
Pria misterius itu memandang An dan meloncat turun ke bawah, angin sepoi sepoi memenuhi sekitar, dan membuat jubah pria misterius itu terbuka dengan sendirinya.
Sesosok Pria muda tampan berambut hitam mengkilap, tatapan tajam dan mata biru secerah langit. Pria itu menggunakan pakaian berlambang teratai di dada kanannya, juga berbalut sebuah pedang di pinggangnya.
rasanya aku pernah lihat wajah orang ini.. dimana?' batin An seraya mengamati Pria itu dari atas sampai bawah.
"apa kau mau mengatakan sesuatu? atau hanya ingin berdiri seperti orang bodoh?" cetus An.
Mata Pria itu melebar, selintas sebuah senyuman kecil tersirat di wajahnya, "kau tak takut?"
"ha?"
"aku bisa saja membunuhmu, kau tau kan?" Pria itu perlahan mendekat.
"tentu, jika kau memang ingin seharusnya kau melakukannya sejak tadi. Jangan membuat aku menunggu dan mendengar lebih banyak omong kosong lagi sialan." seru An kesal, mulutnya kini memang terlihat angkuh, tapi insting An mengatakan bahwa Pria misterius itu sama kuatnya dengan Kakek pemilik lelang.
menyebalkan, bagaimana dia bisa sekuat itu?' batin An iri dengan orang itu.
"kau tak takut?" tanya Pria itu lagi.
"kenapa aku harus takut denganmu?"
Orang itu terkekeh, "jadi kau tak takut? walau aku akan menghukum mu karena membuatku mencari tanpa henti?"
"kau bicara apa sih?"
Sekarang An dan Pria itu berada dalam jarak yang sangat dekat, mata mereka bertemu dan An merasakan aura hangat dari mata dingin itu. perasaan tak asing apa ini?' heran An.
omong omong, matanya agak mirip denganku ya? walau mata pria ini lebih cerah sih..'
Pria itu menjulurkan tangannya ke depan dan memasang raut wajah yang tak bisa dijelaskan dengan kata kata, "kembalilah bersamaku Lian.." pintanya lirih.
"kau gila? aku bahkan tak mengenalmu." An memasang wajah jijik ketika mendengar kalimat itu.
Tangan Pria itu kini melayang di udara tanpa ada satupun yang menggapainya, matanya terlihat bergetar sebelum ia menarik kembali tangannya.
__ADS_1
"apa kau masih marah padaku? siapa yang membuatmu begini? adik ke tiga? paman kedua? katakan padaku!" Pria itu bertanya tanpa jeda sedikitpun, sebuah rasa khawatir dan bersalah tercampur aduk di waktu yang sama.
haa.. jadi kau ya, salah seorang keluarga pemilik tubuh ini?' batin An merasa muak, ia bahkan tak mencari keluarganya selama bertahun-tahun dan sekarang tiba tiba muncul tanpa janji?
apa reaksinya jika kubilang keluarganya sudah mati?'
"kau.. sepertinya salah orang, aku adalah seorang pengelana yatim piatu. Aku tak memiliki seorang pun keluarga." di saat An ingin melangkahkan kakinya dari sana, lengannya seketika ditarik dari belakang.
Pria itu memasang raut wajah yang mudah ditebak, bingung.'
"Lian.. aku tau kau marah, aku tak mencari mu karena aku baru saja kembali dari tugas. Maafkan aku, kumohon ini tak lucu.." Pria itu kini tak bisa menutupi reaksinya lagi, dia benar benar menunjukkan sisi yang sangat tak menguntungkan.
An menepis tangannya dan menatap Pria didepannya angkuh, "sudah ku bilang kau salah orang." An mendekati Pria itu, kedua mata biru safir kini bertemu, "jikalau iya kau keluargaku, kenapa kau menelantarkan ku dan membiarkanku hilang begitu saja?"
