
"uh.. kepalaku pusing.." gumam An setelah menyeruput sedikit teh didepannya, kini ia sendirian, para pelayan juga telah pergi untuk mengerjakan hal lain dan meninggalkannya.
An memandangi jendela dengan tatapan kosong dan berucap pelan, "kemarilah, bukankah ada yang ingin kau katakan padaku?"
Tak lama, angin sepoi-sepoi perlahan masuk lewat celah jendela yang sempit dan muncul seorang pria menggunakan jubah tepat dihadapannya.
"budak ini memberi salam pada Nona keempat, Nona Lian Wu, senang bertemu dengan Anda.." ucap pria itu dengan hormat sembari membungkukkan badan.
"bangunlah, aku merasa tak nyaman dengan sikapmu itu.." balas An yang kemudian mengajaknya untuk duduk bersama.
dia lumayan ya?' batin gadis itu saat pria didepannya membuka jubah, mata hitam dan rambut panjang yang memiliki warna serupa, badannya tinggi juga gagah, walau banyak bekas luka ditubuhnya tetap saja sempurna.
juga, mencurigakan.' lanjut An yang masih memperhatikan lelaki itu dari atas sampai bawah.
"nah.. sekarang apa yang membuat orang sepertimu datang kepadaku?" tanyanya langsung.
Pria itu tertegun, namun setelah beberapa saat ia menjawab, "apa aneh jika seorang bawahan datang melihat atasannya?"
"apa? sejak kapan aku menjadikanmu bawahanku?" jawab An seraya menatap sangat sinis pada lelaki itu.
"tentu saja sejak anda menyelamatkan saya." pria itu tersenyum manis dengan santainya.
An berdecak kesal dan menjawab dengan sedikit mengancam, "seharusnya aku tinggalkan saja biar kau mati ya? cepat katakan apa maumu, oh ya.. kau juga harus sadar dimana tempat mu dan bagaimana posisimu sekarang."
Pria itu kembali terdiam, ia beranjak dari kursi dan mendekati An untuk memberi hormat langsung padanya, "saya senang karena anda adalah orang yang sangat peka, Nona. Saya datang pada anda untuk menawarkan sebuah kerja sama."
"begitukah? apa yang membuatmu berpikir jika aku akan tertarik?"
dia cukup hebat, jika saja aku bukan mantan seekor singa, aku tak akan pernah tahu jika dia adalah harimau.' An tak dapat merasakan hawa kehadirannya, baik ketika ia belum datang sampai ketika dia membungkuk dihadapannya.
"sebagai Nona bangsawan yang menginginkan kekuasaan, bukankah anda harus memiliki kekuatan terlebih dahulu?" sindir lelaki itu.
Gadis itu menyeringai dan mengangkat sebelah alisnya, "lalu?"
"saya bisa memberikannya, apapun yang anda inginkan. Selama anda bisa membantu saya.." lelaki itu sedikit mendongak dan menatap mata An.
"mungkin ini terlambat, tapi perkenalkan.. Saya Chen Yi, seorang pembunuh dari perkumpulan Clematis di Utara, sebuah kehormatan untuk menemui anda." lanjutnya.
"Utara? ah.. ya.. bagaimana bisa seorang assassin sepertimu terjebak dalam kandang kumuh itu?" cela An dengan tajam.
__ADS_1
"saya.. dijebak, dan saya ingin anda membunuh orang itu untuk saya," Chen menjeda ucapannya seolah ingin melihat reaksi lebih dari itu.
"lanjutkan." ucap An langsung seakan ia tertarik dengan negosiasi.
Lelaki itu kemudian tertawa pelan dan sedikit mengubah topik pembicaraan, "saya tak menyangka jika rumor tentang anda sangat berbanding terbalik dari fakta."
"seorang nona muda penakut, bodoh dan tak memiliki satupun kekuatan, sungguh mengesankan." sambung Chen terkesan.
Gadis itu hanya bisa membiarkannya dan meminta untuk kembali ke topik awal, beberapa menit pun berlalu, Chen telah menceritakan semuanya.
Mulai dari dia yang seorang pembunuh bayaran tak bertuan datang ke Utara untuk mencari biaya hidup, terjebak dalam sebuah tugas yang membuatnya terkekang kepada satu orang. Dan bisa dibilang jika orang itu mempunyai satu kelemahan yang tak dapat dilawan oleh setiap bawahannya, termasuk Chen sendiri.
"intinya, parasit itu sekarang ada di jantungmu bukan?" tanya An seraya memegang pelan dada Chen yang penuh luka.
"be--benar. Saya sudah mencoba berbagai cara untuk mengeluarkan parasit ini, tapi hasilnya nihil. Selama hewan ini masih ada di tubuh saya, saya tak dapat bebas dari orang itu dan harus hidup dalam bayang bayangnya." jelas Chen agak malu.
"lalu, setelah menerima parasit dan bayaran untuk tugasmu, kau malah di serang oleh pembunuh lain dan dikirim ke Kekaisaran Barat sebagai budak, naas sekali." ejek gadis itu lalu beranjak untuk duduk kembali ke kursi.
Chen hanya dapat mengangguk dan merapikan pakaiannya, sambil menunggu keputusan dari orang dihadapannya.
"cukup sulit, jika informasi yang kau dapat benar, orang yang kau maksud adalah orang penting Utara yang selalu melakukan transaksi pada Kekaisaran, Sul Hee.."
dia juga adalah salah satu orang yang ikut berkolaborasi untuk pertandingan antar pilar di Utara nanti. Tapi, sesulit apapun itu.. tak ada yang tak mungkin untukku.' ketika selesai memikirkan hal itu, ia tersenyum tipis dan menatap Chen lembut.
"ini adalah tugas berbahaya, bukankah kau harus memberiku uang muka?" pinta An tanpa malu, Chen yang telah terbiasa bergegas merogoh saku celananya dan memberikan sebuah catatan tua.
An menerima catatan itu dan langsung membelalakkan matanya, "ini.. apa benar, ada hewan roh tingkat kuno di gunung darah Utara?!"
"saya juga kurang tahu, tapi jika melihat isi catatan itu, 98% kemungkinan benar terjadi."
......[Rubah Ilusi]......
...Salah satu penjaga langit yang diturunkan dari statusnya karena melanggar perintah dewa, menjadi salah satu makhluk kuno yang bahkan tak akan disebutkan dalam sejarah. Mempermainkan dan mengelabui sesama, dia diturunkan di sebuah tempat penuh es dan dijaga lima patung dewa. Tempat tertutup yang tak dapat di masuki makhluk apapun, terkunci dalam keabadian dan tak akan pernah merasakan kehidupan....
hewan roh tingkat penjaga yang diturunkan menjadi tingkat kuno, makhluk yang tak tercatat dalam sejarah. Bukankah mendebarkan?!' batin gadis itu sangat senang.
"ini cukup, ayo buat kesepakatannya!" seru An bersemangat.
"sebelum itu, aku ada beberapa pertanyaan. Dimana kau mendapatkan catatan ini?"
__ADS_1
"saya menyelinap ke ruang kerja Nyonya Sul Hee dan mengacak lacinya, terdapat diantara dokumen tak penting. Sepertinya dia bahkan tak mengetahui jika catatan itu ada di sana." balas Chen dengan sigap.
An mengangguk dan bertanya kembali, "bukankah kau bilang wanita itu mengendalikan parasitnya? jika dia pintar, dia akan mencoba merusak jantungmu menggunakan parasit itu guna mengetahui kau masih hidup atau mati."
Chen menyentuh dadanya pelan, tepat di tempat jantungnya berdetak kencang sekarang, "sejak pergi dari Utara, hewan ini tak bergerak. Tidak.. lebih tepatnya, dia tak bergerak setelah orang-orang perbudakan itu memberikan sebuah cairan pada saya."
"ada satu hari dimana obat itu habis dan saya merasakan chi yang bergejolak, tubuh saya panas dan terus memberontak. Namun setelah mereka memberikan cairan itu lagi, tubuh saya berangsur membaik." lanjut lelaki itu, ia lalu menyayat sedikit pergelangan tangannya dan menunjukkan darah hitam pekat pada An.
An mengambil sedikit darah Chen menggunakan jari dan mulai mengendus aromanya, "ini racun. Racun bunga Clematis, yang merupakan makanan dari parasit didalam jantungmu, kapan terakhir kau meminumnya?"
"malam tepat sebelum Nona datang.."
"berarti kau harus mendapatkan obat sebelum malam tiba, aku tak mau kau mengamuk ketika menjalankan tugas dariku."
An kemudian mendekati meja disamping ranjangnya dan mengambil sebuah pena beserta kertas, ia menuliskan sesuatu di sana yang lalu ia lipat dan diberikan pada Chen.
"cari tanaman itu di pasar, kau harus mendapatkan semuanya. Setelah dapat gerus dan telan, jangan minum karena parasit sangat menyukai air. Mungkin agak sakit, tapi kau harus menahannya, berlatih lah untuk sedikit melupakan rasa sakit itu." jelas An sembari memilih pakaian untuk pergi.
"setelah selesai, lakukan apa yang telah ku tulis sebagai tugas pertamamu, jangan kecewakan aku hingga 3 bulan ke depan."
Tanpa dokumen resmi ataupun perjanjian di atas kertas, kedua orang itu kini mengikat janji setia pada sebuah kepercayaan. Walau akan berakhir setelah 3 bulan, bukankah mukjizat selalu datang tanpa diminta?
Chen membaca catatan itu dengan seksama, ia pun mengangguk tanda mengerti dan langsung berangkat setelah meminta izin untuk pergi menjalankan perintah An.
"sayang sekali.. padahal dia kesatria tanpa tuan yang bertalenta. Yah.. aku tak bisa merebut kebebasan seorang petualang bukan?" gumam gadis itu yang kini bersiap untuk jalan jalan keluar.
...•...
...•...
...•...
...•...
...[ MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN KATA MAUPUN TANDA BACA YA.. ]...
...[ TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA INI~ ]...
...[ SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA SEMUA! <3 ]...
__ADS_1
...@Thara_tta (๑'ᴗ')ゞ...