
Bugh..
"Kemana saja kau selama ini, hah.. "
"Kau kabur dari kecelakaan itu.. "
Bugh... bugh...
Andrian meluapkan amarahnya yang sudah satu minggu ini dia pendam.
Sudah satu minggu dari kejadian itu, Riko baru muncul. Dan, itu membuat Andrian emosi langsung menghajar Riko. Jika saja tak ada Arjun yang melerai mungkin wajah tampan Riko akan rusak.
"Ada apa dengan kalian! bisakah selesaikan masalah dengan baik-baik!"
Andrian terdiam, entah kenapa semenjak kejadian satu minggu yang lalu emosinya selalu tak terkontrol. Bahkan Andrian sering kali tak menyapa baby Amar. Rasa bersalah dan takut membuat diri Andrian terguncang. Apalagi keadaan sang istri masih tak ada perubahan. Bertambah beban pula bagi Andrian, bahkan kejadian itu tak Andrian ceritakan pada keluarganya.
Begitupun Riko terdiam dengan nafas yang masih tersegal karena tiba-tiba Andrian meninjunya. Riko tahu apa yang dirasakan Andrian. Tapi, satu yang gak Andrian tahu tentang kenapa Riko selama seminggu menghilang.
Riko bukan menghilang, melainkan berusaha menenangkan Indria yang selalu menangis dan menangis. Hingga terpaksa Andrian harus membawa Indria ke apertemen nya berharap hubungan mereka akan dekat dan menerima satu sama lain. Tapi, sejauh ini hubungan mereka malah semakin buruk. Bahkan Indria tak hentinya menjerit dan menangis. Sampai terpaksa Riko mengurung Indria di apertemennya.
Walau, sedikit tak di setujui oleh kedua orang tua dan kedua mertuanya. Riko meyakinkan mereka, tinggal satu atap berdua lebih baik supaya bisa membuat mereka cepat dekat. Cuma satu yang Riko minta pada ayah mertuanya. Untuk tetap menyembunyikan identitas, siapa Riko sebenarnya.
"Rik, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Ada apa dengan kalian, bahkan Andrian akhir-akhir ini dia seperti kehilangan arah!"
Hati Riko sedikit iba, apalagi terlihat jelas oleh Riko. Kantung mata, yang menunjukan bahwa Andria sering bergadang dengan mata sayu menunjukan bahwa Andrian sering menangis.
Pada akhirnya, Riko menceritakan semuanya dari mulai Riko merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya setelah meminun jus punya Andrian. Riko juga berkata, dia tak berniat pergi dari tempat kejadian kecelakaan itu. Cuma waktu itu tubuh Riko semakin panas dan butus di lepaskan. Riko juga sebenarnya berusaha bilang pada Andrian akan pergi. Karena tak kuat menahan panas di tubuh Riko, Riko langsung pergi dan alangkah terkejutnya Riko mendapati Indria ada di dalam mobil itu. Hingga...
Riko tak bisa menjelaskan apa yang terjadi selanjutnya. Bahkan Riko sendiri merasa sakit jika mengingatnya. Riko menunduk, bingung bagaimana harus mengatasi masalah dirinya sendiri.
Andrian dan Arjun terkejut mendengar cerita Riko. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi.
__ADS_1
"Aku yakin, sebenarnya target itu kamu Ndri, tapi Allah masih melindungi kamu. Cuma yang aku gak ngerti, siapa yang tega mau menjebak kamu. Kemunculan Indria secara tiba-tiba, kecelakaan, semuanya membuat aku bingung. Aku sempat menyalahkan Indria akan kejadian ini, karena secara kebetulan Indria tiba-tiba ada di dalam mobil, tapi Indria membantah keras. Bahkan sampai sekarang mental Indria terguncang.. "
"Maaf, "
Andrian memeluk sahabatnya sambil meminta maaf. Entah harus bersyukur atau sedih. Andrian tidak tahu. Mungkin, bersyukur adalah yang paling utama yang Andrian lakukan.
Riko benar, andai saja Andrian meminum jus itu, mungkin kehancuran yang akan Andrian alami.
Arjun hanya bisa diam memasang telinga, karena Arjun juga bingung, reaksi apa yang harus dia tujukan.
"Ndri, apa kamu masih berurusan dengan masa lalu?"
