
"Indria wanita yang baik ternyata ya,"
"Ya, begitulah sayang,"
Balas Andrian ketika mereka sudah masuk kamar dan baby Amar juga sudah tidur.
"Bang?"
"Kenapa!"
"Terimakasih karena sudah setia sama Asma, terimakasih karena selalu jaga Asma. Terimakasih untuk semuanya,"
Lilir Asma sambil memeluk posesif Andrian. Asma sebenarnya sedikit terkejut, ternyata wanita yang mengejar-ngejar suami wanita cantik dan berkelas. Asma tak bisa membayangkan kalau suaminya tergoda. Dulu Asma menyuruh sang suami menikah lagi karena Asma sangat pasrah dengan keadaannya.
Bagaimana kalau dulu ucapannya terjadi dan ketika bangun Asma menyaksikan suaminya bersama wanita lain. Membayangkannya saja membuat Asma bergidik ngeri. Nyatanya Asma belum bisa ikhlas akan kata poligami.
"Hey, kenapa menangis!"
Asma hanya bisa diam, tak bisa berkata-kata. Bahkan sekedar mengungkapkannya saja membuat Asma berat. Asma malah mengeratkan pelukannya, seolah takut suaminya akan di ambil orang.
Andrian hanya bisa mengelus punggung sang istri. Sesekali mencium puncak kepalanya. Membiarkan Asma menumpahkan segala rasa yang membelenggu hatinya. Andrian hanya diam, menjadi sandar buat sang istri.
"Asma sangat mencintai Abang karena Allah,"
"Abang, jauh lebih mencintai kamu. Istriku, bidadari ku!"
Asma kembali memeluk tubuh sang suami begitu erat. Entah akan ada badai apa lagi yang menguji cinta mereka. Asma hanya berharap dia bisa melewati semuanya bersama sang suami.
__ADS_1
Bukankah cinta selalu beriringan dengan ujian. Karena cinta tak selamanya manis, tak selamanya juga pahit. Apa kalanya kepahitan bertemu manis, di situ kita di uji akan tetap atau pergi.
Tak ada cinta abadi di dunia ini, semuanya memiliki porsi masing-masing. Karena cinta yang sesungguhnya hanya Rasulullah yang bisa mendeskripsikan nya.
Begitupun Asma dan Andrian, mereka hanya berusaha menjaga cinta dan pernikahan mereka dari orang-orang yang akan menghancurkannya.
Karena keimanan selalu di uji dengan nafsu.
"Sudah, jangan menangis lagi. Kamu adalah wanita istimewa yang Allah kirim untuk mendampingiku. Harusnya aku yang berterimakasih. Terimakasih karena sudah mau bertahan, terimakasih karena sudah mau berjuang. Terimakasih karena sudah mau sabar dan ikhlas menerima laki-laki semacam aku. Sayang adalah segalanya bagi Abang, tak pernah terlintas di benak Abang untuk mendua walau itu sayang sendiri yang meminta. Tak akan bisa Abang menggantikan sayang di hati Abang, gak akan!"
Tegas Andrian membuat Asma tersentuh oleh kata-kata itu. Asma terhanyut dalam dekapan hangat sang suami.
Tak ada yang bisa di ragukan lagi bagaimana kesetiaan Andrian pada Asma. Semuanya tak bisa di ukur oleh apapun. Begitupun cinta Asma pada suaminya, semuanya murni tak ada sebuah alasan. Cinta itu datang mengalir begitu saja, sampai tumbuh menjadi subur dan berbuah manis.
Kehadiran baby Amar bukti buah cinta Andrian dan Asma yang mereka rajut penuh kesabaran, keridhoan dan keikhlasan.
"Tapi Asma belum ngantuk!"
"Kenapa? besok sayang checkup. Semoga saja kaki sayang benar-benar di nyatakan sembuh total."
"Tapi mata Asma gak mau merem!"
Rengek Asma sambil mengedip-ngedipkan kedua matanya. Di mata Andrian Asma seperti sedang menggodanya. Bahkan Asma sampai membuka matanya dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.
"Coba Abang lihat matanya!"
Andrian mendekatkan wajahnya, tapi mata Andrian bukan fokus pada kedua mata Asma melainkan pada bibir sang istri yang terbuka seakan menantang dirinya untuk di kecup. Seakan bibir itu memanggil Andrian untuk semakin dekat.
__ADS_1
Cup ...
Asma membulatkan kedua matanya ketika sang suami tiba-tiba mengecup bibirnya. Ini bukan sekedar di kecup tapi Andrian menyesapnya seakan menyesap rasa manis di bibir sang istri.
"Emmhh ... bang,"
Asma sungguh kehabisan nafas akibat resapan sang suami.
Asma menatap sang suami yang nampak di selimuti kabut gairah.
"Bang?!"
"Sayang boleh ya?"
Asma hanya bisa mengangguk karena tak bisa berkata-kata.
Malam ini mereka mengarungi samudera cinta kenikmatan yang semua orang selalu menyebutnya surga dunia.
Saling memberi kenikmatan yang tak bisa di jabarkan oleh kata. Ungkapan cinta selalu mereka lontarkan di setiap puncak kenikmatan yang mereka dapat.
Malam yang terasa dingin menjadi hangat ketika tubuh mereka bersatu. Tak ada penghalang yang menghalangi masuknya keangkuhan cinta pada rumah tempatnya dia memberi sebua kehidupan.
Lalu, nikmat Tuhan mu yang mana yang kau dustakan.
Bersambung...
Jangan lupa Like Hadiah, Komen, dan, Vote Terimakasih....
__ADS_1