Moon In Darkness

Moon In Darkness
Ch.30 kesepakatan


__ADS_3

Pagi harinya An masih setia berbaring di atas ranjang tanpa pergerakan sedikitpun, hingga sebuah pukulan keras di pintu harus membuatnya untuk bangun.


"An! bangun! jangan bermalas-malasan, ayo bantu kami beres beres!" teriak Nuan dari balik pintu.


"uuh.. berisik.." An secara perlahan membuka matanya, dan terlintas di benaknya wajah seorang 'kakak' dari pemilik tubuh yang ia tempati itu.


kenapa aku merasa bersalah? toh bukan salahku kok, adiknya mati sebelum aku memasuki tubuhnya.’


"cengeng banget sih.." gumam An, ia lalu termenung, dan ketika matanya kembali ingin menutup, Nuan berteriak dan menggagalkan niatnya untuk tidur kembali.


"AN! Jika kau tak membantu, jatah sarapan mu akan aku habiskan!"


"dasar wanita cerewet!" balas An seraya bergegas pergi mandi.


Setelah selesai, An langsung turun ke dapur untuk memastikan jika sarapan miliknya masih tersedia, ia menghampiri meja kayu itu dan mengambil sebuah nampan berisi makanan.


Jie yang melihat An melambaikan tangan untuk mengajaknya sarapan bersama, ketika selesai mereka membersihkan piring secara bergantian dan kembali bekerja.


"kak.. apa kau tau tentang orang yang bernama Chyou Wu?" tanya An sambil membersihkan meja.


"Chyou Wu? ah.. dia itu Putra pertama keluarga Wu, salah satu keluarga yang menjadi pilar Kekaisaran, seorang jenderal muda yang memiliki banyak prestasi, dan berparas rupawan kurasa?" jelas Jie.


"apa maksudnya 'salah satu pilar Kekaisaran'?"


Jie menutup buku catatannya, ia lalu duduk didepan An dan mulai bercerita secara lebar mengenai Kekaisaran ini.


"jadi.. Kekaisaran ini berdiri karena adanya kekuatan dari 6 keluarga yang sudah secara turun temurun mengabdikan diri kepada kaisar terdahulu, mulai dari Xie, Wu, Jiang, Liu, Li, juga Huang. Dan Chyou Wu adalah anak generasi ke 9 dari keluarga Wu yang merupakan pilar penopang kedua Kekaisaran."


An mengganti kain lapnya dan kembali meringkas isi cerita yang dikatakan oleh Jie.


"Dia juga disegani karena menjadi anak berprestasi di Akademi terbaik Kekaisaran, menjadi jendral militer termuda, dan merupakan anak laki laki pertama yang akan memimpin keluarganya setelah 3 generasi dipimpin oleh perempuan. Benar kan?" lanjut An, Jie mengangguk dan ingin pergi untuk memeriksa tugas pelayan lainnya.


"lalu parasnya rupawan?"


"yah.. setahuku begitu." balas Jie datar.


"kenapa begitu?"


Jie menyentil dahi An dengan keras sehingga dia meringis, "hei kenapa kau menyentil ku?"


"aku malas membahas itu, kau boleh bertanya yang lain asalkan jangan orang itu." Jie akhirnya berdiri dan pergi dengan terburu buru dari sana.


Saat An sedang mengelus ngelus dahinya, ia tak sengaja melihat telinga Jie yang merah seperti tomat segar.


"ah.. karena itu ya?" gadis itu tertawa geli.


Tak terasa waktu berlalu, pagi pun digantikan oleh malam, walau begitu Kota Chengse masih dipenuhi dengan aktivitas orang orang.


"padahal sebentar lagi tengah malam, apa mereka tak butuh tidur?" Gumam An disela berjalan melewati semua orang, ia menggunakan sebuah jubah berwarna merah dan topeng rubah miliknya.


Setelah perjuangan keras menahan semua suara yang masuk ke telinganya, ia akhirnya sampai dan memasuki wilayah pasar malam, Di sana tak terlalu ramai, dan bisa dibilang terlalu sepi untuk sebuah pasar.

__ADS_1


Tepat didepan kedai lelang kemarin, seorang pria tampan berjubah hitam sedang bersandar didinding menatap ke lantai, tak lama ia mendongakkan kepalanya dan senyuman kecil muncul disudut bibir pria itu.


"senang bisa bertemu denganmu lagi.." ucap Chyou seraya berjalan mendekat.


"apa kau sudah lama menungguku?"


"tidak, aku juga baru sampai kok" Chyou membuka jubahnya dan wajah tampan itu mulai menarik perhatian banyak orang.


"ah.. begitu? oh iya, sebaiknya kau tak usah membuka jubah mu.. aku tak suka menjadi perhatian orang orang." seru An risih dengan bisikan dan tatapan penasaran yang tertuju pada mereka, pria itu seakan menunjukkan jika ia sedang bertemu dengan seseorang.


"baiklah.. maaf ya.." gumam Chyou dengan kepala tertunduk.


instingku mengatakan dia sudah berdiri disini 30 menit lebih awal, yah.. tak masalah sih asalkan dia mau.' batin An, ia lalu mengajak Chyou masuk dan mengobrol didalam kedai, kedai yang lusuh, hampir roboh, usang, dan sangat abu abu.


