Mid-Autumn In San Francisco

Mid-Autumn In San Francisco
Bab 6


__ADS_3

Li Yuan Bao duduk sendiri di sebuah bar dengan segelas bir di genggamannya. Dia membutuhkan alkohol untuk sedikit mengurangi beban di hatinya. Dia meneguk isi gelasnya. Hanya dalam beberapa detik, gelas itu sudah


kosong. Dia memanggil pelayan untuk memesan alkohol lagi. Lima gelas masih belum cukup baginya. Dia masih ingin minum dan melupakan perpisahannya dengan Xiao Ling, walau untuk sejenak.


Tak jauh, seorang gadis muda berponi dengan rambut terurai sebahu tengah memperhatikan Li Yuan Bao sejak tadi. Gadis itu hanya berjarak kurang dari lima meter dari meja Li Yuan Bao.


Gadis itu tersenyum memandang setiap tingkah Li Yuan Bao. Saat pria itu menghabiskan satu gelas bir dalam sekali teguk, dia terperangah sambil menggelengkan kepalanya. Pria itu pasti sedang banyak pikiran. Atau mungkin baru saja dicampakkan kekasihnya, pikirnya.


Gadis itu mengetuk-ketukkan ujung jarinya di atas meja. Mencoba berpikir. Haruskah dia menyapa pria yang sejak tadi mencuri perhatiannya? Dia berdiri dari tempat duduknya. Tapi sedetik kemudian, dia kembali duduk. Apa yang akan pria itu pikirkan tentang dirinya? Dia takut jika pria itu salah mengira dirinya seorang gadis penghibur. Tidak-tidak. Dia tidak ingin terlihat seperti gadis murahan.


Disaat gadis itu masih dengan pikirannya sendiri, seorang wanita dengan baju sangat seksi sudah lebih dulu menghampiri Li Yuan Bao dan mengajaknya berbincang. Gadis itu melihat Li Yuan Bao melambaikan tangan tanda


menolak keberadaan wanita itu. Tapi wanita itu duduk begitu saja di depan Li Yuan Bao. Tanpa pikir panjang, gadis berponi itu menghampiri mereka.


“Maaf sayang, aku terlambat.” Ucapnya saat sudah berada di dekat Li Yuan Bao.


Wanita seksi itu kemudian berdiri dan pergi dengan kesal. Meninggalkan Li Yuan Bao dan gadis muda itu.


“Maaf, aku hanya ingin membantumu. Aku pikir kau dalam masalah” Ucap gadis itu, sungkan. Dia tidak ingin menciptakan kesalahpahaman dipertemuan pertama mereka.


Li Yuan Bao hanya memandang sekilas. Sepertinya dia tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Atau mungkin dia sudah terlalu mabuk? Dia hanya mengibaskan telapak tangan, menyuruh gadis itu pergi dari hadapannya.


Dengan sedikit perasaan kesal yang mengganjal, gadis itu pun berlalu. Tapi baru tiga langkah, dia mendengar suara sesuatu jatuh. Saat dia menoleh, Li Yuan Bao sudah tersungkur di lantai. Dia segera berseru memanggil bantuan.


***


Li Yuan Bao dipapah seorang sekuriti bar masuk ke dalam kamar hotel yang disewa oleh gadis muda tadi. Hotel itu berada di lantai atas bar. Dia sudah menginap di hotel selama dua hari. Dia sedang ada urusan pekerjaan selama tiga hari di Guangzhou.

__ADS_1


“Sie-sie.” Ucap gadis itu kepada sekuriti sesaat sebelum keluar dari kamar setelah merebahkan tubuh Li Yuan Bao di atas kasur.


Gadis muda itu melepaskan sepatu dan jas yang dikenakan Li Yuan Bao. Dia kemudian memandangi wajah Li Yuan Bao yang memerah karena terlalu banyak meminum alkohol. “Dia sangat tampan,” bisiknya lirih.


Gadis itu telah jatuh hati pada Li Yuan Bao sejak pandangan pertama. Tanpa sadar, tangannya mulai mengelus lembut wajah Li Yuan Bao. Mulai dari mata, hidung, dan turun ke bibir lembut pria yang tertidur di hadapannya. Saat menyentuh bibir, dia baru tersadar. Dia segera menjauhkan tangannya dari wajah Li Yuan Bao. Tapi saat dia hendak beranjak dari tempatnya, Li Yuan Bao tiba-tiba meraih tangannya.


“Jangan pergi.” Ucap Li Yuan Bao dengan suara serak.


