
Lelang dimulai, seperti lelang kebanyakan, moderator memberikan banyak kalimat manis untuk para tamu di sana. Semua pujian dilantunkan agar hati para tamu dipenuhi kebun bunga.
Barang barang lelang satu persatu dikeluarkan, mulai dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi, perhiasan, senjata, potion, bahkan sesuatu yang akan menggemparkan semua tamu pada malam ini.
"barang sihir ya.. lumayan sih, tapi aku tetap tak tertarik." An menyenderkan kepalanya di kursi dengan malas, lelang hampir selesai tapi tak ada satupun yang spesial, sesuatu yang dapat membuat ledakan besar mungkin?
An terus memperhatikan semua bangsawan bodoh yang dengan bangga menghamburkan uangnya, "padahal semua itu barang sihir tingkat rendah, hanya dengan beberapa kalimat manis mereka langsung tertipu begitu. Apa aku perlu buka lelang juga ya?" pikir An.
Saat ia masih termenung, lampu tiba tiba mati dan hanya menyisakan satu lampu tepat di atas panggung. Tamu tamu berbisik dan bertanya tanya, "kira kira apa kejutan yang disiapkan 'orang itu' kali ini?"
...[ Baiklah para hadirin sekalian! kita kini memasuki akhir dari lelang malam ini! kami sangat bersemangat untuk menunjukkan apa yang kami punya kepada Anda sekalian! ]...
Musik dimainkan, beberapa kandang besar dinaikkan ke atas panggung, "apa itu hewan roh? tapi kenapa aku tak merasakan aura di sana?" ketika itu juga bisikan demi bisikan kembali masuk kedalam kepala An, tapi kali ini semua 'suara' itu bukan berasal dari para tamu.
"rintihan?" bisik An, jantungnya mulai berdetak kencang, ia menatap panggung dengan tajam, seakan tau 'apa' yang ada didalam kandang itu.
...[ 'benda' yang akan menuruti semua hal yang anda inginkan, selalu melindungi anda kapanpun dimana pun, dan 'benda' yang rela mati hanya untuk anda. Kami persembahkan! ]...
Kain yang menutup kandang itu dibuka, para tamu terkejut bukan main dibuatnya, dan tentu saja mereka senang dengan apa yang telah disiapkan untuk mereka.
..."BUDAK."...
Manusia yang berada di 'kasta' paling rendah akan dijadikan mainan untuk manusia dengan kasta lebih tinggi, 'BUDAK' adalah mainan yang sangat diminati oleh para petinggi.
Bukan hanya bisa dipakai untuk memuaskan nafsu, mereka juga dipakai menjadi hiburan kala bosan, jika di zaman yang akan datang tepatnya di tahun 2040 'lelang budak' sudah dianggap sangat ilegal. Bagi siapapun yang menentangnya akan disiksa hingga mati mengenaskan.
"yah, aku dapat menebak apa yang akan mereka lakukan pada budak budak itu, sungguh malang." ucap An tanpa emosi, wajahnya terlalu datar jika mengingat bahwa ia paling benci perbudakan.
"kakak.. tolong aku.." rintihan kecil masuk kedalam kepala An, ia tak ingin mengetahuinya, tapi An tak bisa mengelak jika dikatakan ia mengenal suara itu.
An kini menatap kedua anak laki laki yang seluruh tubuhnya dipenuhi luka cambukan, diantara enam budak yang ada, luka kedua anak itu masih terlihat baru.
Mereka adalah anak yang tadi siang dirampas oleh An, gadis itu berdecak kesal, ia terus mengumpat sampai sampai orang yang duduk disekitarnya pergi secara perlahan.
"sial! aku sudah memberi mereka uang tadi, kenapa aku merasa bertanggung jawab atas ini?!" An mengepal tangannya, mungkin ini efek samping dari tubuh baru yang ia tempati.
Sampai sekarang ia selalu menurut dan membantu pelayan kedai karena tubuhnya seakan memberi tau untuk berbuat baik, bukan karena dia ingin. Namun lama kelamaan An mulai terbiasa membantu tanpa harus memenuhi keinginan 'pemilik tubuh' ini.
