Mid-Autumn In San Francisco

Mid-Autumn In San Francisco
Bab 17


__ADS_3

Xiao Ling menunggu Daniel Chang dengan sabar. Dia berdiri di depan pintu masuk gedung apartemen sambil memainkan kedua kakinya. Pikirannya masih belum bisa lepas dari kejadian di apartemen pria itu  tadi. Meskipun tidak terkejut, entah kenapa hatinya merasa tidak nyaman. Seperti ada sesuatu yang mengganjal disana. Seingatnya kemarin, pria itu berkata kalau tidak memiliki kekasih. Lalu siapa wanita tadi? Mungkin benar semua perkataan Jane Wang. mungkin wanita tadi adalah salah satu dari sekian banyak ‘teman’ wanita Daniel Chang.


“Masuklah ke mobil.” Panggil Daniel Chang setelah membunyikan klakson. “Pakai sabuk pengamannya.” Lanjutnya saat Xiao Ling sudah duduk di sebelahnya.


Xiao Ling duduk dengan sangat tenang. Dia tak berucap sepatah kata pun. Hanya sesekali melirik pria yang sedang sibuk menyetir di sebelahnya. Dia ingin bertanya tentang wanita yang dia lihat tadi, tapi urung dilakukan. Dia merasa bukan haknya untuk tahu kehidupan pribadi pria ini. Tapi bila tak bertanya, dia sedikit penasaran. Dia bingung.


“Kau biasanya se-pendiam seperti ini?”


“Hah.. apa?” Xiao Ling tidak mendengar Daniel Chang dengan jelas.


“Apa kau memang pendiam seperti ini?” Ulang Daniel Chang.


Xiao Ling hanya menjawabnya dengan seulas senyuman yang membuat Daniel Chang ingin memutar balik mobilnya dan pulang saja. Dia tidak tahan jika saling diam, seperti pasangan yang tidak harmonis yang sedang bertengkar. Apakah harus dia yang memulai percakapan lebih dulu? “Apa aku membosankan?”


“Bukan seperti itu.” Sanggah Xiao Ling.


“Lalu? Kenapa kau diam saja? Kau marah?”


“Tidak juga. Kenapa aku harus marah?” Xiao Ling menghela napas. “Aku hanya tidak tahu harus bicara apa.”


Daniel Chang geli mendengar alasan gadis di sebelahnya itu. “Kau bisa bertanya apapun. Seperti… bertanya siapa wanita tadi. Atau apa yang baru saja kami lakukan.”


“Kurasa itu bukan hakku untuk bertanya tentang kehidupan pribadimu.” Xiao Ling memelankan suaranya. “Aku juga mengerti apa yang kalian lakukan.”


“Benarkah?” Daniel Chang memandang Xiao Ling. Pasti gadis ini berpikir yang bukan-bukan. “Kau pasti salah paham. Itu tidak seperti yang kau pikirkan.” Entah kenapa dia merasa harus menjelaskan ini pada Xiao Ling. Dia tidak ingin gadis ini salah menilai dirinya.


“Kenapa juga salah paham? Jane jie sudah menceritakan tentang dirimu.”


Daniel Chang mengedipkan mata. “Tentang…?”


“Tentang dirimu yang memiliki banyak wanita. Kalau kemarin bilang sudah putus, mungkin dengan salah satu dari mereka.”


“Aku?” Daniel Chang tertawa hambar. “Dia salah. Aku tidak seperti itu.”


Xiao Ling menatap Daniel Chang dengan penuh keraguan.


“Serius. Aku tidak seperti itu. Kau jangan percaya dengan gosip murahan tentangku.”

__ADS_1


“Lalu… seperti apa dirimu?”


“Ehm…” Daniel Chang berpikir. “Seperti… aku menyukai gadis cantik. Sepertimu.”


Deg. Ada sesuatu yang membuat jantung Xiao Ling seperti berhenti. Tapi kemudian membuatnya berdebar. Apa itu? Apakah ini rayuan murahan dari seorang playboy? Sadar Xiao Ling. Kau tidak boleh terbawa perasaan. Semua ucapannya benar-benar seperti ‘pemain’ kelas kakap. Sadarlah Xiao Ling. Jangan sampai terjerat rayuan pria ini.


“Kenapa diam lagi?”


“Tidak apa-apa.” Xiao Ling berusaha meredam gejolak dalam dadanya. Ini bukan apa-apa. Hanya candaan dari seorang pria. “Apa masih jauh?”


