
Gadis malang itu bernama Xiao Ling. Dia baru menyadari bahwa keluarga yang selama ini merawatnya bukanlah keluarga kandungnya. Dia hanya seorang anak angkat yang tidak jelas asal usulnya. Kenyataan ini dia ketahui saat usianya dua puluh delapan tahun. Selama itu pula keluarganya telah menyembunyikan jati diri Xiao Ling dari dunia.
Lalu… apakah ada yang berubah dari perlakuan keluarganya? Tidak. Papanya tetap menganggapnya sebagai putri bungsu di keluarganya. Mamanya tetap membelai lembut rambutnya setiap malam menjelang tidur. Kakaknya, Xiao Lung, tetap menyayanginya sebagai adik kecilnya. Dan neneknya, tetap membencinya. Bagi nenek, Xiao Ling adalah penyebab kematian suaminya. Lebih tepatnya, ayah Xiao Ling yang telah membunuh kakek.
__ADS_1
Dua puluh delapan tahun yang lalu, sesaat setelah Xiao Ling lahir ke dunia, ibunya membawa bayi Xiao Ling ke rumah keluarga angkatnya. Dia meminta keluarga Xiao untuk merawat dan memberikan namanya pada bayi itu. Sedangkan ibunya berniat pergi jauh karena dia merasa tidak akan mampu merawat dan membesarkan bayinya seorang diri. Selain itu, semuanya demi keselamatan Xiao Ling. Dia takut ayah Xiao Ling akan melakukan sesuatu yang buruk terhadap putri kecilnya itu.
Ayah kandung Xiao Ling adalah seorang pria yang kasar dan pecandu alkohol. Selama kedua orangtuanya
__ADS_1
Enam bulan setelah kelahiran Xiao Ling, ayahnya datang ke keluarga Xiao ingin mengambil Xiao Ling. Setiap hari hidupnya tidak tenang karena dikejar debt collector. Dia memiliki banyak hutang, karena memang selama ini dia tidak bekerja. Dia hampir terbunuh setiap bertemu dengan penagih hutang itu. Dalam pikirannya, dia harus menemukan istri atau anaknya untuk dijual agar mendapatkan uang. Dengan uang itu, dia bisa membayar hutangnya dan tentu saja dia bisa membeli alkohol.
Setelah tahu jika Xiao Ling dirawat oleh keluarga Xiao, yang merupakan sahabat dari istrinya, ayahnya berusaha mengambil Xiao Ling. Tapi keinginannya tidak berjalan mulus. Saat dia hendak keluar dari rumah Xiao dengan membawa Xiao Ling dalam gendongannya, kakek Xiao menghalanginya. Hingga terjadi perlawanan antara keduanya. Meskipun sudah tua, kakek Xiao masih punya kekuatan untuk bertarung dengan lelaki yang lebih muda darinya. Keduanya saling melawan dengan sengit hingga Xiao Ling terlepas dari tangan ayahnya dan jatuh ke lantai. Kakek Xiao segera mengambil Xiao Ling yang menangis histeris sejak tadi dan berjalan kearah telepon untuk menghubungi polisi. Tanpa disadari, ayah Xiao Ling sudah mengeluarkan sebilah pisau dan menusuk perut kakek Xiao.
__ADS_1
Tepat saat itu, Papa dan mama Xiao Ling datang. Dengan sigap papa melumpuhkan ayah Xiao Ling. Mama memeluk Xiao Ling dan segera menghubungi ambulans serta polisi. Namun sayang, nyawa kakek Xiao tidak tertolong. Beliau menginggal diperjalanan menuju rumah sakit. Sejak saat itulah nenek Xiao membenci Xiao Ling setengah mati. Hatinya telah tertutup dengan kebencian, tanpa sedikitpun rasa sayang bagi Xiao Ling. Baginya, Xiao Ling bukanlah bagian dari keluarganya, bukan cucu termuda di keluarga Xiao.