
Seperti biasa rutinitas pagi, Andrian akan membantu Asma untuk belajar berjalan. Sekarang di temani sama baby Amar dan Wina.
Semalam Wina memang datang ke sini, karena rencananya Minggu depan akan acara empat bulanan.
Baby Amar terus tersenyum melihat uminya belajar berjalan. Asma seperti Amar yang sedang belajar berjalan, bahkan Amar sekarang sudah bisa berjalan dengan benar, tidak jauh-jauh mulu.
"Ayo sayang semangat..."
Andrian melepaskan tangannya membiarkan sang istri jalan sendiri. Asma masih berdiri menopang tubuhnya. Lututnya sedikit gemetar, dengan Bismillahirrahmanirrahim Asma perlahan melangkahkan satu persatu kakinya.
Asma tersenyum ketika dia sudah bisa berjalan tiga langkah, Andrian mundur kebelakang sambil terus mengawasi sang istri. Takut tiba-tiba sang istri jatuh maka Andrian dengan sigap langsung menahan sang istri.
"Ayo Asma, kamu pasti bisa.."
"Umi... mi..."
Asma bertambah semangat ketika Wina dan sang putra ikut menyemangatinya. Asma perlahan berusaha menggerakkan kakinya lagi.
"Ayo sayang, masyaallah ini sudah bagus. Terus sini.."
Asma tersenyum ketika dia sudah bisa berjalan jauh mengikuti langkah sang suami yang berjalan mundur.
Grep...
Andrian menangkap sang istri yang akan terjatuh.
"Kamu gak apa-apa sayang?"
"Alhamdulillah gak bang,"
"Ya sudah, kita istirahat dulu supaya kaki kamu gak terlalu sakit."
Andrian menggendong sang istri kembali mendudukkannya di atas kursi roda.
__ADS_1
"Alhamdulillah sayang, sungguh kemajuan luar biasa,"
"Terimakasih Abang selalu bantu Asma,"
"Itu harus.."
"Abi.."
Andrian menggendong sang putra yang menghampirinya di tuntun Wina.
"Wah, Am sudah ganteng,"
"Umi bisa jalan.."
"Iya nak, umi sudah mulai bisa jalan,"
Baby Amar tersenyum menunjukan gigi kelincinya. Sesekali Wina menyuapi baby Amar yang makan buah.
Rasa syukur terus Asma panjatkan, Allah telah memberi dia kesempatan untuk bisa merasakan bagaimana jadi seorang ibu.
"Bagaimana kandungan kamu Win?"
"Alhamdulillah sehat,"
"Aku tidak menyangka, akan menjadi ipar adik sepupumu!"
"Bahkan aku lebih tak menyangka, kalau kamu akan menjadi adikku,"
Dua sahabat itu terkekeh, takdir mereka sangatlah lucu.
Mereka mengobrol berdua, sedang Andrian mengajak baby Amar masuk kedalam.
Dua sahabat itu banyak bercerita, tepatnya Wina yang banyak bercerita sesekali membuat Asma tertawa.
__ADS_1
"Aku tak bisa membayangkan, bagaimana ceritanya kamu bisa menikah dengan Bagas?"
"Aku juga tak menyangka, awalnya bibi Aisyah sama mama Melati datang ke rumah. Mama Melati melamar aku untuk Bagas, waktu itu aku begitu shok bahkan tak bisa berkata apa-apa."
"Terus, bagaimana ceritanya kamu bisa menerima lamaran Bagas. Adikku itu paling dingin diantara Fatimah dan Ali!"
Pipi Wina memerah mengingat bagaimana dia melabuhkan hatinya untuk laki-laki dingin yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.
"Mungkin karena masalah waktu, kami sering berinteraksi. Dia laki-laki dingin yang pernah aku kenal. Tapi, aku baru tahu kalau hatinya selembut sutra."
Asma tersenyum melihat pancaran cinta dari mata sahabatnya. Asma tahu, Wina wanita yang sulit untuk jatuh cinta. Dan, Bagas. laki-laki dingin yang tak suka di dekati.
Sungguh indah kisah mereka, Allah satukan dengan caranya yang sangat unik.
"Aku merasa jatuh cinta ketika melihat bagaimana Bagas bersikap pada mama Melati. Ketika aku sering menjenguk kamu dan membantu merawat baby Amar. Di situ aku memberi jawaban, bahwa aku menerima lamaran Bagas,"
"Berarti cukup lama kamu menjawab lamaran itu!"
"Iya, kamu tahu sendiri kan bagaimana aku."
"Hm, terimakasih sudah mau menjadi bagian keluarga kami!"
"Justru aku sangat bersyukur dan berterima kasih. Karena kalian mau menjadikan aku keluarga kalian,"
"Sayang, Wina. Sarapan dulu..."
Asma dan Wina menghentikan obrolan mereka. Andrian langsung mendorong kursi roda sang istri masuk ke dalam. Sedang Wina berjalan di belakang.
Semua keluarga Al-Muzaki sudah berkumpul, yang tidak ada hanya Fatimah dan Ali. Fatimah memang ikut suaminya tinggal di Bandung. Sedang Ali kuliah di Jogja sambil meneruskan usaha sang umi yang sempat di pegang Fatimah.
Bersambung
Jangan lupa Like, Hadiah, Komen dan Vote Terimakasih.....
__ADS_1