“Perempatan depan belok kanan sekitar tiga ratus meter sudah sampai.”


***


“Hello brother.” Daniel Chang menyapa seorang pegawai di kantor catatan sipil. Mereka berjabat tangan dan saling


menyenggolkan lengan. Mereka sudah cukup lama saling mengenal.


“Apa yang membawamu ke sini Daniel?”, tanya pria berkacamata itu.


“Tentu saja ingin menyapamu.” Daniel Chang kemudian memperkenalkan Xiao Ling. “Andy, perkenalkan ini Xiao Ling. Xiao Ling, ini temanku Andy Yang.”


“What do you think? Apakah kami serasi?”


“I think so.”


“Bukan.” Tegas Xiao Ling. “Berhenti bercanda Daniel.” Wajahnya tampak begitu serius.


Andy Yang meminta maaf. “Jadi… ada perlu apa kalian ke sini?”


“Kami ingin meminta bantuanmu.”


“Apa itu?”, tanya Andy Yang penasaran. “


“Kami mencari seseorang yang bernama Liu Yen. Tolong beri kami daftar orang-orang yang bermarga Liu yang tinggal di Chinatown.”


Andy Yang diam untuk berfikir. “Aku tak yakin apakah ini benar. Memberikan data orang lain itu ilegal kau tahu?”

__ADS_1


“Aku tahu. Tapi ini sangat penting. Kumohon.” Pinta Daniel Chang dengan wajah memelas.


Andy Yang diam untuk beberapa saat. Dia berniat membantu temannya, tapi… “Baiklah. Tunggulah sebentar. Aku akan membuat salinannya.”


Xiao Ling dan Daniel Chang dipersilahkan duduk sementara Andy Yang mencari data yang diminta. Tak berapa lama Andy Yang menghampiri mereka. “Ada 26 orang dengan marga Liu dan hanya empat orang yang bernama Liu Yen. Salah satunya sudah pindah ke Sausalito.” Andy Yang memberi secarik kertas.


Daniel Chang dan Xiao Ling membaca kertas yang berisi daftar nama dan alamat dari orang yang bermarga Liu.


“Aku hanya bisa membantu sebatas ini. Jika orang yang kalian cari tidak pernah melapor atau sudah berganti nama, aku tidak bisa apa-apa.” Imbuh Andy Yang.


“Terima kasih Andy.” Ucap Daniel Chang dan Xiao Ling bersamaan.


“Sama-sama. Tapi tolong rahasiakan ini.”


“Tentu saja.” Daniel Chang mengedipkan matanya. “Kalau begitu kami pamit pulang. Terima kasih atas bantuanmu. Aku akan mentraktirmu nimum kapan-kapan.”


“Oke.”


Daniel Chang kembali menjabat tangan dan menyenggolkan lengan seperti saat datang tadi.


“Kita mau kemana lagi?” Tanya Daniel Chang setelah berada di luar gedung kantor.


Xiao Ling melirik jam di tangannya. Pukul 11.00. Hari sudah siang dan perutnya terasa keroncongan karena tadi pagi dia belum makan. Dia ingin pergi membeli bahan makanan. Hari ini dia ingin makan masakan rumah. “Aku ingin berbelanja bahan makanan. Kau nanti bisa turunkan aku di pusat perbelanjaan.”


“Kau bisa masak?”, tanya Daniel Chang sedikit tak percaya.


“Tentu saja.”


“Baiklah. Ayo kita berbelanja dan masak bersama. Aku juga sudah lapar.”


Daniel Chang menggenggam pergelangan tangan Xiao Ling yang membuat gadis itu merasa kurang nyaman.


“Ehm… anu. Daniel. Bisakah kau melepaskan ini.” Lirih Xiao Ling sambil menatap tangannya.


“Oh maaf. Kebiasaanku saat pergi bersama seorang gadis. Aku selalu mengandengnya.” Daniel Chang segera melepaskan tangan Xiao Ling. dia kemudian berjalan di depan, diikuti Xiao Ling di belakangnya menuju tempat parkir.


“Silahkan masuk.” Daniel Chang membukakan pintu mobil untuk Xiao Ling.

__ADS_1


“Terima kasih.” Ucap Xiao Ling dengan tersenyum. Dia merasa bahwa Daniel Chang memang seorang pria yang baik dan juga sopan, meski tak banyak hal yang dia ketahui tentang pria itu. Mungkin nanti, perlahan dia bisa


tahu banyak hal tentang pria itu.


__ADS_2