Meraih Keridhoan bersamamu

Meraih Keridhoan bersamamu
Bab 44 Obrolan suami istri


__ADS_3

Asma dan Andrian begitu bahagia karena dokter mengatakan bahwa kaki Asma sudah sembuh total. Dan tidak ada efek samping dari hasil operasi sesar dulu dan operasi kanker.


Sungguh nikmat tuhanmu yang mana yang kau dustakan.


Tak ada kenikmatan yang bisa Asma dustakan. Asma bersyukur atas kesehatan yang Allah beri.


Buah dari kesabaran dan perjuangan, tapi Allah balas dengan sesuatu yang begitu istimewa.


Banyaknya bersyukur atas apa yang Allah beri. Jangan mengeluh karena kita tak tahu apa yang sedang Allah rencanakan selanjutnya.


Sesudah periksa Andrian dan Asma memutuskan pulang karena tak mau lama-lama pergi meninggalkan Amar.


Walaupun banyak yang menjaga, tapi Asma tetap saja merasa takut kalau Amar butuh sesuatu.


"Assalamualaikum ..."


"Waalaikumsalam ..."


"Umi, abiii,"


Teriak Amar bahagia melihat kedua orang tuanya sudah pulang.


Amar berlari kecil menghampiri kedua orang tuanya.


Asma langsung berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya. Memudahkan Amar masuk kedalam pelukannya.


"Am lagi makan apa, belepotan?"


"Makan ice krim mi, enak, nenek beli,"


"Wah di belikan ice krim! sudah bilang terimakasih pada nenek?"


"Sudah umi,"


"Pintarnya putra umi sama Abi, Am sama Abi dulu ya. Umi mau ke kamar mandi dulu?"


"Baik umi,"


Andrian mengambil alih baby Amar yang sudah bersih mulutnya. Karena Asma sudah membersihkannya.


Lantas Asma bergegas ke kamar mandi guna membuang hajatnya.


"Bagaimana Ndri, hasil pemeriksaan tadi?"


Tanya bibi Aisyah yang begitu penasaran akan hasilnya.


"Alhamdulillah atas izin Allah, penyakit Asma sudah sembuh dan tak ada efek samping sama sekali. Bahkan tidak terjadi apa-apa pada rahim Asma juga. Alhamdulillah Asma juga masih bisa mengandung kembali,"


"Alhamdulillah .."


Bibi Aisyah dan bibi Melati begitu lega mendengar penjelasan Andrian. Tak ada yang mereka takutkan lagi, karena Asma benar-benar sudah sembuh. Para bibi berharap Asma selalu bahagia terus. Walaupun Asma hanya sebatas keponakan tapi bagi mereka Asma adalah segalanya.


Tidak hanya dalam segi kepribadian yang para bibi sukai. Tapi, sikap Asma yang lemah lembut dan mampu menjadi kakak yang baik untuk adik sepupunya.


Dari dulu Asma selalu mementingkan. kepentingan saudaranya dari pada kepentingan dia sendiri. Bahkan Asma juga menyerahkan lestoran supaya di kelola Bagas tanpa Asma takut, lestoran itu akan maju atau tidak. Karena bagi Asma keluarga adalah segalanya.


Asma tumbuh di lingkungan yang baik dan di didik dengan penuh kasih sayang dan cinta. Jadi jangan salahkan jika hasilnya begitu sempurna menghasilkan bibit sempurna pula.


"Kalau ada Abi Am lupakan nenek,"

__ADS_1


"No! tapi tadi Am sudah main sama nenek, sekarang Am mau main sama Abi,"


"Main apa Am, ini udah siang waktu Am istirahat, ok."


"Baik Abi, tapi Am mau tidur sama Abi, boleh?"


"Boleh, yuk kita ke kamar Am,"


"Dadah nenek, eyang Am mau tidur dulu ..."


Polos Am sambil melambaikan tangannya pada kedua neneknya yang membalas lambaian tangan mungil Am.


"Loh, mau kemana bang,"


"Mau nidurkan jagoan sayang,"


Ucap Andrian ketika berpapasan bersama sang istri.


"Ya sudah, Asma ambil barang belanjaan tadi. Nanti Asma nyusul,"


"Ok,"


Asma bergegas ke ruang keluarga dimana di sana masih ada kedua bibinya.


"Bibi gak tidur siang?"


"Ini juga mau,"


Keluarga Al-Muzaki memang selalu di biasakan tidur siang jika tak ada pekerjaan. Mereka istirahat karena jam dua mereka harus bangun dan melakukan aktifitas kembali.


