Meraih Keridhoan bersamamu

Meraih Keridhoan bersamamu
Bab 40 Agresif!!!


__ADS_3

Perjalanan hidup terus berputar pada skenario nya. Dari perputaran itu banyak sekali pelajaran yang harusnya kita ambil.


Tak selamanya kita sedih, tak selamanya pula kita senang. Dua elements ini tak dapat di pisahkan, walaupun bisa tetap saja tak bisa jauh.


Kehidupan memang selalu seperti ini, selalu berputar dengan ketetapannya. Bak air yang mengalir, walau banyak jalan dan batu yang ia lewati. Air akan berusaha tetap berjalan hingga di satukan dalam samudra.


Terjalnya kehidupan memang menyakitkan tapi satu yang harus ingat. Tak akan selamanya hal menyakitkan itu ada. Ada kalanya kebahagian akan datang di saat yang tepat. Dan, ketika sudah datang jagalah supaya kebahagian itu menetap.


Begitupun yang selalu Andrian lakukan,. menjaga kebahagiaan sang istri agar tetap bahagia berada di sampingnya. Tak ada cinta tulus seorang ibu dan istri.


Ketika diam, itu harus di pertanyakan. Karena terkadang diamnya perempuan berarti dia sudah berada di ambang batas kesabaran yang sewaktu-waktu akan menjadi bom waktu.


Jika marah, dengarkan, siapkan bahu tempat ia bersandar. Karena semarah-marahnya wanita ia akan luluh jika kita tak meninggalkannya. Justru ia yang diam dengan sabar menunggu redamnya api yang berkobar di hati wanita.


Sesederhana itu namun sulit untuk di jelaskan dan di praktikan. Hanya orang-orang hebat yang bisa saling mengerti perasaan pasangan masing-masing jika tidak tahu setidaknya jangan buat sesuatu yang membuat pasangan kita kecewa.


Dan, itulah yang berusaha Andrian lakukan. Mencoba untuk selalu menjadi suami dan Abi yang baik untuk putranya. Berusaha membahagiakan dan menyenangkan sang istri. Mencoba untuk setia walau banyak pundak mulus di luar Sanah tapi bagi Andrian sang istri adalah segalanya. Tak ada wanita sesempurna Laila Asma Ar-rohman di mata Andrian.


Tak ada wanita yang tulus, sabar menemani dirinya di ambang keterpurukan. Tapi, sang istri selalu ada untuk jadi penguat langkahnya, dan lancar keinginannya.


Karena di balik suami yang hebat ada istri sampingnya. Karena doa istri bisa jadi perisai bisa juga jadi duri tergantung bagaimana perlakuan suami terhadap istrinya.


Luka hati seorang istri sama saja suami sudah mematahkan salah satu pondasi rumah yang sudah dia bangun sendiri. Begitupun sebaliknya, ketentraman rumah tangga terlihat sebahagia apa seorang istri.


"Terimakasih sayang, sudah mau berjuang dan kembali pada Abang dan Am,"


Ucap tulus Andrian ketika mereka sedang berbaring di atas Ranjang. sedangkan Amar sudah terlelap dari tadi. Mungkin karena lelah bermain.


"Harusnya Asma yang berterimakasih karena Abang sudah setia menjaga Asma dan pernikahan kita!"


"Sabar dalam merawat Asma dan Am, hingga sampai sekarang!"


"Karena Abang sayang dan cinta kalian. Kalian adalah kekuatan Abang,"


"Anna Uhibuka Fillah, bang?"


"Abang lebih mencintai dan menyayangimu, sayang, istriku, bidadariku!"


Asma tersipu mendengar ungkapan cinta sang suami. Sungguh nikmat Tuhan mu yang mana yang kau dustakan.


"Bang?"


"Hm,"


"Ceritakan apa yang terjadi ketika Asma koma?"

__ADS_1


"Cerita apa sayang, sangat banyak Abang bingung cerita yang mana!"


"Apa selama Asma koma ada perempuan yang mendekati Abang?"


Deg ..


Andrian terdiam, sungguh terkejut dengan pertanyaan sang istri. Kenapa menanyakan lah itu. Apa Andrian harus menceritakan apa yang terjadi!


"Tapi, janji ya jangan marah?"


"Iya,"


Andrian membenarkan posisi duduknya supaya lebih nyaman. Lalu menarik kepala sang istri supaya kembali bersandar di dadanya.