"aku tak mungkin salah! aku mengenalmu, chi ku bahkan masih menempel di tubuhmu, walau itu sangat samar." kukuh pria itu.
"argh! dasar sialan!" An menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal, ia lalu menarik nafas pelan, "bagaimana jika kubilang kau hanya melihat luarnya saja?"
"apa maksudmu?" Pria itu terkejut dan baru menyadari hal penting, "kau bukan dia.." gumamnya.
yah.. itulah tatapan yang sangat familiar di kepalaku.' An tersenyum tipis dibalik topengnya.
"bukankah aku sudah bilang? aku bukan keluargamu."
"mustahil!" seru lelaki itu tak mau kalah, ia menjulurkan lengannya ke depan dan panah panah air terbentuk memutari nya, panah itu melesat ke arah An dalam waktu singkat, untungnya ia dapat menghindari anak panah itu dengan meloncat ke atas.
"kau benar benar naif. ADIKMU SUDAH MATI!" tekan An di kalimat terakhirnya, An sadar jika ia belum bisa menang melawan lelaki itu, satu satunya cara adalah menyakinkan nya apapun yang terjadi.
Pria itu langsung menghentikan serangan panah yang ingin menghujani An, "kau bohong..." lirih nya.
"KAU PENIPU!" teriak lelaki itu.
Sewaktu An ingin dibanjiri dengan anak panah, ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh kebawah, topengnya pun ikut terlepas karena guncangan.
Lelaki itu membulatkan matanya, mirip, sangat mirip.. tapi.. bukan dia.' ia lalu mendekat dan memungut topeng rubah milik An, "apa yang terjadi dengannya?" ucap pria itu pelan.
__ADS_1
An yang baru sadar jika topengnya terlepas, bergegas mengambilnya dari lelaki itu, "aku juga tak tau, yang kutahu dia telah meninggal satu tahun yang lalu.. tubuhnya diawetkan dengan obat kuat sehingga tak bisa membusuk." jelas An seraya memasang kembali topengnya.
Lelaki itu hanya bisa menunduk, tubuhnya bergetar, aura kuatnya secara perlahan kembali masuk dan menyisakan kehampaan, orang orang pergi ketika melihat mereka beradu, mereka berdua adalah satu satunya orang yang ada di sana.
"hampir saja aku mati." gumam An sembari membersihkan pakaiannya, ia lantas melirik pria itu, dan betapa terkejutnya dia melihat sosok yang kini ada didepannya dia nangis?!'
Pria itu dan membungkuk dengan hormat, "maaf karena aku sudah menyerang mu.."
"ya.." balas An malas.
Setelah dikiranya selesai, An berniat untuk pergi dan kembali tidur di ranjangnya, walau ia tak terganggu karena suara disekitar sini, tetap saja melelahkan.
"itu.. maaf.. jika kau tak keberatan bisakah kita bertemu besok? aku.. ingin menanyakan beberapa hal padamu." pinta Pria itu tak tau malu.
padahal tadi dia mencoba membunuhku, sekarang malah mau bicara baik baik? tapi.. aku juga sudah terlanjur janji untuk membantu pemilik tubuh ini.' An berpikir sangat lama, sampai akhirnya ia setuju untuk bertemu pria itu besok.
An kemudian mengetahui jika nama Pria itu adalah [ Chyou Wu ], ia belum menjelaskan secara detail tentang apa yang terjadi karena harus berpisah, tapi mereka berjanji untuk bertemu kembali di depan tempat lelang tepat tengah malam.
kurasa dia juga harus diberi waktu untuk menerima kenyataan.' batin An setelah sampai di kamarnya dan bersiap untuk tidur panjang yang indah.
...•...
...•...
...•...
...•...
...[ MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN KATA MAUPUN TANDA BACA YA.. ]...
...[ TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA INI~ ]...
...[ SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA SEMUA! <3 ]...
^^^@Thara_tta (๑'ᴗ')ゞ^^^
__ADS_1