An melirik pria disampingnya itu, berharap ia merasa tak nyaman dan segera pergi dari sana, dia seorang bangsawan yang memiliki derajat tinggi, dan dia terlalu tinggi untuk duduk ditempat seperti ini kan?'


Namun.. diluar dugaan, Chyou malah tak peduli dan langsung memilih meja untuk mereka duduki, An sempat merasa terkejut karena Chyou tak mempermasalahkan tempat ini, ataukah karena dia tau 'tempat apa' ini?


"aku tau kau tak suka berbasa-basi, jadi Nona.. maukah kau ikut denganku ke kediaman Wu?" tanya Chyou serius.


An tak menjawab pertanyaannya dan justru memesan minuman pada pelayan, "kau bahkan tak tau namaku, bagaimana kau bisa memintaku untuk langsung ikut denganmu wahai pria asing?" penegasan diakhir kalimatnya membuat Chyou merasa tak enak dan terlalu terburu buru.


"ah.. maafkan aku.. aku terlalu terburu buru untuk hal ini.. kalau begitu boleh aku mengetahui namamu Nona?" ia menggosok keningnya kasar.


apa yang kulakukan? kenapa aku begitu tergesa gesa hanya untuk seorang gadis yang mirip dengannya? padahal sewaktu 'mengetahuinya' dulu aku tak bertingkah seperti ini.'


"kau bisa memanggilku An, tuan muda.."


"oh? kupikir kau akan senang ku panggil begitu"


"itu.. terlalu kaku dan.. menyebalkan."


Suasana yang awalnya canggung, menjadi lebih canggung. "iya iya.. aku akan memanggilmu Youyo saja."


"Youyo?" Chyou memiringkan kepalanya.


"iya, itu panggilan. Aku tak nyaman memanggilmu Chyou."


Pria itu tertegun dan menganggukkan kepalanya tanda setuju, tak lama pelayan datang mengantarkan minuman mereka dan tahap perkenalan pun selesai.


"jadi kembali ke inti pembicaraan, kau mau aku ikut denganmu hanya karena ini 'mantan' tubuh adikmu?"


"ya.. " sahut pria itu pelan


"bagaimana jika aku menolak mu Youyo?"


"kau memiliki hak atas itu, tapi.. aku berharap agar kau memikirkannya sebelum langsung melakukan penolakan tegas."


"hm.. kau tau kalau aku adalah seorang pengelana bukan? apa kau tau arti dari itu?"


"tentu aku mengetahuinya, aku tak akan mengambil itu darimu. Karena kembali ke awal, itu adalah hak mu."

__ADS_1


An tersenyum dan meneguk minumannya, "apa yang akan kau berikan jika aku mengikuti keinginanmu?"


Wajah Chyou yang awalnya gelap, kini mulai menampakkan cahaya terang, "Tentunya aku akan memberikanmu sandang, papan dan pangan, uang dan segala yang kau butuhkan.." balas Chyou sumringah.


lihat dia, dia langsung gembira hanya karena aku memberinya sebuah harapan.'


"apa kau tetap akan memberiku semua yang ku mau walau aku membuat banyak masalah?"


"tergantung seberapa besar masalah yang kau perbuat. "


"bagaimana jika itu masalah yang sanga~aat besar?" An melebarkan kedua lengannya dan membentuk sebuah lingkaran besar.


"aku akan bertanya alasan kau melakukannya, jika alasan itu setimpal maka akan kubiarkan." Chyou masih mengangkat bibirnya keatas.


An tertawa kecil dengan jawaban Pria didepannya, ia seperti akan melakukan apapun untuk membawanya ke kediaman keluarga Wu itu.


"bagaimana.. jika ada yang menggangguku selama aku di sana?"


"aku akan melindungi mu."


"... bagaimana jika 'orang yang dekat' denganmu lah yang menggangguku? apa kau akan tetap membelaku yang seorang orang asing ini?"


Chyou menjadi diam ketika An menanyakan hal itu, bagaimana?'


"aku.. akan membela orang yang sepatutnya dibela, dan aku akan menghukum orang yang bersalah atas tindakannya." tak ada keraguan atas perkataan itu, julukan 'Jendral muda' miliknya bukanlah isapan jempol belaka.


Saat itu pula, An tertawa keras sampai sampai membuat pelanggan lain melihat ke arah mereka, "apa.. ada yang salah dari perkataan ku?" ucap Chyou heran.


An beranjak dari kursinya dan berbalik pergi, Chyou yang melihat itu hanya bisa tertunduk dan bergumam sesuatu, "ternyata sulit.."


"Kedai Wuca, 7 hari lagi.."


Chyou mengangkat kepalanya tak percaya.


"jangan melakukan hal berlebihan dan menarik perhatian, aku sangat tak suka keramaian. Dan.. jika aku sampai mengetahui kau menyelidiki ataupun mengawasi pergerakan ku, disaat itu juga kesepakatan ini akan berakhir." An lalu pergi meninggalkan Chyou tanpa melihatnya kembali.


Sungguh sayang karena saat itu An tak memutar kepalanya, karena ada sebuah wajah memerah yang enak dipandang untuk seorang pecinta wajah orang tampan.


...•...


...•...


...•...


...•...


...[ MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN KATA MAUPUN TANDA BACA YA.. ]...


...[ TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA INI~ ]...


...[ SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA SEMUA! <3 ]...

__ADS_1


^^^@Thara_tta (๑'ᴗ')ゞ^^^


__ADS_2