Mid-Autumn In San Francisco

Mid-Autumn In San Francisco
Epilog


__ADS_3

Malam sebelumnya.


Xiao Ling duduk menghadap meja di dalam kamarnya. Pandangannya tak lepas dari secarik kertas di atas meja. Dengan tangan gemetar, dia mulai menulis disana.


Dia terbangun di tengah malam setelah bermimpi tentang Daniel Chang. Hatinya begitu sakit setiap kali mengingat pria itu. Dia juga tak dapat membendung airmata kesedihan yang menetes dari sudut matanya. Dia merasa sangat terbebani dengan semua kenyataan ini. Dan saat ini, dia berada di ambang batas ketegaran. Tak ada lagi yang tersisa dalam hatinya.


Dua bulan ini, dia mencoba untuk hidup seperti tak ada yang pernah terjadi. Tapi tak bisa. Kekosongan hatinya membuatnya tak mampu berdiri. Kehampaan jiwanya membuatnya terombang-ambing dalam lautan takdir. Dia


merindukan Daniel Chang. Sangat merindukannya.


Air mata mulai jatuh membasahi kertas di depannya. Hatinya sakit. Xiao Ling tak sanggup bertahan lagi. Dia ingin mengakhiri semua. Dia memutuskan untuk pergi. Tapi dia tak mampu mengucapkan selamat tinggal. Karenanya, dia menulis surat untuk mewakili hatinya.


***

__ADS_1


Untuk Mama dan Papa,


Terima kasih karena sudah merawat dan membesarkanku sepenuh hati. Tanpa membedakan apakah aku anak angkat atau anak kandung kalian. Terima kasih untuk kasih sayang yang kalian curahkan padaku selama hidupku.


Kenyataan ini terlalu berat untukku. Aku rasa aku tak bisa lagi menerimanya. Ini terlalu menyakitkan. Walau sudah aku coba sekuatnya untuk bertahan, tapi akhirnya aku menyerah pada takdir.


Maafkan putrimu yang tidak bisa berbakti pada kalian. Jika di kehidupan mendatang, kita dipertemukan kembali, akan aku pastikan untuk membalas semua budi baik kalian. Aku pastikan untuk membayar semua cinta yang telah kalian curahkan.


****


Kakak tahu jika aku sangat menyayangimu? Dari dirimu lah aku mengerti makna persaudaraan, meski tanpa ada ikatan darah. Dirimu memberikan kasih sayang yang begitu besar yang bahkan tak bisa kubalas seumur hidupku. Terima kasih untuk cinta yang begitu tulus dan dalam untukku.


Aku berharap di kehidupanku yang mendatang, aku tetap menjadi adikmu. Akan aku balas semua cinta dan kasih sayangmu di kehidupanku berikutnya.

__ADS_1


Maaf jika aku meninggalkanmu seperti ini. Maaf jika aku tak bisa menemanimu di hari paling bahagiamu kelak.


****


Untuk Daniel Chang,***


Terima kasih untuk hari-hari menyenangkan yang telah kita lewati bersama. Walau sebentar, aku bisa merasakan kebahagiaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Maafkan jika aku pergi seperti ini. Aku merasa kenyataan ini terlalu pahit untukku. Tidak mudah untuk merubah hati dan perasaanku padamu. Aku terlalu merindukanmu.


Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu yang sebenarnya kepadaku. Tapi satu yang pasti, aku sangat menyukaimu. Bukan sebagai saudara, tapi sebagai wanita yang mencintai seorang pria.


Kebenaran ini memaksaku untuk melupakan perasaan terlarang ini. Aku harus menerima jika


aku tak bisa memilikimu. Seperti ucapanmu dulu, kau tak boleh menyerah pada hidup hanya karna satu cinta. Aku yang akan mengubur perasaan ini bersama hidupku.

__ADS_1


Jika aku bisa terlahir kembali, aku ingin menjadi kupu-kupu. Aku akan datang menemuimu untuk memberitahumu bahwa aku merindukanmu serta akan aku katakan bahwa aku baik-baik saja.


Terakhir, setulus hatiku, aku berdoa agar dirimu hidup bahagia. Temukan cinta yang tepat dalam hidupmu. Kembalilah menjadi seorang Daniel Chang seperti dulu, seperti saat kau belum mengenalku.


__ADS_2