Meraih Keridhoan bersamamu

Meraih Keridhoan bersamamu
Bab 21 Maaf!!!


__ADS_3

Andrian pulang kerumah dengan keadaan tidak baik-baik saja. Baju berantakan dengan wajah kusut, bahkan bukan kusut lagi tapi terlihat pucat.


Tepat jam sembilan malam Andrian baru pulang. Entah apa yang terjadi pada Andrian. Kenapa bisa pulang selarut itu.


Biasanya Andrian akan pulang sore, tapi kali ini laki-laki itu seakan sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Terbukti dari pakain yang dia pakai, begitu berantakan.


Andrian masuk kedalam kamarnya, di tatapnya wajah sang istri dengan air mata yang mengalir deras. Bibir Andrian bergetar seakan ingin mengatakan sesuatu. Tapi, Andrian hanya bisa menangis, bahkan isakan itu begitu pilu memecah keheningan malam.


Beberapa kali Andrian mencium tangan sang istri dengan air mata yang terus mengalir deras sampai membasahi tangan lemah Asma.


"Maafkan abang sayang, maaf.. "


"Maaf..,"


Hanya kata maaf yang terus terucap dari bibir Andrian. Bahkan Andrian sampai mengigit bibirnya supaya isakannya tidak keluar. Entah apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa Andrian seperti itu. Seakan sedang menghadapi masalah besar.


Kepada siapa Andrian tersimpuh selain pada istrinya yang tak merespon sama sekali.


"Abang berdosa hiks.. hiks.. "


Tak ada yang bisa menenangkan Andrian dalam keadaan ini. Andrian seakan sedang dalam titik ketakutan. Tapi apa yang membuat Andrian takut. Apa terjadi sesuatu sampai keadaannya yang tak bisa di katakan baik-baik saja.


Karena tak sanggup berhadapan dengan sang istri Andrian berjalan gontai ke kamar mandi. Andrian mengguyur tubuhnya di bawah shower. Tak peduli bajunya basah dengan rasa dingin yang mulai meruak.


Ingin sekali Andrian berteriak meluapkan segala kesesakan ini. Tapi, Andrian tak tahu caranya. Hanya isak tangis yang terus terdengar dari bibir Andrian yang mulai memucat.

__ADS_1


Andrian menenggelamkan kepalanya diantara kedua lututnya.


"Bang!"


Andrian tersentak kaget ketika mendengar suara sang istri. Bahkan suara sang istri seolah menarik kembali kesadaran Andrian.


Tapi, tak ada satu orangpun di dalam kamar mandi. Andrian hanya sendiriaan.


"Bang!"


Suara itu terngiang jelas di telinga Andrian. Andrian seakan orang kesetanan langsung membuka pintu kamar mandi.


Andrian tertegun melihat sang istri masih berbaring di tempat semula. Tak ada yang berubah sedikitpun. Lalu, suara siapa tadi yang memanggilnya. Andrian tidak gila kan!


Andrian berjalan mendekati sang istri, lalu naik perlahan keatas ranjang. Perlahan Andrian memeluk tubuh Asma dengan tangan dinginnya.


Entah sadar atau tidak, Andrian memeluk erat sang istri seolah Andrian mencari kehangatan tubuh sang istri. Andrian tidak sadar bahwa apa yang dia lakukan membuat jarum infus semakin menusuk pada lengan Asma.


Pelukan Andrian mengerat dengan mulainya tubuh Andrian menggigil. Keringat dingin mulai keluar dari pelipisnya dengan mata yang tak kunjung berhenti mengeluarkan cairan bening. Bahkan air mata Andrian membasahi wajah Asma yang Andian peluk.


"Abang sudah melakukan kesalahan, maafkan abang. Tolong jangan marah, abang tak sengaja. Percayalah..."


"Maafkan abang.. "


"Maaf.. "

__ADS_1


"Maaf.. "


Andrian terus saja bergumam kata maaf dengan suara yang mulai menghilang. Entah Andrian tidur atau pingsan kita tak tahu. Hanya bibirnya saja yang terus bergerak mengeluarkan kata maaf.


Maaf untuk apa!


Andrian seakan benar-benar ketakutan. Tak biasanya Andrian bersikap seperti itu. Apa yang Andrian alami seakan sebuah masalah besar hingga Andrian ketakutan seperti orang gila.


Bukankah tadi meeting baik-baik saja, lalu kenapa pulang dengan keadaan mengenaskan.


Kita tidak tahu apa yang menimpa Andtian. Hanya Allah yang tahu persisnya.


Hingga tak ada lagi suara dari bibir Andrian. Andrian benar-benar sudah tertidur. Numun wajahnya nampak gelisah dengan kerutan di dahinya.


Andrian mengeratkan pelukannya seakan Asma adalah guling. Jika saja Andrian sadar, dia pasti akan menyesal telah menyakiti istrinya. Biasanya Andrian tidur dengan memeluk sang istri begitu lembut karena takut menyakiti istrinya. Tapi kali ini, Andrian seakan lupa akan semuanya.


Entah, rahasia apa yang Allah tunjukan pada sepasang manusia yang tak bisa saling meninggalkan.


Bahkan para malaikat pun begitu iba melihat sepasang kekasih yang tak bisa meluapkan kerinduan cinta yang memuncak. Hingga diam-diam para malaikat merayu sang Robbi untuk memberikan jalan terbaik untuk hambanya.


Bersambung...


Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, Dan Vote...


Terimakasih. .

__ADS_1


__ADS_2