Meraih Keridhoan bersamamu

Meraih Keridhoan bersamamu
Bab 45 Ketemu sahabat


__ADS_3

"Sayang yakin!"


"Iya Albi, Asma sudah lama gak ke lestoran. Itung-itung mengenalkan Am pekerjaan abi nya,"


"Tap-"


"Albi!"


Andrian mengangguk pasrah ketika melihat wajah istrinya yang memelas. Bukannya Andrian tak mau membawa istrinya, tapi Andrian belum siap membuat kegaduhan semua orang jika mengetahui istrinya sudah sembuh. Apalagi Andrian belum bisa menangkap orang yang menjebaknya.


Andrian takut, kemunculan sang istri malah membuat dalam bahaya.


"Terimakasih Albi,"


Cup ...


Asma mencium pipi Andrian saking bahagianya. Sudah lama dia tak ke lestoran, entah bagaimana sekarang ke adaan lestoran suaminya. Yang jelas Asma sudah kangen bertemu dengan Silvia.


Ternyata tidak banyak berubah dari restoran suaminya. Dari dulu memang seperti ini. Bahkan ruang pribadi Andrian tak ada satupun yang di rubah semua posisinya tetap sama.


Asma sesampai di restoran sambil menggendong Am berkeliling melihat di setiap sudut restoran.


Desak desuk kehadiran Asma sudah tersebar bahkan sampai ke telinga Lidia. Silvia yang mendengar Asma sudah sembuh merasa bahagia, dia ingin bertemu tapi pekerjaan di dapur masih banyak.


Sudah puas melihat-lihat Asma istirahat di ruang Andrian karena takut Am kecapean.


"Umi susu .. susu .."


Asma tersenyum mendengar celotehan putranya yang meminta susu. Amar memang sudah tidak meminum Asi eklusif lagi tapi di ganti dengan susu Formal.


Untung Asma sudah menyediakan ya tinggal di sedih saja. Amar tiduran sambil meminum susu yang di kasih Asma. Karena Amar sudah terbiasa seperti itu.


"Albi, Asma ingin bertemu Silvia?"


Andrian menghentikan kegiatannya yang sedang mengetik.


"Ok, Albi panggilkan ya,"

__ADS_1


"Jangan, Asma ke dapur saja. Sekalian masak buat makan siang,"


"No sayang, kamu di sini biar Albi yang panggilkan."


Asma mengangguk setuju karena percuma memaksa juga.


Andrian memanggil Silvia untuk masuk ke dalam ruangannya. Awalnya Silvia sedikit takut namun ketika Andrian mengatakan kalau istrinya ingin bertemu. Silvia langsung antusias.


"Asmaaaa ..."


"Silviaaa ..."


Mereka berpelukan melepas rindu. Sudah satu tahun mereka tidak bertemu. Jangan di tanya bagaimana hebohnya dua wanita jika bertemu. Membuat Andrian geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya.


Begitupun Amar, terkejut akan teriakan sang umi hingga mulutnya menganga.


"Umii ..."


Rengek Amar membuat Asma langsung tersadar dan melihat putranya yang cemberut.


"Nak Salim sama Tante Silvia, ayo"


"Siapa nama kamu nak,"


"Amar,"


Ucap polos Amar sambil mencium punggung tangan Silvia. Silvia begitu gemas melihat bocah kecil yang sangat sopan.


Silvia memangku Amar lalu mendudukkannya di atas pangkuannya.


Dua wanita itu kembali terlibat obrolan, sedang Andrian keluar guna membuat makan siang buat mereka.


Ada banyak cerita yang di ceritakan Silvia ketika Asma koma. Asma menanggapi cerita Silvia dengan berbagai ekspresi.


Sedang Silvia bercerita dengan menggebu-gebu apalagi tentang ketika Andrian suka di goda. Tapi kemudian Silvia tersenyum.


"Kamu beruntung Asma, dapat suami paket komplit. Pak Andrian sangat setia sekali. Bahkan di goda pun tak mempan. Ah ... masih ada gak ya, laki-laki kaya pak Andrian. Kalau ada ya Allah aku minta satu!"

__ADS_1


Asma tertawa mendengar ocehan Silvia, begitupun Silvia ikut tertawa. Amar hanya menjadi kacung saja yang melihat umi dan Tante Silvia mengobrol.


" Beneran Aku Asma, bahkan ketika Lidia deketin pak Andrian yang ada malah sikap ketus yang di dapat. Terlihat pak Andrian kaya benci sekali gitu he .. he..."


Asma hanya memangut-mangut saja sambil berpikir. Ternyata banyak kejadian yang dia tak tahu. Entah senang atau sedih Asma mendengarnya.


Hingga obrolan mereka terputus ketika Andrian datang membawa makanan. Silvia pun pamit keluar. Awalnya Asma meminta Silvia ikut bergabung, namun Silvia tak enak dan Asma mengerti.


"Sini Am sama Abi,"


Amar duduk di pangkuan Andrian, dengan Andrian menyuapi buah pada Amar. Sedang Asma makan, makanannya sendiri


"Melon bi, melon .."


"Am mau melon?"


Andrian menyuapi Amar melon, dengan lahap Amar memakannya.


Asma tersenyum ketika dari tadi Andrian menyuapi Amar tanpa dia menyuapi dirinya sendiri.


"Bi, Aaaa .."


Asma menyodorkan suapan pada Andrian. Awalnya Andrian menolak tapi Asma memaksa. Hingga sepasang keluarga itu saling siap menyuap.


Asma menyuapi dirinya sendiri dan Andrian, sedang Andrian menyuapi Amar. Sungguh pemandangan yang sangat indah bukan.


Mereka menghabiskan waktu bersama, sesudah di lestoran. Andrian membawa istri dan anaknya jalan-jalan. Terutama Amar yang memang meminta beli mainan. Padahal mainan di rumah sudah banyak pembelian dari nenek dan omnya.


"Lelah?"


Asma hanya mengangguk saja membuat Andrian tersenyum Apalagi Amar sejak tadi sudah tidur.


"Kita pulang ya,"


"Iya Albi,"


Andrian memutuskan pulang apalagi ini sudah sore.

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, dan Vote Terimakasih


__ADS_2