"Ada yang mendekati Abang,"


Andrian menceritakan bagaimana Indria dulu mengejar-ngejar nya dan bersedia jadi ibu sambung anaknya. Andrian menceritakan semuanya tanpa terlewati. Bahkan Andrian juga menceritakan tentang obat perangsang itu.


"Begitu sayang, tapi Alhamdulillah Allah masih menjaga Abang,"


"Ya Allah bang,"


Entah apa yang harus Asma katakan untuk merespon apa yang terjadi dengan sang suami. Walau Asma awalnya terkejut mendengar semua cerita sang suami.


"Alhamdulillah, kata Riko Indria mulai menerima pernikahan mereka. Apalagi ada janin di dalam perut Indria,"


"Allahuakbar... Asma tak tahu harus mengekpresikannya bagaimana. Di satu sisi Asma lega karena Abang terjaga dari jebakan itu. Di satu sisi lagi, Asma merasa kasihan, Indria dan kak Riko menjadi korban!"


"Ya, Abang juga seperti itu. Kita doakan saja semoga pernikahan mereka langgeng!"


"Amin,"


"Emmz.. apa Abang sudah menyelidiki siapa orang yang ingin berbuat jahat pada pernikahan kita?"


"Abang sama Riko masih mencari, orang itu begitu cerdik hingga seolah-olah Indria yang melakukan semuanya,"


Bohong Andrian, sebenarnya Andrian sudah tahu siapa dalang di balik semuanya. Namun Andrian terpaksa berbohong supaya sang istri tidak terlalu kepikiran. Apalagi Andrian harus tahu apa motif di balik kejadian ini.


Andrian yakin, orang yang menjebaknya bukan sekedar ingin menghancurkan keluarganya karena cinta. Pasti ada hal lain yang membuat orang itu melakukan hal yang menjijikan.


"Semoga Allah selalu menjaga keluarga kita,"


"Amin..."


Asma tak menyangka di saat dirinya koma ada saja manusia yang ingin merusak pernikahannya. Asma tak bisa membayangkan bagaimana jika dia benar-benar pergi. Apa suaminya akan jadi bahan rebutan para wanita. Itu tidak mungkin, Asma tak akan pernah membiarkan nya.

__ADS_1


"Terimakasih Abang sudah menjaga diri Abang untuk Asma,"


"Itu harus, semua yang ada di diri Abang milik kamu seorang. Di sini sudah terukir indah nama sayang, tak akan Abang biarkan siapapun menghapus nama sayang di sini,"


Andrian mengarahkan tangan sang istri pada dada bidangnya. Asma bisa merasakan debaran jantung sang suami yang begitu cepat. Sama seperti debaran jantungnya.


Mereka sudah hampir dua tahun menikah tetap saja debaran cinta ini masih sama. Tak ada yang berubah, malah semakin jatuh cinta setiap harinya.


Asma membelai pipi sang suami dengan sangat lembut. Lalu Asma mengusap bibir sang suami.


"Bolehkah Asma egois untuk memiliki Abang seutuhnya?"


"Tentu! Abang milik kamu,"


Cup...


Andrian membelalakkan kedua matanya tetkala sang istri mencium bibirnya. Bagaimana bisa Asma seberani ini, mencium dirinya duluan. Biasanya Asma akan melakukannya di kepala dan pipi, nah ini bibir.


Bahkan Andrian sampai mengedip-ngedipkan kedua matanya saking terkejutnya.


"Sa..sayang.."


Lilir Andrian ketika ciuman itu terlepas. Andrian menatap sang istri, sepertinya sikap sang isteri begitu berbeda.


"Asma menginginkan Abang!"


Glek...


Andrian meneguk ludahnya kasar, kenapa Andrian jadi gugup. Biasanya Andrian selalu semangat jika sudah ke situ. Tapi, ketika sang istri meminta duluan. Ada rasa gugup, bahagia dan entah lah Andrian juga tak tahu.


merasa gugup melihat sang istri yang mulai agresif. Bahagia karena merasa sang istri benar-benar menginginkannya.


Ini semua seakan mimpi bagi Andrian. Jika di suguhkan makanan lezat tentu Andrian tak akan menolaknya. Bahkan Andrian akan memakan habis kue itu sampai tak bisa berjalan.


Sekali-kali senang kan suami dengan menginginkannya. Supaya suami merasa bahwa dia benar-benar di inginkan bukan sekedar jadi suami saja.


"Lakukanlah sayang, malam ini Abang milik kamu!"


"Terimakasih bang,"


Cup....


Bersambung...


Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2