
Persiapan keberangkatan ke Bandung sudah di siapkan oleh bibi Aisyah dan bibi Melati.
Bahkan bibi Melati berpesan pada menantunya untuk tetap tinggal karena Asma harus ada yang menemani ketika Andrian pergi kerja.
Dua mobil berangkat pagi-pagi sekali Jakarta-bandung. Sedang Asma seperti biasa Andrian ajak latihan setelah mengantar para bibi ke depan pintu. Baby Amar sedang bermain bersama Bagas dan Wina. Hari ini memang rencanannya Andrian berangkat agak siangan begitupun Bagas. Karena gak mungkin meninggalkan sang istri dalam keadaan seperti ini.
Kondisi Asma mulai membaik apalagi setiap hari mereka latihan rutin. Walau begitu Asma harus tetap memakai kursi roda sebelum benar-benar pulih bisa berjalan normal.
Sudah selesai membantu sang istri latihan Andrian segera mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Sebelum berangkat Andrian sarapan dulu bersama sang istri dimana sudah di siapkan oleh Wina.
Kini rumah besar itu nampak hening, hanya tinggal Asma, Wina dan baby Amar.
Asma duduk di karpet sambil selonjoran menemani baby Amar bermain Lego.
"Win, bagaimana lestoran sekarang?"
"Alhamdulillah semakin maju, lestoran yang ada di Bogor juga sama."
"Alhamdulillah Allah tetap menjaga lestoran kita."
"Iya, bahkan sepertinya kita mampu membuka cabang baru, bahkan lebih mampu,"
"Apa selama aku Komo bang Andrian tak pernah sedikitpun memakai uang ku?"
"Tidak sama sekali, bahkan di saat kamu membutuhkan alat yang lebih canggih lagi dia tak pernah sekalipun meminta bantuan kami. Kak Andrian malah memutuskan menghentikan pembangunan lestoran cabang kalian yang Di Bekasi, sisa uangnya dia beli alat-alat itu."
"Segitunya,"
"Iya, kak Andrian hanya bilang, kamu adalah tanggung jawabnya sebisa mungkin dia akan berjuang mempertahankan kamu. Maka jika sudah tak mampu maka kak Andrian baru akan meminta bantuan kita,"
"Kamu begitu beruntung mempunyai suami seperti kak Andrian. Dia laki-laki yang sangat bertanggung jawab, setia dan penuh cinta,"
"Iya, aku beruntung mendapatkannya. Dia laki-laki yang selalu penuh kejutan. Bagaimana dengan Bagas?"
"Suamiku tak bisa di ajak romantis, dia begitu kaku dan dingin!"
"Sabar ya, Bagas memang seperti itu!"
"Tapi, walaupun begitu Bagas adalah laki-laki yang selalu peka dalam segala hal. Tanpa aku minta dia seperti tahu apa yang aku mau. Dia pengertian dan mengerti."
__ADS_1
"Di setiap kekurangan pasti ada kelebihannya, begitulah Allah tunjukan cara memberi apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita mau. Karena aku yakin, kamu bukan tipikal wanita yang menginginkan laki-laki romantis, tapi dia yang mengerti kamu tanpa kamu bicara,"
"Ya, Allah memang maha baik. Aku sangat bersyukur menjadi istrinya."
"Umi buah.. buah..."
"Am mau buah?"
"Iya buah,"
"Kamu duduk saja, biar aku yang ambilkan,"
Cegah Wina, Wina langsung beranjak menuju dapur mengambil berbagai macam buah. Baby Amar memang menyukai buah-buahan kalau dia sedang main maka harus ada buah di dekatnya.
Sesudah memotong-motong buah melon, Apel, anggur dan mengupas jeruk. Wina kembali dan memberikannya di hadapan baby Amar.
"Bilang apa sama Tante?"
"Macih Tante.. macih..."
"Sama-sama ganteng, ayo makan!"
"Alhamdulillah aku sangat bersyukur atas semuanya. Mungkin Allah tahu bahwa uminya tak bisa bergerak bebas untuk memantau Am. Hingga Allah jadikan Am yang menurut dan mudah faham setiap kalimat yang kita ucapkan,"
"Semoga anak yang ada di dalam kandunganku dia menjadi anak Sholeh dan Sholehah."
"Amin,"
Mereka begitu asik mengobrol sambil menemani Am bermain. Nampaknya dua wanita itu begitu bahagia. Mereka tertawa lepas seakan tak ada beban sama sekali. Bercerita tentang suami masing-masing tanpa menjelekan atau mengungkit sebuah kekurangan.