__ADS_1
Apa kau segitu inginnya aku membantu budak budak itu?! aku bahkan tak kenal mereka! ' batin An kesal.
padahal aku sudah bilang agar kau pergi dari tubuh ini dan istirahat dengan tenang, kenapa kau selalu memerintah ku?'
Pikiran yang kusut ditambah bisikan yang terus bermunculan membuat kepala An seakan ingin meledak, "haa.. aku akan membunuh pemilik tempat ini." gumamnya.
...[ Nah! sekarang kita mulai penawaran harganya! bagi siapapun yang menawar harga tinggi dibanding yang lain, mereka akan diberi kesempatan untuk menjadi pemilih budak pertama! anda sekalian harus ingat jika satu kandang dapat memiliki dua bud- ]...
"100 Dang!"
"300 Dang!"
"700 Dang!"
Para tamu mulai memasang harga fantastis untuk satu kandang budak, dapat dilihat dengan jelas dimata mereka bahwa nafsu yang mereka sembunyikan ingin secepatnya keluar.
...[ Wah! harga yang fantastis untuk satu menit pertama setelah dibukanya penawaran! hebat sekali! adakah yang ingin menawar lebih tinggi?! ]...
"2000 Dang."
"apa dia gila?"
"langsung loncat ke 2000? tak masuk akal!"
"bangsawan mana dia? aku baru pertama kali melihatnya dilelang ini."
Para tamu berbincang satu sama lain, memang harga yang tak masuk akal untuk menit awal dibukanya penawaran. Bahkan moderator yang harusnya berkomentar malah ternganga di buatnya.
...[ Wa-wah.. langsung loncat ke angka 2000!? apakah ada yang mau menawar lagi?! ]...
"2500 Dang!"
"2800 Dang!"
"3000 Dang!"
"3200 Dang.."
__ADS_1
Harga tawar terus naik dan semakin melonjak tinggi, para bangsawan mulai besar kepala karena mereka mengira dapat mengalahkan 'pendatang baru' itu, namun..
"5000 Dang."
Suara yang sama keluar dari mulut orang yang sama pula, mereka merasa tak percaya harga awal budak dapat menyentuh angka 5000 dengan mudahnya.
...[ Wuah!! ini benar benar fantastis!! penawaran yang sangat sempurna!! adakah yang ingin melakukan penawaran kembali?! ] ...
Sang moderator berteriak senang, berkebalikan dengan para tamu yang menjadi diam bersamaan. Mereka seakan berpikir, "tak ada gunanya melawan orang ini, sebaiknya jangan mencari masalah dan tunggu saja penawaran berikutnya."
Moderator mulai menghitung satu sampai tiga, setelah hitungan selesai orang yang dijuluki "tuan rubah" menjadi pemilih pertama budak malam ini.
Penawaran berikutnya dimulai dan diakhiri dengan penawaran terbaik sebanyak 5000 Dang.
...[ Saya ucapkan terimakasih pada anda sekalian yang telah hadir pada lelang malam ini! pelayan kami akan mengantar semua pembeli untuk menuju tempat 'pembungkusan hadiah' dilantai atas! semoga hari kalian menyenangkan! ]...
Lelang akhirnya ditutup, seluruh tamu beranjak dari tempat mereka menuju pintu keluar, tentu saja ada tamu yang keluar menggunakan 'pintu pembeli'.
"sialan.. akhirnya aku tetap menawarnya.." gumam An frustasi ketika menyadari jika ia malam ini menghabiskan setengah uangnya hanya untuk membeli dua 'budak'.
"jika mereka tak berguna, akan ku jadikan santapan siluman hidup hidup!"
...•...
...•...
...•...
...•...
...[ MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN KATA MAUPUN TANDA BACA YA.. ]...
...[ TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA INI~ ]...
...[ SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA SEMUA! <3 ]...
^^^@Thara_tta (๑'ᴗ')ゞ^^^
__ADS_1