Karena badan kita juga perlu istirahat. Sekali-kali memanjakan tubuh boleh, jangan terlalu membuatnya lelah jika sakit kita sendiri yang repot.


"Iya Bik,"


Jawab Asma tanpa menoleh karena sedang membereskan mainan Amar. Sudah selesai Asma meletakan kembali ke tempat semula.


Asma lantas bergegas menyusul sang suami ke kamar putranya.


Asma tersenyum ketika melihat Am sudah tidur sambil di bacakan kisah para nabi dan rasul.


"Abang gak ikut tidur?"


Bisik Asma karena takut membangunkan sang putra.


"Abang gak ngantuk,"


"Ya sudah yuk ke kamar,"


Ajak Asma membuat Andrian mengangguk saja. Kamar Amar memang bersebelahan dengan kamar mereka. karena mereka takut membuat Am terbangun, Andrian hati-hati turun dari atas ranjang.


Suami istri itu pergi ke kamarnya sendiri sambil bergandengan tangan. Mereka duduk di atas shopa.


"Sayang kenapa lihatin Abang kaya gitu?!"


"Gak, Asma cuma ingin suasana baru,"


"Suasana baru!"


Bingung Andrian mengulang ucapan sang istri.

__ADS_1


"Iya, suasana baru. Dua tahun kita sudah menikah. Usia Am juga sudah satu tahun setengah. Asma ingin mengubah panggilan Asma ke Abang yang sedikit romantis,"


"Apa!"


"Emmz .. Albi gitu,"


"Albi! artinya apa sayang, jangan aneh-aneh deh!"


Asma terkekeh melihat wajah suaminya yang di tekuk. Asma pikir suaminya tahu kata itu.


"Albi itu artinya, jantung hatiku. Abang adalah jantung hati Asma. Bukankah ini anjuran Rasulullah memanggil istri harus romantis. Seperti Rasulullah memanggil Sayidah Khodijah dengan sebutan Baiti Jannati, rumahku surgaku."


"Ah ... ternyata Albi baru tahu, istri Albi bisa seromantis ini,"


"Harus, masa Albi terus yang panggil sayang pada Asma."


"Kalau begini makin tersayang-sayang deh!"


Asma terkekeh melihat mata genit sang suami. Asma hanya berharap cinta mereka semakin subur dan subur di setiap harinya.


Menjaga sebuah rumah tangga yang harmonis itu tergantung kitanya. Suami istri harus ada waktu berdua untuk sekedar bercanda atau bermesraan. Supaya meningkatkan rasa masing-masing.


Seperti yang Rasulullah contohkan, mau itu semasa dengan Sayidah Khodijah atau dengan istri-istri yang lainnya.


Dan istri juga jangan pernah malu-malu untuk memulai duluan. Karena itu bisa meningkatkan rasa sayang sang suami pada kita. Karena suami merasa dia di inginkan dan di butuhkan. Bukan dari materinya saja tapi juga hatinya.


"Sekarang istri Albi pintar menggombal ya,"


"Isstt bukan menggombal Albi, tapi berusaha menyenangkan hati suami."


Cup ...


Ucap Asma sambil mengecup pipi sang suami karena gemas.


"Mulai nakal nih ceritanya!"


"Iya dong, sekali-kali istri yang nakal, jangan suami Mulu he ..he ... kan nakalnya juga ke yang halal dapat pahala lagi,"


Grep ...


Saking gemasnya Andrian mengangkat sang istri duduk di atas pangkuannya. Rasanya Andrian tak menyangka, istrinya yang selalu malu-malu kini ia sudah ada peningkatan. Asma mulai bisa mengungkapkan rasa cinta dan sayangnya lewat kata. Dan, sekali bilang membuat Andrian meleleh.


Memang seperti itu ya, kalau ada orang yang kaku sulit berkata manis sekali manisnya mengalahkan sang penyair saja.


Begitulah yang Andrian rasakan. Biasanya dirinya yang selalu berkata manis dan mesra tapi hari ini istrinya sudah berhasil meluluhkan hatinya.


"Ada yang bangun ya, Albi?"


"Iya, katanya kangen ingin menjenguk rumahnya!"


"Maka bukalah pintunya sebelum Albi masuk, dia menunggu!"


Bisik Asma di telinga sang suami membuat Andrian meremang karena sang istri meniup telinganya.


"Sekarang sudah boleh buka pintunya?"


"Silahkan Albi,"


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote Terimakasih....


__ADS_2