
Prang...
Sebuah kamar yang nampak luas nan rapih kini berantakan seperti kapal pecah.
Tangannya mengepal erat dengan sorot mata tajam penuh amarah.
Entah apa yang terjadi pada wanita itu. Dia seakan kesurupan menghancurkan semua benda di dekatnya. Bahkan benda kesayangannya pun hancur tak terbentuk.
Ada yang salah, namun apa!
Apa yang terjadi hingga membuat wanita itu nampak mengerikan. Bahkan siapapun yang ada di dalam ruangan yang sama pasti mereka menahan nafas melihat aura kelam yang keluar dari diri wanita itu.
"Sialan ahhhh... "
"Kenapa lagi-lagi gagallll... aku harus membunuhnya.. dia harus ku singkirkan agar rencanaku tak berantakan!!! "
Prang...
Amukan wanita itu sungguh mengerikan bahkan ponsel yang dia pegang juga menjadi korban amarahnya.
Makian, bentakan terus keluar dari wanita itu meluapkan segala kesal dan amarah yang ada.
Seakan amarah itu sudah lama terpendam, kini keluar dengan kobaran yang besar.
Sungguh mengerikan, bahkan syetan pun seperti ketakutan melihat amarah wanita itu.
"Aku harus menyingkirkan orang-orang yang menghalangiku, dan Riko kau orang pertama yang harus ku singkirkan ahhh... brengsekkk.."
Wanita itu terus saja mengamuk tanpa henti, entah siapa yang berani menghentikan wanita gila itu. Dirinya di kuasai amarah yang sangat menggebu.
Mata tajamnya menatap sebuah photo dengan kobaran cinta. Tepatnya keobsesian tingkat tinggi membuat wanita itu seakan menjadi iblis manusia.
...------...
Sepasang mata mengerjap-ngerjap berat, suara isakan dan bising mengganggu tidur seorang pria.
"Sittt..,"
Perlahan matanya terbuka dengan rintihan. Kepalanya berdenyut-denyut dengan badan yang terasa remuk.
Seolah kesadarannya baru terkumpul, lelaki itu membulatkan kedua matanya menatap tak percaya pada tubuhnya yang toples. Dan, kegaduhan di luar membuat lelaki itu menyerngit. Tapi, jantungnya berdekup kencang ketika menyadari ada seseorang di sebelahnya.
Deg...
Riko terkejut dengan apa yang dia lihat, rasanya ini tidak mungkin. Bagaimana bisa ini terjadi. Hal gila apa yang Riko lakukan, tidak! dirinya bukan laki-laki bajingan.
"I-Indri..., Ap.. apa yang terjadi? ke.. kenapa seperti ini!"
__ADS_1
Indria menatap tajam pada Riko, dengan air mata yang terus mengalir. Bagaimana mungkin Riko malah bertanya dengan apa yang sudah dia lakukan padanya.
"Kau bertanya apa yang ku lakukan, harusnya aku bertanya, apa yang kau lakukan padaku semalaman, hah!"
Riko terperanjat kaget mendengar bentakan dan tatapan kebencian dari Indria. Riko berusaha keras mengingat apa yang terjadi. Riko seakan tak sadar bahwa di luar mobilnya sudah di kelilingi orang-orang.
"Tenang dulu ibu-ibu bapak-bapak, sabar. Kita selesaikan masalah ini baik-baik!"
"Hey, pak Amil, baik-baik bagaimana. Itu orang sudah berbuat mesum dan mengotori wilayah kita!"
Bentak ibu-ibu bulat dengan tatapan sinis.
"Betul, anak zaman sekarang memang tak tahu malu. Berbuat mesum di dalam mobil. Harusnya di hotel!"
"Kita nikahkan saja mereka!"
"Setuju!"
"Mereka harus menikah, enak saja berbuat zina di tempat kita,"
"Hey.. keluar anak muda.. "
Dor.. dor...
Orang yang bernama pak Amil hanya bisa mundur karena tak bisa menenangkan warga. Kalau sudah begini Di harus apa. Apalagi ada ibu-ibu yang mulutnya kaya jalan tol saja.
Riko baru sadar apa yang terjadi pada dirinya. Tangan Riko mengepal erat dengan mata memerah. Tapi, amarah Riko kembali sirna tetkala mendengar isakan Indria yang semakin kencang. Riko baru sadar, bahwa Indria memakai baju kemejanya. Riko ingat karena baju Indria telah dia robek.
Dalam keadaan genting begini Riko berusaha tenang. Jika dia ikut panik bagaimana menenangkan Indria. Riko sudah pasrah, apapun yang terjadi Riko akan mempertanggung jawabkan semuanya.
