita." Amel yang melihat kebimbangan Andara, memberikan bantuan.


Andara bergegas meninggalkan halaman depan sekolah mengikuti langkah Vano. Matanya sesekali memandang ke belakang. Kenzo hanya mampu menatap gadis pujaannnya berjalan menjauh.


"Kita nunggu Dara di rumah Amel yuk Ken." Ajak Karla.


"Mana kunci mobilmu?" Kenzo tersadar.


"Aku ga bawa mobil, sekarang giliran Dara yang anter jemput kita." Amel menjelaskan.


"Ya udah, mana kunci Dara?" Suara Kenzo terdengar sangat menuntut.


Karla yang memegang kunci mobil Andara segera memberikannya pada Kenzo.


"Anter aku ke tempat mobil Dara di parkir." Perintah Kenzo.


Karla dan Amel pun mengangguk. Mereka menunjukkan jalan menuju ke mobil Andara. Sesampainya di tempat parkir, Kenzo langsung masuk dan menyalakan mobil Andara. Ia membuka jendelanya dan berkata pada Amel dan Karla.


"Kalian pulang naik taksi ya, mobilnya aku bawa dulu." Kenzo memperlihatkan senyum smirknya.


"Hah? Apa?" Amel dan Karla sama-sama terkejut.


Mereka ingin menghentikan Kenzo namun lelaki itu sudah menjalankan mobilnya.


"Wooyy dasar!! Mau ke mana kamu!!" Teriak Amel dan Karla.

__ADS_1


__ADS_2