Moon In Darkness

Moon In Darkness
Ch.34 Rumah Baru


__ADS_3

Udara yang ada dikediaman Wu saat ini sangat dingin dan mencekam, ketika Chyou dan An turun dari kereta, semua orang membelalakkan mata tak percaya dengan apa yang telah mereka lihat. Para pelayan mulai berbisik, tamu tamu luar pun tak mau kalah akan hal itu.


"Chyou Wu memberi salam kepada pemimpin keluarga Wu, senang bertemu denganmu nenek." ucap Chyou sembari memberi hormat dan membungkukkan badan.


An melihatnya, ia sedikit menggaruk telinga dan mulai mengikuti tindakan kakaknya, "Lian memberi salam kepada pemimpin keluarga sekaligus anggota keluarga Wu, senang bertemu dengan anda sekalian." ucap An penuh keanggunan.


Pemimpin keluarga Wu, yang tak lain nenek mereka pun tersenyum kecil dan menganggukkan kepala, "Lian? apa kau malu menerima gelar keluarga mu sampai sampai harus membuangnya?"


An mengangkat wajahnya, "saya ingin. Tetapi tak mungkin bagi saya memakai gelar keluarga tersebut." ia melirik anggota keluarga lain, ketika melihat mereka ingatan samar muncul dan membuat emosinya meningkat drastis.


"kenapa tak memungkinkan?" tanya wanita paruh baya itu pelan namun terdengar tegas.


"karena saya hanyalah anak haram." lirih An, senyumnya memudar ketika ia mengatakan itu.


"siapa yang mengatakan itu padamu?" wanita tua itu mendekat dan menghapus air mata yang akan tumpah ke pipinya.


"a--aku..uh.." gadis itu kini menangis, ia terisak sampai sampai membuat semua orang bingung dan gelisah, mereka gelisah karena melihat sikap nenek mereka yang sepertinya menyukai An.


"hentikan tangisanmu, kau tak boleh menunjukkan kerapuhan seperti ini. Beristirahatlah, ini rumahmu sekarang.." Wanita tua itu menepuk pelan punggung An, ia lalu berhenti menangis dan mengusap air matanya.


"kau boleh menggunakan gelar itu, tak ada yang bisa melarang mu, jika ada yang menghinamu bilang pada nenek siapa orang itu." lanjut wanita itu lagi.


An mengangguk pelan, ia kemudian memberi hormat, dan menyapa sedikit anggota keluarga lain, "kalau begitu saya mohon pamit nenek, bibi, paman, dan adik sekalian."


Chyou dengan sigap memapah An untuk pergi ke tempat tinggalnya, tak lama setelah mereka pergi, komentar demi komentar terus bermunculan dari mulut para anggota keluarga lain.


"ibu! kau tak perlu merendahkan harga dirimu untuk anak diluar nikah seperti dia!" cetus bibi pertama---Baoyu Wu, ia memiliki paras cantik untuk usianya yang telah menginjak kepala 4, Baoyu memiliki rambut putih sebahu dan mata biru yang cerah, ia juga awet muda. Tak heran Chyou memiliki paras rupawan.


"yah.. aku setuju dengan kak Bao. ibu tak perlu lembut dengan anak s*tan seperti dia." sambung bibi keempat---Yihua Wu, mulutnya pedas, rambut hitam yang selalu disanggul itu menambah kesan dewasa pada dirinya, tak seperti kakaknya Baoyu yang awet muda, Yihua selalu menggunakan make up tebal juga perawatan sihir untuk menjaga wajahnya tetap kencang.

__ADS_1


"tidaklah kalian berpikir jika kalian kekanak kanakan? ingatlah umur kalian." timpal bibi ketiga---Jingmi Wu, berbeda dengan kedua kakaknya yang awet muda dan melakukan perawatan, ia lebih suka tampil seadanya dan natural, rambut pendek yang selalu diberi hiasan jepit bunga itu seakan membuat Jingmi seperti gadis muda kebanyakan.


"cukup! hentikan itu dan ayo pulang." balas Paman ketiga---Yaoshan Wu, ia adalah pria yang tak mau ribet dan tak mau masuk dalam masalah keluarga, dengan keunikan wajahnya yang memiliki satu luka didekat mata bagian kanan, ia dapat dengan mudah ditemukan di tempat yang ramai.


Lalu Paman keempat---Yuwen Wu yang hanya berminat dengan bisnis, ia tak mau masuk kedalam masalah seperti Paman ketiga dan selalu mengambil jalan berbeda dari istrinya jika menurutnya jalan itu akan menjadi merepotkan. Ia bahkan menjadi satu satunya anggota keluarga yang tak hadir dalam penyambutan An.