Gadis itu menoleh dan melihat mata Li Yuan Bao masih terpejam. Sepertinya pria itu sedang mengigau, pikirnya.


Saat hendak melepaskan tangannya, Li Yuan Bao justru menarik tubuh gadis itu hingga jatuh di sampingnya. Dia kemudian memeluknya erat sambil berbisik di telinga gadis itu, “Aku sangat mencintaimu, Ling’er. Aku mohon


jangan tinggalkan aku. Aku akan lebih baik lagi. Jadi tetaplah berada disampingku”


“Ling’er? Ternyata dia benar-benar dicampakkan seorang wanita”, batin gadis itu dalam hati.


akhirnya dia tertidur dalam pelukan seorang pria yang baru saja dia temui.


***


Li Yuan Bao merasa harus segera ke kamar mandi. Betapa kagetnya saat dia membuka mata dan ada seorang gadis sedang tertidur di sebelahnya. Dia menyibakkan rambut yang menutupi wajah, tapi dia merasa tidak mengenal siapa gadis itu. Dia melihat keadaan dirinya. Dia masih mengenakan pakaian lengkap. Hanya jasnya


saja yang terlepas. Sepertinya tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan gadis itu semalam.


Li Yuan Bao sudah tak tahan lagi. Dia segera berlari masuk kamar mandi untuk buang air kecil. Saat dia keluar kamar mandi, gadis itu sudah bangun.


“Kau sudah sadar Tuan Pemabuk?” Sapa gadis itu.

__ADS_1


Li Yuan Bao menggaruk kepalanya. Dia tak tahu harus berkata apa. Atau harus bagaimana dalam keadaan seperti ini. Akhirnya dia hanya bisa menganggukkan kepala.


“Apa kau tidak ingin mengucapkan terima kasih padaku?”


“U-Untuk apa?” Ucap Li Yuan Bao ragu.


“Karena sudah membawamu kesini.”


Li Yuan Bao mengerutkan kening. “Haruskah aku berterima kasih?”


“Tentu saja. Kalau semalam aku tidak membawamu kesini, mungkin hari ini kamu sudah mendapat tuntutan atas pelecehan seksual.”


Li Yuan Bao semakin tidak mengerti apa yang dimaksud gadis itu. “Bagaimana bisa?”


“Kau tak ingat?” Gadis itu berdiri. Berjalan ke arah jendela dan membuka tirai. “Semalam ada wanita yang hendak mengambil keuntungan darimu karena kau sangat mabuk.”


“Oh…” Ucap Li Yuan Bao singkat sambil merapikan pakaiannya, memakai sepatu, dan mengambil jasnya yang tergeletak di sofa. Sedikit ragu, dia bertanya. “Apakah semalam aku melakukan kesalahan? Aku benar-benar tidak bisa mengingat apapun.”


Gadis itu beranjak duduk di sofa. “Kalau yang kau maksud kau memanggilku Ling’er kemudian menarikku dan memelukku, iya, kau melakukannya.”


Li Yuan Bao mengusap wajahnya. Dia merasa bersalah soal itu. “Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku harap kau jangan tersinggung.”


“Lupakan saja.” Ucap gadis itu ringan. Dia ingin bertanya tentang sesuatu, tapi dia menahannya. Sepertinya itu hal kurang pantas untuk ditanyakan, karena tidak seharusnya mencampuri urusan Li Yuan Bao dengan gadis yang bernama Ling'er itu. Dia bukan siapa-siapa. Jadi simpan saja rasa penasarannya.


Li Yuan Bao sudah merapikan dirinya. Dia kemudian minta pamit. Dia harus ke kantor karena ada rapat penting hari ini. Dia tidak mungkin membolos.  “Terima kasih untuk semalam. Aku harus pergi sekarang.”


Gadis itu mengangguk dan tersenyum. Setelah Li Yuan Bao keluar kamar, dia baru sadar tentang sesuatu. “Kenapa aku lupa menanyakan namanya.” Ucapnya sambil memukul keningnya dengan telapak tangan. Dia berniat mengejar Li Yuan Bao, tapi dia segera teringat jika hari ini dia harus kembali ke Beijing. Dia tidak boleh ketinggalan pesawat, karena nanti sore dia harus menghadiri acara keluarga. Dia hanya berharap suatu saat nanti akan bertemu kembali dengan pria itu. Dan bila saat itu tiba, dia harus bisa menarik perhatiannya. Membuat pria itu jatuh hati padanya. Dia hanya akan menganggap pertemuan mereka hari ini suatu kebetulan.

__ADS_1


__ADS_2