"Jangan keluar, mereka pasti menggerebek kita,"
"Lalu kita harus apa, mereka tak akan berhenti menghakimi kita!"
"Ini semua gara-gara kamu bajingan.., aku benci.. kamu menghancurkan hidupku hiks.. hiks.."
Riko bingung harua bagaimana menghadapi situasi seperti ini. Di sisi lain Riko kasihan dengan Indria pasti mental wanita ini tertekan. Di sisi lain, Riko juga tak bisa menghentikan aksi orang-orang di luar sana.
Prang...
Riko terkejut, dengan sigap Riko menarik Indria kedalam pelukannya. Supaya tubuh Indria tak mengenai kaca mobil yang warga pecahkan. Untung saja, Riko tadi sudah memakai celananya walau tubuhnya tak memakai baju, karena bajunya Indria yang pakai. Al hasil, serpihan kaca sebagian mengenai punggung Riko.
Riko dan Indria di seret masuk ke kantor desa. Dan, sialnya meman mobil Riko berhenti tepat di depan kantor desa.
Riko tak memperdulikan rasa sakit di punggungnya. Riko berusaha melindungi Indria agar tak mendapat bahaya dari ibu-ibu.
"Ayo, pak Amil, langsung nikahkan mereka. Pasangan mesum ini harus di nikahkan. Agar wilayah kita tak mendapat sial!"
__ADS_1
"Sabar ibu-ibu bapak-bapak. Kita tak bisa langsung menikahkan mereka. Karena harus ada wali mereka,"
Indria hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada Riko. Terlalu malu jika di lihat. Bagaimana kalau ada yang memphoto atau vidio mereka. Bisa hancur reputasi Indria sebagai putri tunggal Bagaswara. Bahkan sekedar menolakpun Indria tidak sanggup, karena terlalu malu, benci dan marah menjadi satu.
Entah takdir apa hari ini. Kenapa sampai ada kejadian seperti itu.
Tatapan seorang pria paruh baya menghunus tajam pada laki-laki yang tak memakai baju. Para ibu-ibu langsung di amankan oleh beberapa pengawal yang di bawa pria paruh baya itu.
Entah sejak kapan Samuel, ayah Indrian datang.
"Nikahkan mereka sekarang!"
Deg...
Indrian terlonjat kaget mendengar suara sang ayah.
Indria langsung berhambur memeluk tubuh sang ayah.
"Ayah tolong aku, aku tak mau menikah sama dia hiks.. Indria tak mau!"
"Mau tak mau kamu harus menikah, kamu sudah memperlakukan ayah."
Samuel sebenarnya kasihan melihat keadaan putri semata wayangnya. Tapi, mau bagaimana lagi. Hari ini, kekuasaan Samuel tak bisa berguna karena ini sudah mencoreng nama baik putrinya dan juga keluarganya. Apalagi sang anak di gerebek warga dan sialnya tepat berada di kantor desa. Tak mau ambil resiko, Samuel menikahkan putrinya dengan Riko.
Entah ini takdir atau apa!
Samuel baru berencana mau menjodohkan putrinya dengan anak rekan bisnis sekaligus sahabatnya. Karena Samuel tak mau anaknya terus mengejar cinta Andrian yang sampai kapanpun tak bisa Indria gapai.
Tapi, belum juga Samuel mengutarakan keputusannya. Insident memalukan menghampirinya.
Alangkah terkejutnya Samuel, jika laki-laki yang bersama putrinya adalah anak dari rekan bisnisnya yang akan di jodohkan dengan Indria. Walau Samuel sempat terkejut dengan penampilan Riko, karena setahu Samuel Riko berpenampilan culun dengan kaca mata bulat yang selalu menghiasi hidungnya.
Tapi, kali ini. Riko nampak berbeda, terlihat gagah dan berkarisma.
Pantas saja, Samuel tidak mengamuk dan meninju laki-laki yang sudah melecehkan putrinya. Nyatanya Riko calon menantunya malah sekarang jadi menantu beneran tanpa harus ada penolakan dari Indria.
Mungkin, jika laki-laki bukan Riko. Dari tadi laki-laki itu sudah habis babak belur.
Satu yang tak Indria sadari, kenapa ayahnya tak marah. Malah mendukung keputusan pak Amil dan kepala desa.
Behitupun Riko, tak menyadari dengan reaksi daddy nya yang justru mendukung pernikahan dadakan ini.
Indria hanya bisa menangis dan menangis meratapi nasib buruknya. Pupus sudah harapan Indria memiliki Andrian.
"Ahhh...."
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote...