Moon In Darkness

Moon In Darkness
Ch.54 Pembebasan


__ADS_3

An terkekeh kala mendengar ancaman pria itu, ia lantas memegang kedua tangan yang sedang mencekiknya dan berbicara dengan santai, "kau belum bisa membunuhku, jika kau membunuhku, semua orang di sini termaksud kau akan mati terkubur."


dia kuat, apa dia kesatria? auranya terasa sama seperti milik Chyou.' batin gadis itu dengan mencocokkan kunci untuk borgol yang ada dileher pria didepannya.


"lagipula, tak baik bagi seorang pria menyerang orang yang telah membebaskannya." ucap An sambil melepaskan borgol yang ada di leher pria itu menggunakan kunci.


Lelaki itu terkejut, ia dengan sigap berdiri dan terus meraba lehernya yang tak lagi terborgol.


"jika kau mengizinkan.. aku akan melepaskan rantai yang ada ditangan dan kakimu juga." An menunjukkan beberapa kunci yang ia bawa.


Pria itu ragu, tapi ia memilih mendekat walau masih bersikap waspada. Setelah beberapa menit, An selesai membuka semua borgol yang ada pada tubuh lelaki itu.


"nah ayo keluar, jangan menatap orang dengan tatapan mengerikan milikmu itu." pinta An tanpa menoleh ke arahnya.


"kau.." gumam lelaki itu pelan, An yang telah berada di dekat para budak lain kemudian menoleh dan menunggu jawaban lelaki itu.


"jika kau menipuku, akan aku bunuh." ancam pria itu dengan mengeluarkan sebagian auranya, aura milik laki-laki itu sangat hitam, bahkan sampai menutupi tubuhnya yang sedang berada dalam ruangan dengan cahaya redup.


orang kuat yang belum dikontrol siapapun.. aku harus membuatnya untuk berada di sisiku atas keinginannya sendiri.' batin An yang sedang merencanakan rencana jahat.


"tentu, bunuh aku jika kau merasa ditipu." ujar gadis itu seolah menantangnya, ia mengulurkan tangannya dan lelaki itu menerimanya dengan terpaksa.


"semuanya! pegang tangan orang yang ada disamping kalian dengan erat! jika kalian tertinggal, kalian akan terkubur bersama dengan tempat ini." jelas An mulai membacakan mantra yang ada pada kertas tipis ditangannya.


Lingkaran sihir terukir dibawah mereka semua dan mereka menghilang dari sana.


Di saat yang sama, para bangsawan tengah membicarakan tentang budak-budak yang akan mulai dipasok kembali, mereka sangat bersemangat.


Tanpa mereka sadari, sebagian dari mereka telah termakan racun An dan tak bisa menggerakkan tubuhnya.


"ukh.. kakiku kram.."


"ya, leherku seolah tak dapat bergerak.." bisik beberapa bangsawan di sela obrolan.


"mungkin kalian kelelahan.. silahkan nikmati makanan yang telah saya hidangkan." tutur ramah Lee Jiang pada para tamunya, semua orang yang awalnya gelisah kini mencoba untuk melupakan kram mereka dan mulai menyantap hidangan ringan di atas meja.


"kenapa kau terus menutupi hidungmu itu?" tanya bibi Bao yang menatap curiga pada tuan Wen.


"aku sakit, Kau mau aku menulari ini padamu? kebetulan sekali Kau duduk di sampingku." ujar kakek Wen yang ingin melepaskan sapu tangan di genggamannya.

__ADS_1


aneh.. entah mengapa, aura milik pria ini terlihat berkurang.' batin wanita itu sembari menatap penuh selidik.


"tidak! jangan dekati aku! dasar Pria tua!" teriak bibi Bao histeris, mereka terus berdebat sampai sampai kakek Wen mendengar suara siulan yang samar.


Tanpa adanya peringatan, ledakan muncul dari berbagai arah, mulai dari lampu, lantai, dan alat alat lainnya meledak secara bersamaan. Membuat para bangsawan yang ada didalam tak berkutik dibuatnya.


Ledakan itu sangat besar, membuat beberapa kedai rusak parah, dan ibukota yang awalnya hening terkena gempa kecil juga mendapat gelombang yang memekakkan telinga.


"apa yang terjadi?!"


"cepat pergi ke patung kaisar! ada yang terjadi di pasar gelap!" teriak ksatria Yong pada semua bawahannya.


apa ini.. kenapa tiba-tiba ada gempa? telingaku sakit.. kenapa prajurit yang ada di daerah sana tak memberi sinyal apapun?!' ksatria Yong yang semula penuh ketenangan dihantui banyak pertanyaan, dengan segala hal yang dipikirkannya, ia melesat cepat menuju pasar gelap.


Sementara itu, kedai budak terbakar habis dengan api ledakan. Beberapa kedai besar di sekitar juga menjadi korban atas ledakan tersebut, untungnya tak ada korban selain para bangsawan dan bawahannya yang berada di sekitar tenda.


ada untungnya aku mengambil mantel sekalian untuk menggantikan 'diriku' dengan satu boneka.' kakek Wen merapikan mantel juga topinya.


