Mid-Autumn In San Francisco

Mid-Autumn In San Francisco
Bab 35


__ADS_3

“Kau mau pergi? Kemana?” Jane Wang melihat Xiao Ling merapikan dirinya di depan cermin.


“Aku akan bertemu seseorang?”


“Siapa?” Jane Wang penasaran. Disini sepupunya itu hanya mengenal dirinya dan Daniel Chang. Tak mungkin jika seseorang itu Daniel Chang.


“Ibuku.” Jawab Xiao Ling dengan senyum lebar.


“Benarkah?” Jane Wang terkejut sekaligus senang. Akhirnya perjuangan Xiao Ling untuk bertemu ibunya tak sia-sia. “Kau menemukannya dimana?”


“Daniel bilang mengenal wanita dalam foto itu. Hari ini dia akan mempertemukan kami.” Dada Xiao Ling berdebar. Dia gugup. “Jie… bagaimana kalau nanti wanita itu tidak mengakuiku?”


Jane Wang memegang kedua pipi Xiao Ling. “Jangan berpikir yang macam-macam. Bagaimanapun dia tetap seorang ibu.” Dia memeluk dan menepuk pundak sepupunya.


“Dia pasti mengenaliku, kan?”


Jane Wang mengangguk. “Tentu saja.” Dia melepaskan pelukannya. “Apa kau gugup?” Dia bisa membaca ekspresi wajah sepupunya itu.


“Iya jie. Aku senang bisa bertemu dengan ibuku. Tapi aku juga takut kalau nanti semua tidak berjalan dengan baik.”


“Jangan berpikiran buruk. Semua pasti baik-bauk saja. Sekarang pergilah temui ibumu.”


“Baiklah. Aku pergi dulu jie.”


***


“Tunggulah di sini sebentar. Aku akan menjemput ibumu.”


“Baik Daniel.”


Xiao Ling dan Daniel Chang berada di sebuah café tak jauh dari apartemennya. Xiao Ling melihat Daniel Chang masih berdiri di samping kursi yang dia duduki. Pria itu menatap Xiao Ling dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Xiao Ling merasakan keanehan dalam diri pria itu sebelum mereka datang ke café itu.

__ADS_1


Di sepanjang jalan, Daniel Chang hanya diam membisu. Tidak seperti biasanya. Xiao Ling yang lebih banyak bicara. Tapi saat ditanya, Daniel Chang hanya menjawab ‘tidak ada apa-apa.’


“Kenapa Daniel? Apa ada yang salah?”


“Tidak ada.” Daniel Chang masih menutupinya. Dia belum siap untuk mengungkap kenyataan sebenarnya. Sesungguhnya dia tak pernah siap untuk itu. Tapi menutupinya atau menghindarinya tidak akan menghasilkan apa-apa.


“Aku pergi dulu. Kau tunggu sebentar disini.” Daniel Chang mengulang ucapannya tadi.


“Iya Daniel.”


Xiao Ling duduk sendirian menunggu Daniel Chang kembali. Dia merasa sangat gugup. Air putih dalam gelas di depannya sudah berkurang separuh. Sebentar-sebentar dia meneguk air itu, untuk menormalkan debaran hatinya. Juga mengurangi rasa groginya.


Ada banyak pertanyaan di dalam pikiran Xiao Ling. Dia sudah merangkainya sedemikian rupa. Tapi dia tidak yakin dapat mengucapkannya saat bertemu dengan ibunya nanti. Dia tak tahu harus memulainya dari mana. Dia juga tidak tahu apakah harus merasa senang ataukah marah pada ibunya.


Setelah menunggu dua puluh menit akhirnya dia melihat Daniel Chang datang bersama seorang wanita. Benar. Dia wanita yang selama ini Xiao Ling lihat dalam foto. Meski dia lebih cantik dan anggun saat dilihat langsung. Dia juga lebih terlihat lebih muda. Dia adalah wanita yang Xiao Ling lihat saat perayaan festival bulan.


Xiao Ling berdiri saat Daniel Chang dan wanita itu mendekat. Dia tak berkedip menatap wanita itu. Ini seperti mimpi baginya, bertemu dengan orang yang hampir mustahil dapat dia temukan.


“Tidak apa-apa Daniel.” Pandangan mata Xiao Ling tak lepas dari wanita di samping Daniel Chang. Wanita itu tersenyum, dan Xiao Ling membalasnya. Dia tidak menyadari wajah Daniel Chang yang pucat. Menahan perasaan yang berkecamuk di dalam dadanya.