Melihat para orang tua yang saling beradu mulut, anak anak mereka hanya menghela nafas dan berharap bisa pergi dari sana.


"hentikan omong kosong itu dan jaga tutur kata kalian! apa kalian tak menghargai ku lagi sebagai pemimpin keluarga?" teriak Sang ibu---Fen Wu, yang menjadi pemimpin generasi ke-8.


"sekarang kalian pulanglah dan jangan pernah meributkan masalah ini lagi, jangan membuatku malu disisa hidupku." tegas wanita tua itu lalu pergi meninggalkan anak anak, menantu serta cucu cucunya yang masih diam mematung di sana.


Di saat yang sama pula, Chyou dan An telah sampai di sebuah paviliun yang berada tak jauh dari rumah utama. Paviliun itu kuno tapi sangat terawat dan rindang, di setiap sudut ditanami bunga mawar dan dikelilingi pohon persik juga bambu. Tempat yang nyaman untuk seseorang yang menyukai ketenangan.


"tempat yang cantik, apa aku memang boleh memakainya?" tanya An sambil melihat lihat perabotan.


wah.. kalau ini ku lelang dapat berapa ya? sepertinya semua yang ada disini barang antik, pasti akan sangat diminati.' batin An menerka nerka harga yang akan ia taruh di berbagai perabotan itu.


"apapun?" tanya An memastikan, Lelaki itu mengangguk cepat untuk menanggapi pertanyaan An.


"hmm.. kalau begitu bisakah kau memberiku beberapa buku ilmu beladiri, beberapa makanan, dan orang yang dapat dipercaya, Youyo?"


Tanduk kecil terlihat keluar dari kepala An, ha! jika kau benar benar sayang denganku, ini adalah sesuatu yang mudah bukan?' ejeknya.


"tentu, apapun untuk adikku.." Chyou kemudian pamit untuk mencari semua yang di pinta oleh An, saat ia keluar, semua orang mengetahui dengan jelas jika Chyou Wu sedang dalam perasaan senang yang membara.


An menatap halaman depan paviliun yang luas dan sepi, ini memang tempat yang indah.. juga pasti tenang karena jauh dari paviliun lain. Tapi..


"sebenarnya apa yang dilakukan ibu Lian Wu, sampai sampai dia diasingkan kesini?" gumam An seraya berjalan masuk.

__ADS_1


An secara tak sengaja membaca tanda di sebuah pintu yang memiliki ukiran teratai dengan sebuah nama [ Shilin Wu ], karena penasaran ia lalu membuka pintu itu dan menemukan sebuah kamar tidur yang indah dan sederhana.


"ini kamar ibunya ya?" gumam An sambil memasuki kamar, ia pun merebahkan tubuhnya pada sebuah ranjang empuk dan menatap kosong ke arah langit langit.


Gadis itu merogoh sakunya dan mengambil sepasang anting berwarna safir laut pemberian dari Chyou dahulu. Ia menyeringai dan terkekeh geli mengingat kejadian yang baru saja terjadi.


"haa.. dasar keluarga munafik, mereka bahkan langsung menatapku tajam seolah menyatakan jika mereka sangat benci atas kehadiranku. Terutama wanita wanita tua itu dan anak anaknya, mereka benar benar minus dalam berakting." ujar An sembari menggoyang goyangkan kakinya.


"bagaimana jika aku membuka kursus saja ya? kursus menjadi aktor misalnya?' tanya An pada dirinya sendri.


"ho.. jika bersih begini pasti ada yang membersihkan nya bukan? Youyo tak mungkin melakukannya karena dia saja baru tiba dari tugas." wajah An kembali dipenuhi kekosongan.


"kira kira siapa ya? apa wanita tua itu yang melakukannya?" gumam An lagi, namun ia langsung menepis pemikirannya. "tak mungkin nenek dan ekor ekornya yang membersihkan tempat ini~"


An yang awalnya hanya ingin mencoba ranjang empuk itu, seketika tertidur pulas dengan menggenggam anting safir pemberian dari Chyou Wu.


...•...


...•...


...•...


...•...


...[ MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN KATA MAUPUN TANDA BACA YA.. ]...


...[ TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA INI~ ]...


...[ SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA SEMUA! <3 ]...

__ADS_1


^^^@Thara_tta (๑'ᴗ')ゞ^^^


__ADS_2