"mengerikan.. jadi ini yang anak itu maksud ledakan kecil?" gumam kakek Wen seraya mengamati kedai yang dilahap oleh api.


"para pasukan teratai pasti akan segera kemari, juga prajurit istana. Akan bahaya jika aku dijadikan saksi disini~" ucap kakek tua itu dengan gembira, ia kemudian menghilang dari sana, tepat sesaat sebelum para prajurit tiba.


Ksatria Yong yang sampai di sana membelalakkan matanya, rahangnya mengeras saat mendengar banyaknya teriakan para bangsawan yang masih terperangkap di dalam.


"apa yang kalian lakukan?! jangan diam saja! selamatkan para bangsawan itu!" titahnya pada sebagian prajurit.


"ta--tapi.. mereka adalah orang yang memperjualbelikan budak.." gumam salah seorang prajurit pelan.


"kita akan menghukum mereka nanti, sekarang nyawa adalah kepentingan utama, cepat!" tegas ksatria Yong sambil memijat keningnya, ia tahu mereka bersalah tapi baginya setiap kesalahan pasti ada kesempatan untuk dimaafkan.


"padahal tinggal sedikit lagi.. Tuan akan mengambil tindakan untuk tempat busuk ini.. tapi, kenapa sekarang?!" gumam ksatria Yong curiga, ia lalu melihat seseorang yang tengah berdiri ke atap sedang menyaksikan kebakaran yang ada didepan matanya.


Karena kobaran api yang terang, ia dapat melihat jika orang tersebut menggunakan jubah panjang hitam dan topeng untuk menutup wajahnya.


Mata pria itu kembali melebar saat melihat beberapa bongkah kristal besar yang menutup gang kecil di dekat sana. Ia langsung berlari menuju arah orang misterius tersebut untuk menangkapnya.


"sialan! aku tak melihat kristal itu karena api yang besar!" umpat pria itu seraya mempercepat langkahnya.


Ketika ia sampai di atap, ia menatap orang bertopeng rubah itu dengan tajam dan menghunuskan pedangnya, "dapat kau! kecoa kecil!"

__ADS_1


Orang tersebut dapat menghindari serangan ksatria Yong dengan mudah, ia juga dengan santainya memegang pedang tersebut, "benarkah?" bisik orang itu yang kemudian menjentikkan satu jarinya.


Setelah orang tersebut menjentikkan jari, beberapa kristal besar muncul dari atap kedai dan menutup pandangan ksatria Yong, kristal itu juga menelan pedang yang tadinya akan ditancapkan pada orang misterius itu.


"sial.. SIALAN!" teriak Ksatria Yong yang menggema.


"selamat tinggal, Tuan Yong." gumam An sembari berlari menuju patung kaisar dan pergi dari pasar gelap.


Tak lama An keluar, para pasukan istana datang dan mulai membantu memadamkan api ledakan, mereka juga membantu merawat beberapa bangsawan yang selamat sambil menatap jijik pada mereka, salah satu dari korban selamat itu, adalah Nyonya pertama keluarga Wu--- Baoyu Wu.


"sialan.. sebenarnya apa yang baru saja terjadi?!" bisik wanita itu masih memegang lengan kanannya yang berdarah.


"jika saja aku tak langsung memasang pelindung, aku akan mati sebelum gadis bodoh itu datang!" lanjutnya terus menggerutu di tempat.


"ibu.. bukankah sudah ku peringatkan, untuk tak mengikuti hal ini lagi?" ujar seorang lelaki yang memakai pakaian serba putih.


Baoyu sontak terkejut, ia langsung mendongak dan melihat jika anak semata wayang nya melihat dirinya dengan tatapan yang menghina.


"Ch--Chyou? apa.. yang kau.." wanita itu kini gelagapan, keringat mulai bercucuran di wajahnya dan ia tak dapat memberikan satupun alasan.


Chyou hanya menghela nafas melihat tingkah ibunya, belum sempat mengatakan apapun, ksatria Yong datang dengan tatapan yang sangat ingin membunuh seseorang. Ia berbisik pada Chyou dan mereka berkata akan pergi untuk membantu para prajurit lainnya.


"kita akan bahas ini di rumah, tapi.. saya tak yakin jika hanya saya yang akan bertanya tentang hal ini." ucap Chyou dengan dingin, ia lalu pergi meninggalkan ibunya yang masih gemetar di bawah kedai yang baru saja dipadamkan.


dasar.. sialan!' batin Baoyu sambil menggigit bibir bawahnya hingga mengeluarkan darah.


...•...


...•...


...•...


...•...


...[ MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN KATA MAUPUN TANDA BACA YA.. ]...


...[ TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA INI~ ]...


...[ SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA SEMUA! <3 ]...

__ADS_1


...@Thara_tta (๑'ᴗ')ゞ...


__ADS_2