“Xiao Ling ini orang yang semalam aku maksud.” Daniel Chang diam sejenak, mencoba meredam gejolak dadanya. Mengatur ritme napasnya, yang sulit untuk mencerna udara. Dia harus tetap kuat dan tegar di depan dua wanita yang sangat berarti di hidupnya.


“Dia… dia Michelle Liu.” Daniel Chang berhenti sejenak untuk menarik napas. “Dia…Mamaku.”


Sorot mata Xiao Ling bergetar. Tatapannya kosong. Napasnya tercekat di kerongkongan. Kepalanya berputar, tapi bumi yang dia pijak serasa berhenti. Waktu terasa berhenti berdetak. Apa yang baru saja dia dengar? Wanita ini mama dari Daniel Chang? Tidak mungkin. Dia pasti salah dengar.


Xiao Ling menoleh ke arah Daniel Chang, tapi pria itu sudah melangkah pergi. Dia segera berlari mengejar Daniel Chang untuk memastikan pendengarannya. Untuk memastikan kenyataan gila yang baru dia sadari.


“Daniel tunggu.”


Daniel Chang berhenti. Diam di tempatnya tanpa menoleh ke belakang.

__ADS_1


“A-apa maksudmu?”


Daniel Chang mengepalkan tangannya sampai buku jarinya memutih. Dia tetap tidak menoleh. Dia tidak akan bisa menatap bola mata Xiao Ling. Sebisa mungkin dia menghindari itu. “Seperti kataku tadi. Dia mamaku.” Setelah mengucapkannya, dia kembali berjalan pergi. Dengan langkah yang lebih cepat. Dia tidak ingin Xiao Ling kembali mengejarnya.


Xiao Ling mematung disana. Tubuhnya membeku tak bisa bergerak. Ada rasa sakit di dalam dadanya. Dia merasa tak bisa bernapas. Rasa sesak memenuhi rongga hatinya. Cairan bening di sudut matanya meleleh begitu saja tanpa bisa dia bendung.


“Xiao Ling.”


Seseorang memanggil namanya. Dia lupa saat ini dia tidak sendiri. Wanita itu ada disana bersamanya. Tapi dia belum bisa menerima semua ini. Dia hanya ingin pergi dulu dari tempat itu.


“Maaf Nyonya, aku harus pergi.” Xiao Ling meninggalkan wanita itu begitu saja tanpa melihatnya lagi. Dia sama sekali tidak menyangka jika bertemu dengan ibu yang selama ini dia cari akan sangat menghancurkan hatinya. Rasa sakitnya melebihi rasa sakit yang pernah dia rasakan terdahulu.


***


Michelle Liu diam berdiri di tempatnya untuk beberapa saat. Dia merasakan ada sesuatu yang aneh antara Daniel Chang dan Xiao Ling. Mungkinkah Xiao Ling terkejut dan belum siap untuk bertemu dengannya. Tapi firasatnya mengatakan lebih dari itu. Apakah itu?


Michelle Liu mendesah. Dia tidak bisa menemukan alasannya. Lebih baik dia juga pergi. Dia akan memberi Xiao Ling waktu. Benar. Mungkin semua gadis itu belum siap untuk semua yang mendadak ini. Dia akan menemuinya nanti. Ketika gadis itu sudah lebih siap.


Michelle Liu beranjak untuk pergi ke apartemen putranya. Baru saja dia keluar dari café, ponselnya bergetar. Ada satu pesan masuk, dari Daniel Chang.


Maaf Ma, aku tiba-tiba ada urusan mendadak. Aku tidak bisa mengantar Mama pulang. Aku juga sedang tidak ada di apartemen. Mama nanti bisa pulang sendiri, kan?


Michelle Liu mulai mengetik balasan untuk putranya.


Tidak apa-apa. Mama bisa pulang sendiri. Mama akan langsung pulang saja.


Apa sudah selesai pertemuan dengan Xiao Ling?


Dia sudah pergi, tak lama setelah kamu pergi. Mungkin ada urusan mendadak. Atau mungkin karena dia belum siap bertemu denganku.


Michelle Liu kembali mendesah. Tak mengerti apa yang sedang terjadi ini. Dia tidak ingin berpikir yang macam-macam. Dia akan mencari waktu yang tepat untuk menemui Xiao Ling lagi.

__ADS_1


__ADS_2