Meraih Keridhoan bersamamu

Meraih Keridhoan bersamamu
Bab 8 Kak Laila!


__ADS_3

"Sayang jangan lupa, minum obatnya, jangan terlalu lama berjemur diluar. Ingat nanti pantat kamu sakit,"


Andrian dari tadi terus berbicara bak emak-emak saja. Membuat Asma hanya mengangguk saja sambil memakaikan dasi pada sang suami.


"Sudah ganteng,"


Ucap Asma sambil menepuk-nepuk dada bidang sang suami membuat Andrian mengulum senyum sambil menarik pinggang sang istri merapat pada tubuhnya.


Andrian memang selalu berpakaian rapih jika pergi ke lestoran sesudah di sana maka Andrian akan mengganti baju dengan pakaian ala chef.


"Bang..,"


Andrian memicingkan matanya menatap gelagat aneh sang istri.


"Ada apa, apa ada yang sayang butuhkan, hm."


"Bo.. boleh Asma ikut ke lestoran!"


Cicit Asma hati-hati takut sang suami marah. Jujur saja Asma sangat bosan terus berada di rumah. Asma ingin suasana baru yang membuat hatinya nyaman.


Andrian menghembuskan nafas pelan melihat wajah sang istri yang memelas membuat Andrian tak tega. Andrian tahu selama ini sang istri tak pernah membantah perintahnya. Kalau Asma tak di ajak Andrian takut mod sang istri malah berubah.


"Boleh, tapi diam di ruangan abang ya, jangan ikut ke dapur,"


Cup...


Asma mengecup sekilas bibir sang suami dengan senyum mengembang di bibirnya. Asma sangat bahagia karena Andrian mengijinkannya.


"Mulai nakal ya!"


"Itu hadiah buat abang, terimakasih bang. "


"Sama-sama sayang, kalau begitu ganti baju gih abang tunggu di ruang tamu,"


"Siap bos, "


Dengan semangat Asma berganti pakain, entah kenapa Asma ingin sekali pergi ke lestoran sang suami. Asma hanya kengen suasana lestoran sang suami yang begitu unik desaintnya. Apalagi pasti sekarang banyak perubahannya.


Sepanjang jalan Asma terus saja tersenyum sambil terus melihat jalan. Hal itu tak luput dari lirikan Andrian. Terkadang Andrian bingung, hal kecil apapun selalu mampuh membuat sang istri tersenyum. Padahal Andrian tak melakukan hal istimewa atau memberikan barang mahal, hanya mengajak sang istri ke lestoran tapi membuat sang istri bahagia seperti itu.


Sesampai di lestoran Andrian membantu sang istri keluar dari mobil dengan hati-hati dan memapah sang istri masuk lestoran.


"Cih, manja. Jalan saja pakai harus di gandeng!"

__ADS_1


"Bukan manja, tapi romantis!"


Lida langsung membalikan badannya tetkala mendengar suara yang menyahutnya.


Deg...


Lida terkejut melihat Chef Arjun yang sudah menatapnya tajam. Membuat Lida gugup dan salah tingkah karena ketahuan membicarakan istri bosnya.


"Balik kerja!"


Lida menunduk langsung masuk ke dapur, Lida menggerutu kenapa ada chef Arjun dan bahkan chef Arjun mendengar ucapan ketidak sukaannya pada istri sang bos.


Silvia yang tak jauh dari sana hanya menggeleng melihat tingkah Lida yang selalu saja cari masalah. Silvia begitu senang melihat kedatangan istri bosnya.


Hari semakin siang membuat para pengunjung semakin banyak apalagi waktu istirahan kantor banyak yang memilik makan di restoran Andrian.


Asma sedang duduk menikmati puding yang sang suami bikin dan beberapa macam makanan lain.


Andrian memang sengaja membuat puding dan beberapa macam makanan untuk sang istri nyemil supaya tak bosan. Sedang Andrian sendiri sedang sibuk memberi arahan pada chef Arjun dan chef Lida untuk membuat resep baru khas masakan Aceh. Yang Andrian sedikit meracik bumbu yang sedikit berbeda.


Lida sesekali mencuri pandang ketika Andrian sedang sibuk memasak. Sangat gagah dan seksi, apalagi hawa panas api kompor membuat wajah Andrian memerah dengan keringat yang keluar membuat Andrian terlihat seksi.


