Moon In Darkness

Moon In Darkness
Ch.32 Kembang Api


__ADS_3

"lalu apa kamu tau? Pak walikota bahkan---"


"kau tau banyak hal ya? apa kau berasal dari ibukota Lu?" potong An pada Lu, gadis itu merasa sudah sangat cukup informasi yang ia terima hari ini, mungkin ia tak akan pergi untuk beberapa hari ke depan dan hanya berdiam di kamar saja.


"ah.. iya, aku baru pindah kemarin, apa kamu tak suka ceritaku Yan? membosankan karena membahas bangsawan bangsawan bodoh terus ya?" resah Lu ketika melihat An yang telinganya seakan mengeluarkan asap.


bangsawan bodoh?'


"tidak.. kebetulan aku agak suka politik, tapi sepertinya sudah cukup untuk malam ini." An memalingkan wajahnya, menatap ke arah kedai kedai kecil dipinggir jalan, suasana pasar yang selalu membuatnya risih kini berubah menjadi tenang.


"semuanya.. hidup." gumam An seraya menatap kosong pada keramaian. Lamunannya terhenti ketika sebuah lengan mendarat di bahunya, untunglah saat itu ia tak memegang senjata dan hanya menggenggam lengan itu kuat.


"ma--maaf, sepertinya kamu benar benar kesal karena ceritaku ya Yan?" ucap Lu terkejut karena pergelangan tangannya digenggam erat.


"jangan pernah menyentuhku seperti itu jika kau masih ingin pulang dengan keadaan utuh." An tersenyum dan perlahan lahan melepaskan lengan lelaki itu.


dia lagi ada tamu ya? seram.. manis juga sih' batin Lu kemudian mengekor pada An.


Mereka lalu berjalan kembali, tapi kali ini dengan suasana hening yang mengikuti. Walau banyak orang yang berbincang di sekitar mereka, tetap seperti tak ada suara sama sekali.


"hei apa sakit?" tunjuk An pada lengan Lu yang memerah.


"tidak, hanya masih panas saja kok, haha!"


sial.. aku jadi tak enak, lagian salahnya sendiri kenapa mau menyentuhku.' batin An yang tak mau kalah dengan egonya.


"oh iya Yan, apa kamu suka kembang api?" tanya Lu dengan merogoh kantungnya.


"tentu, itu cantik bukan?"


kembang api.. kenapa dia membahas itu? aku jadi teringat si pelanggan kurang ajar itu kan!' An bergejolak.


"iya benar! kamu.. mau melihatnya? kembang api." Lu menjulurkan tangannya, disaat An menyambut tangan lelaki itu sebuah energi chi mengalir di tubuh An.

__ADS_1


chi? dia bisa chi? apa ini ilmu peringan tubuh?' batinnya penuh tanya.


"hei, ke--kenapa tubuhku terasa seperti akan melayang?" seru An pura pura terkejut.


"tentu, itu namanya peringanan, hanya orang tertentu yang bisa melakukannya." ujar Lu dengan mengedipkan mata.


entah mengapa aku dapat merasakan penekanan di salah satu kata itu. '


Lu menarik lengan An dan mereka berdua langsung meloncat ke atas perumahan warga. Di sana sepi, tak seperti pasar yang jalannya penuh dengan manusia, atap ini seakan milik mereka pribadi.


"bagaimana kau melakukan itu?" ucap An terpukau.


"mudah kok hanya butuh energi saja."


"oh.." gumam An disertai senyum andalannya.


tidak bisakah aku memukulnya? dia menyebalkan. ' batin An berusaha menahan emosi.


Gadis itu kini menatap langit, langit yang gelap dan tak ada bintang sama sekali. Ia lalu menatap lurus ke depan dan terlihat sebuah bangunan megah bercahaya di sana. Ya, itu adalah kedai wuca tempat ia tinggal, atau bisa disebut menumpang?


"kamu akan tahu nanti, ku harap.. kamu menyukainya Yan.." senyuman di wajah Lu terlukis dengan jelas, senyuman yang membuat siapapun yang melihat meleleh dibuatnya.


An hanya menatapnya datar dan mengangguk pelan, "yah.. baiklah."


Mereka kemudian menunggu, dan terus menunggu, 15 menit kini telah berakhir jika mereka menghitungnya.


astaga! sebenarnya dia mau apa sih? aku mau pulang sialan!' batin An mencoba untuk bersabar, urat uratnya pun mulai terlihat satu persatu menandakan bahwa sebentar lagi akan ada ledakan tak ber bendung.


"hei Lu!--" belum sempat An melanjutkan kalimatnya, sebuah ledakan tiba tiba muncul di langit kosong yang gelap. Ledakan yang indah, warna warni, dan meriah. 'Kembang Api.'


An terpana, ia tak mengedipkan matanya sekalipun, semua perhatiannya kini beralih pada kembang api itu, bukan hanya An, warga yang awalnya telah memasuki rumah pun kembali keluar hanya untuk melihat kembang api dadakan ini.


Semua orang berbisik dan bertanya tanya, "siapa yang telah menyalakan kembang api sebanyak itu?"

__ADS_1


Saat An masih terkesima dengan pemandangan indah itu, ia tak menyadari jika Lu sedang mengamatinya dan mengatakan sesuatu.


"Lu ini indah! apa kau yang--" An yang awalnya sibuk memandang langit kini menatap ke samping, kosong. Tak ada siapapun di sana, "Lu?" ia sempat mencari ke segala arah, namun hasilnya ia tak berhasil menemukannya.


"kemana dia?" gumam An seraya masih mencari di sekitar, "apa dia pergi duluan? kalau pergi setidaknya turunkan aku dulu dong."


An melompat kebawah, saat ia sedang berjalan, ia selalu menatap di sekelilingnya berharap dapat bertemu dengan Lu dan mengucapkan Terima kasih padanya.


"seharusnya aku bilang makasih dengannya ya.. kembang api.. kenapa rasanya berbeda dari kehidupanku sebelumnya ya?" An berhenti dan sekali lagi menatap langit, kembang api yang semula meriah dan indah itu perlahan lahan mulai menghilang.


"..padahal dulu lebih mewah dan besar.. " lanjut gadis itu, ia menundukkan kepalanya, berhenti menatap keramaian dan meneruskan perjalanan ke kedai, tempat ia untuk beristirahat.


".. makasih." gumam An pelan.


Tak jauh dari sana, seorang Pria bertopeng setengah wajah tersenyum seraya menggoyang goyangkan botol arak miliknya, "sama sama."


Tak terasa, satu minggu telah berlalu sejak malam itu. Festival pengganti dari kedai Wuca pun telah terpenuhi, dan hutang mereka akhirnya lunas pada masyarakat. Festival terpanjang dan termegah yang pernah dilakukan di Kota Chengse, maka dari itu walau seminggu telah berlalu masih banyak orang yang membicarakan tentang Festival itu.


Baik kalangan muda maupun kalangan tua, semuanya berbondong bondong menceritakan Festival itu hingga ke seluruh Kekaisaran, berkat itu pula kedai kini mendapatkan banyak pekerjaan dari para bangsawan untuk menjadi hiburan di kediaman mereka. Dan tak terasa pula, waktu An di kedai itu telah habis sepenuhnya.


Dan mulai sekarang, ia harus menepati janji keduanya pada salah seorang saudara lelakinya.


...•...


...•...


...•...


...•...


...[ MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN KATA MAUPUN TANDA BACA YA.. ]...


...[ TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA INI~ ]...

__ADS_1


...[ SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA SEMUA! <3 ]...


^^^@Thara_tta (๑'ᴗ')ゞ^^^


__ADS_2