Karena begitulah Allah menyiapkan porsi jodoh untuk kita. Allah memberi apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Belum tentu apa yang kita inginkan baik di mata Allah.
Berpandailah bersyukur atas pasangan kita masing-masing. Jangan mengeluh, karena kita tidak tahu apa yang ada di balik kekurangannya.
Halnya Wina, dia ingin suami yang romantis namun mendapat laki-laki kaku dan dingin. Tapi, di balik itu semua Bagas adalah laki-laki terpeka yang Wina kenal.
Karena Allah tahu, Wina tak membutuhkan keromantisan karena versi romantis Bagas hanya itu dan itu mampu membuat Wina bahagia.
Begitupun dengan Asma, yang tak menginginkan laki-laki Sholeh karena Allah tahu yang Asma butuhkan adalah laki-laki setia dan bertanggung jawab. Tak bermain kasar ketika marah, tapi dia jadikan kita sandaran ternyaman untuk merendam amarah.
__ADS_1
Karena tugas Asma lah yang membimbing Andrian ke jalan yang benar.
Itulah hakikat cinta Allah pada makhluknya. Yang tiada batas di luar nalar kita. Kita hanya perlu syukuri dan Syukuri apa yang Allah beri, jangan meminta lebih tapi berusahalah. Jika Allah memberi kita lebih mungkin itu adalah sebuah bonus atas rasa syukur kita.
Dan jangan pernah sekali-kali kita membanding-bandingkan pasangan kita dengan yang lain. Semuanya beda dan tak akan sama.
Jangan pernah iri dengan yang terlihat romantis boleh jadi keromantisan mereka hanya di luar saja. Dan, jangan pernah mengagung-agungkan pasangan kita pada orang lain boleh jadi mereka malu karena banyak kekurangan.
Jadilah istri atau suami yang mensyukuri apapun, siapapun, bagaimanapun pasangan kita. Suami istri bagai sebuah pakaian yang menutupi aurat. Maka tutuplah aib-aib pasangan kita selagi dia tak melanggar syariat.
Terlalu banyak kisah di dunia ini yang harus kita jadikan contoh. Karena Allah menciptakan empat pasangan.
Satu, Allah ciptakan pasangan Sholeh dan Sholehah halnya Sayidah Fatimah binti Rasulullah dan Syaid Ali bin Abi Thalib.
Dua, Sholeh dan Tholeh halnya nabi Luth dan istrinya. Nabi Luth seorang yang Sholeh tapi istrinya pembangkang.
Tiga, Tholeh dan Sholehah halnya Fir'aun dan Siti Asiah.
Empat, Tholeh dan Tholehah halnya Abu Lahab dan istrinya.
Kita tinggal memilih pernikahan bagaimana yang kita inginkan dan siapa yang kita contoh.
Jangan pernah bilang mereka pangkat nabi, pangkat sahabat atau ulama. Justru Allah kisahkan mereka buat kita contoh bukan bandingkan. Jangan di lihat dari pangkatnya tapi lihatlah perjalanan kisah mereka yang berusaha membangun sebuah rumah tangga yang harmonis.
"Asma?"
"Iya Win!"
"Bagaimana kamu bisa menciptakan keharmonisan ini dan membuat kak Andrian begitu jatuh cinta?"
"Aku selalu meminta maaf sebelum tidur dan berkata, apa ada kesalahanku hari ini yang mengurangi kadar cinta diantara kita. Jika ada tolong katakan. Karena aku selalu menegaskan, aku membenci kebohongan dan ketidak kesetiaan. Kamu tahukan dulu bagaimana kisah hidup aku,"
"Iya, mungkin aku akan banyak belajar pada kamu."
"Jangan belajar padaku, tapi belajarlah pada pasangan kita sendiri. Kaji bagaimana sifat dan sikap dia. Pelajarilah hal yang di sukai sifat dan sikapnya jangan bertentangan. Kita menikah belajar untuk menerima, memahami, menjaga, mencintai. Aku yakin dia tak akan pernah berpaling dari kita. Namun, jika kita sudah berusaha yang terbaik, maka jangan mengeluh tetap syukuri karena aku yakin suatu saat nanti Allah akan gerakan hatinya untuk tetap melihat kita bukan pundak lain,"
Bersambung.....
Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote Terimakasih.....
__ADS_1