Suami istri itu sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Jika Andrian sibuk di dapur maka Asma sibuk memakan puding rasa melon yang sang suami bikin.


Deg...


Huek... huek...


Jika sudah pusing maka Asma akan merasa mual yang menyiksa dirinya. Jika seperti ini hanya Andrian yang bisa meredamkan rasa mual dan pusing ini. Karena Andrian akan langsung memijat bagian yang sakit.


Asma mengelap bibirnya ketika sudah memuntahkan isi perutnya.


"Kenapa pusing dan mual tiba-tiba datang, huh. Padahal ini sudah enam bulan kenapa aku sesekali masih merasa pusing dan mual."


Monolog Asma heran, sambil berjalan ke arah shopa.


"Astagfirullah, ya Rohman..,"


Lilir Asma ketika kepalanya semakin terasa nyeri. Asma berusaha berjalan menuju Shopa, Asma menyandarkan kepalanya berharap denyutan itu hilang.


Sedangkan Andrian tersenyum ketika selesai membuat makan siangnya untuk dirinya dan sang istri. Andrian dengan semangat keluar dari dapur menuju ruang dimana sang istri tercinta bahagia.


"Assalamualaikum, sayang..,"

__ADS_1


"Waalaikumsalam, bang."


"Astagfirullah, sayang wajah kamu pucat! "


Pekik Andrian langsung meletakan nampan yang dia bawa di atas meja. Andrian duduk di samping sang istri.


"Sayang ayok cepat ke rumah sakit, wajah kamu pucat."


"Tidak, bang. Asma hanya ingin di peluk saja, ini hanya pusing seperti biasa dan agak mual. Mungkin tadi Asma terlalu banyak makan puding dan asinan."


Andrian memeluk sang istri mencoba menenangkan gemuruh di hatinya. Andrian sudah di buat jantungan melihat wajah pucat sang istri. seperti biasa Andrian memijat kepala sang istri lalu mengelus punggung sang istri supaya tidak merasa mual lagi.


"Sayang, andai Allah membagi kesakitan ini mungkin abang siap menerimanya!"


"Ini sebuah kenikmatan yang tak bisa Asma jabarkan. Asma merasa bahagia bisa merasakan bagai mana ngidam dan ini begitu ajaib dari pada ngidam para ibu-ibu yang Asma baca di artikel."


Lilir Asma, karena sungguh rasanya Asma tal bertenaga. Tapi, pijatan sang suami mampuh sedikit meremdam rasa nyeri dan mual.


"Apa sayang membawa obatnya? "


"Ada di tas bang, "


"Ya sudah, makan dulu lalu minum obatnya!"


Dengan telaten Andrian menyuapi sang istri walau Asma meringis karena mual. Tapi, Andrian tahu, apa yang membuat sang istri begini. Akan tetapi Andrian tidak bisa apa-apa yang bisa Andrian lakukan hanya tenang agar sang istri tak curiga.


"Sebelum pulang, kita periksa ya. Abang takut terjadi apa-apa pada kamu dan baby!"


"Tapi kan minggu depan jadwal periksanya!"


"Gak pa-pa sayang, abang hanya ingin memastikan kalian baik-baik saja! "


Ucap Andrian ambigu, tapi Asma hanya bisa mengartikan kalau kepanikan dan kecemasan sang suami karena mengidam. Padahal mual dan pusing itu sudah biasa, tapi Asma juga terkadang merasa heran. Apa ada orang hamil ngidam sampai enam bulan bahkan mau menginjak tujuh bulan!


Sesudah selesai meminum obat Andrian langsung membawa sang istri ke rumah sakit. Asma hanya pasrah saja akan titah sang suami. Padahal Asma hanya pusing dan mual saja. Biasanya Andrian yang selalu tenang jika sang istri kesakitan. Tapi, Asma sedikit merasa kalau kecemasan sang suami begitu berlebih.


Dengan hati-hati Andrian memapah sang istri keluar lestoran. Andrian ingin menggendong sang istri tapi Asma menolaknya karena malu.


"Kak Laila!"


Deg...


Bersambung....

__ADS_1


Jangam lupa Like dan Vote....


__ADS_2