"Astagfirullah, itu tidak akan terjadi. Aku sudah meninggalkan semuanya, kalian tahu itu!"
"Jangan-jangan paman gilamu Ndri, aku dengar dia sudah bebas dari penjara. Apa mungkin dia balas dendam!"
Celetuk Arjun yang dimana membuat Andrian terdiam dengar rasa was-was.
Tiga laki-laki itu saling diam dengan pikirannya masing-masing. Mungkin di antara mereka, pikiran Andrian yang lebih kacau.
"Maafkan aku Rik, karena aku kamu jadi korban!"
"Aku gak pa-pa, aku bisa ngatasi masalahku sendiri!"
"Alah, bilang aja loe bersyukur. Pada akhirnya loe bisa menikahi dewi pujaan loe!"
"Itu salah satunya, tapi aku juga kasihan sama keadaannya. Mental Indria jadi terganggu dan aku merasa menjadi laki-laki bejat!"
Arjun diam kembali merasa ucapan yang dia lontarkan salah.
"CCTV.. iya cctv, Ndri kita harus lihat cctv kejadian itu!"
__ADS_1
Andrian dan Riko salong pangdang hingga tanpa kata Andrian duduk di kursi kebesarannya di ikuti Riko dan Arjun. Kenapa Riko tak enggeh akan cctv.
Hati Riko begitu berdebar, takut jika mengetahu pakta yang menyakitkan. Begitupun Andrain hatinya was-was tak menentu. Hanya Arjun di sini yang bersikap santai saja.
Rekaman cctv berputar, di sana tak memperlihatkan kejadian aneh. Hanya saja tingkah Indria yang begitu mencurigakan ketika berbisik pada salah satu pelayan.
Dan, tatapan mata Indria terus tertuju pada Andrian. Ada rasa sakit di hati Riko melihat itu semua.
Tidak memperlihatkan lagi rekaman cctv lain yang mencurigakan. Setiap sudut lestoran Andrian memang memasang cctv. Cuma satu bagian yang tidak, yaitu bagian dapur.
"Tunggu! Ar kamu sedang apa di sana dengan Lida. Dan, kenapa Lida sebelumnya seperti mengintip sesuatu?"
Riko dan Andrian kini menatap Arjun mencoba mencari petunjuk.
"Oh, waktu itu aku menegor Lida yang seperti sedang memerhatikan seseorang. Lida juga sempat bilang sambil menunjuk, jika dia merasa curiga dengan tingkah Indria. Waktu itu aku pikir Lida hanya beralasan saja tak mau kerja. Hingga aku menariknya masuk ke dapur karena ada dua pesanan yang tak bisa aku masak sendiri. Kalian juga bisa tanya Silvia, dia juga tahu kok,"
Kini, satu-satunya tersangka mengarah pada Indria. Karena memang di dalam rekaman cctv itu hanya Indria yang berlaga mencurigakan. Apalagi pelayan yang berbincang dengan Indria adalah pelayan yang sama yang mengantarkan minuman pada meja Andrian.
Jika benar begitu, sungguh hancur hati Riko. Terus apa tangisan Indria selama ini. Apa dia hanya pura-pura saja agar Riko tak menyudutkannya.
Kini tatapan Arjun dan Andrian mengarah pada Riko yang diam. Mereka tahu apa yang dirasakan Riko saat ini.
"Ndri, apa yang akan kamu lakukan setelah mengetahui semuanya. Aku tidak masalah jika kamu akan menghukum Indria!"
"Aku ingin marah mengetahui pakta ini. Tapi aku juga bersyukur Allah melindungiku melalui kamu. Indria sekarang sudah menjadi istri kamu. Aku serahkan saja pada aku, karena yang berhak atas Indria kamu. Aku hanya tak ingin lepas kendali jika aku menghukumnya. Aku tahu kamu punya banyak cara menyadarkan Indria, apalagi di sini juga kamu korban!"
"Terimakasih, Ndri. Aku hanya tidak menyangka saja. Indria bisa melakukan hal keji seperti itu."
Andrian tak bisa berkata apa-apa lagi. Karena bingung harus berkomentar apa. Begitupun Arjun yang memang tak tahu harus apa.
"Kalau begitu aku pulang dulu, aku ingin memastikan sesuatu!"
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote...