Meraih Keridhoan bersamamu

Meraih Keridhoan bersamamu
Bab 20 Rencana jahat!!!


__ADS_3

Seperti biasa sesudah memandikan baby Amar Andrian berangkat kerja.


"Sayang, abang berangkat kerja dulu. Doakan supaya urusan abang di lancarkan. Semoga ketika abang pulang ada kabar baik. Cepat bangun, abang merindukan kamu.. "


Cup...


Satu kecupan Andrian berikan pada bibir pucat sang istri. Laku Andrian berangkat kerja sesudah menitipkan baby Amar pada bibi Aisyah.


"Abi berangkat son, Assalamualaikum.."


Hari ini entah kenapa Andrian sedikit bersemangat. Mungkin karena tekat Andrian sudah bulat. Dia tak akan pernah sekalipun membiarkan siapa saja melepas alat medis di tubuh sang istri tanpa persetujuan darinya. Andrian yakin, suatu saat nanti Allah menunjukan kuasanya. Andrian hanya perlu bersabar dan bersabar menghadapi semuanya.


Bukankah Allah mencintai orang yang sabar. Maka dari itu Andrian berusaha pasrah akan ketetapan Allah. Andrian memang tak mau melepaskan alat medis tapi Andrian pasrah akan semuanya. Biarlah ini berjalan seperti ini. Jika memang Allah berkehendak meminta Asma pulang maka Andrian ridho asal jangan di paksa sang istri pergi dengan cara mencabut semua alat medis. Biarkan ini begini dengan alurnya. Andrian hanya akan terus menunggu dari ujung cerita perjalanan rumah tangganya. Jika Andrian tak bisa meraih keridhoaan Allah bersama sang istri maka Andrian akan berusaha meraih rahmat Allah supaya kelak Andrian di persatukan kembali di janah-Nya.


Kedatangan Andrian sudah di sambut oleh Riko sang asisten sekaligus sahabatnya. Sebenarnya antara Andrian, Bagas, Riko dan Arjun mereka sahabatan dari waktu zaman kuliah dan Indria adalah teman cewe mereka. Namun, Indria sangat terobsesi dengan Andrian. Cuma waktu dulu Indria memilih menyerah karena saingan Indria kuat. Anjani, gadis dingin di kampusnya yang tak tersentuh sama sekali menjadi inceran Andrian.


Tapi, kali ini Indria tak mau gagal lagi mendafatkan Andrian. Apalagi istri Andrian sedang koma dan tak bisa apa-apa. Indria akan melakukan apa saja untuk menjerat Andrian.


Cuma sahabat yang paling dekat adalah Bagas di antara Riko dan Arjun. Sekarang Riko culun berubah dan menggantikan Bagas sebagai asisten Andrian dan Arjun menjagi sheff handal di restoran Andrian sedang Bagas sendiri sibuk mengelola lestoran kakak sepupuhnya dengan sang istri.


Ya, di bulan ke empat komanya Asma begitu banyak sekali perubahan. Pada akhirnya Bagas menerima perjodohan sang mama dimana orang yang sang mama jodohkan adalah Wina, sahabat kakak sepupuhnya sendiri. Begitupun Fatimah sudah menikah dengan Akbar dan tinggal di Bandung.


Tapi setiap satu bulan sekali Fatimah akan berkunjung kerumah keluarganya seperti waktu kemaren. Sedang Ali, adik Fatimah laki-laki itu sedang sibuk dengan kuliahnya di London.


Walaupun Bagas sudah menikah tapi Bagas memutuskan tinggal di rumah sang istri. Bukan Bagas tak mampuh memberikan Rumah pada sang istri..Namun, Wina memohon agar Bagas tak membawanya kemana-mana. Ingin tinggal di rumah peninggalan kedua orang tuanya. Karena bagi Wina di situ kenangan terakhir dia bersama kedua orang tuanya. Wina tak mau pergi dan jauh dari kenangan itu. Apalagi Wina sekarang hidup sebatang kara di Jakarta. Sedang sanak saudaranya tinggal jauh di Surabaya dan Kalimantan.


Begitu banyak perubahan namun Asma tak tahu sama sekali. Entah apa yang Asma rasakan jika dia kembali bangun. Dunia ini berubah, suasana, aktifitas dan semuanya.


Lihatlah Asma hanya bisa tidur tenang dalam mimpi panjangnya. Seakan Asma sudah lelah untuk semuanya. Dia begitu nyaman tanpa tahu bahwa orang-orang yang melihatnya merasa hancur. Lentera keluarga Al-muzaky padam. Tak ada kebahagiaan di dalamnya jika sumber kebahagiaan mereka tak kunjung pulang.

__ADS_1


Entah, diaman Asma berada sekarang, yang pasti Asma merasa jauh lebih indah diam dalam kehidupannya sekarang. Tak ada rasa sakit, kecewa, marah, dan sedih. Semuanya hanya kebahagiaan tanpa beban dan bebas dari penyakit hati dan pikiran.


Tapi, tak tahukah Asma bahwa Andrian begity sangat merindukannya. Rindu akan sura lembut selembut sutra yang selalu mendamaikan, menentramkan hati Andrian.


Cepatlah bangun, banyak orang yang menunggu kamu. Jangan terlalu lama berkelana dalam alam mimpi yang tak kunjung usai. Bangunlah, dan lihatlah apa yang terjadi.


Apa kamu tak mau bertemu anakmu yang kini tumbuh sehat. Bukankan ini permintaanmu.. Meminta akan hadirnya malaikat kecil dalam hidup kamu.


Tapi kenapa Asma masih betah dengan tidur panjangnya. Ayo, bangunlah, tunjukan bahwa kamu ibu yang hebat, kuat dan bertanggung jawab.


Suara bisikan-bisikan permohonan dan semangat selalu keluarga Al-muzaky, dan sahabat-sahabat Asma berikan. Bahkan Andrian tak bosannya setiap malam akan selalu menceritakan hal-hal indah ketika dulu mereka lewati. Dan, Andrian akan selalu membisikan-bisikan cinta yang begitu luas di telinga sang istri. Berharap sang istri akan mendengar dan merespon segala ucapannya.


Sebuah penantian yang tak kunjung usai, tak pernah sekalipun Andrian kelelahan. Ini baru berjalan, masih banyak lagi rintangan yang harus di lewati.


Entah jurang kehidupan apa yang menghampiri Andrian tanpa lentera di sampingnya. Mampuhkan Andrian bertahan untuk kata kesetiaan.


Bukankah cinta di uji dari kesetiaan yang melambangkan kekokohan sebuah rumah tangga.


Andrian hanya bisa berdoa, semoga Allah selalu menjaga dimanapun dia berada.


Bukankah Allah sebaik-baiknya pelindung dan penolong. Andrian sudah pasrah akan semuanya.


Sudah selesai meeting dengan Riko dan beberapa pengurus pembangunan cabang lestoran Andrian yang ada di Bekasi. 80% pembangunan itu sudah berdiri. Tinggal 20% lagi dan semuanya berjalan dengan lancar. Andrian mempercayakan semuanya pada Riko.


Andrian melanjutkan meetingnya dengan makan. Bukankah perut juga butuh asupan gizi. Bukan hanya otak saja yang di asupi gagasan.


"Berikan minuman ini pada laki-laki yang memakai kemeja putih. Awas, jangan sampai salah kasih!"


"Baik bu,"

__ADS_1


"Ini tifs buat kamu!"


Seseorang menyeringai iblis melihat Andrian penuh puja.


"Sebentar lagi kamu akan menjadi milkku, akan ku jerat kau dalam pesonaku hingga di hatimu hanya ada aku bukan istri cacatmu!"


"Lida kamu sedang ngintip siapa?"


Deg...


Lida terperanjat kaget ketika Chef Arjun menepuk pundaknya. Dengan cepat Lida berbalik setelah menetralkan keterkejutannya.


"Chef siapa wanita di meja nomor 7, sendari tadi saya perhatikan dia melihat pada pak Andrian mulu. Tingkahnya mencurogakan! "


Chef Arjaun melihat siapa wanita yang di maksud chef Lida. Chef Arjun tahu siapa dia, bahkan melihatnya saja sudah membuat chef Arjun muak.


"Dia Indria, sudah kamu balik ke dapur!"


Lidia memberenggut kesal ketika chef Arjun menariknya. Padahal Lidia menatap curiga pada tingkah Indria. Tepatnya dada Lidia panas ketika ada orang lain yang memerhatikan Andrian. Bahkan perempuan itu lebih hot dari pada Lidia.


Apakah Andrian akan terjerat oleh pesona wanita itu. Jika begitu saingan Lidia semakin berat.


"Aku harus bergerak cepat, jangan sampai Andrian terjerat sama wanita itu! "


Batin Lidia bertekad. Ketika Lidia masuk dapur, Lidia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya!


Bersambung....


Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote...

__ADS_1


Terimakasih...


__ADS_2