Moon In Darkness

Moon In Darkness
Ch.39 Makan Malam


__ADS_3

Gedung gedung yang kokoh, jalanan berbatu bata yang rapi, dan sebuah patung berwujud laki laki terbuat dari emas yang ada di alun alun kota, adalah gambaran nyata yang dapat dilihat di ibukota Kekaisaran barat.


"gila, siapa orang ini?" ucap An sambil berkacak pinggang di depan patung tersebut.


"haha! kau bercanda? tak mungkin kau tak tahu dia!" timpal seorang pria yang tak sengaja mendengar perkataan An.


"entahlah, kenapa aku bersikap seolah tak tahu jika aku tahu ya?" balas An sembari melirik orang itu tak suka.


"orang itu! dia adalah kaisar ke-11 Kekaisaran barat, Xingguang Zhao! seorang yang berwibawa, paling dermawan dan orang yang memiliki kekuasaan penuh di Kekaisaran ini!" seru pria itu dengan semangat.


"oh, kaisar ternyata.. " gumam An tak menghiraukan perkataan lelaki itu, ia menatap patung emas dan sekali lagi bergumam, "matanya.. "


"ah! kau memperhatikan ya?! mata kaisar Zhao itu terbuat dari permata zapyr¹ loh! keren bukan?! " seru orang itu menggebu-gebu.


"diam! bukan itu. " bentak An.


perasaan ku saja atau bukan, mata kaisar itu seperti mengandung sebuah chi yang aneh.. ' batin gadis itu, ia lalu berbalik pergi untuk melihat hal lain yang menurutnya lebih menarik.


An berjalan pelan menyusuri setiap toko dan gang, ia lalu menepi dan menyandarkan tubuhnya disebuah gedung terbengkalai yang sepertinya sedang dalam tahap perbaikan.


"hei, jadi pergi malam ini?" tanya seseorang dari balik dinding.


"tentu saja! aku sudah mengumpulkan banyak uang untuk membeli barang barang ilegal dan memasuki lelang hijau!"


"haha! lelang hijau? kau gila ya? orang miskin seperti kita sudah bisa masuk pasar gelap pun harusnya bersujud syukur. Masa kau malah minta ke tempat orang orang kaya itu?" cetus orang itu pada temannya.


"terserah! pokoknya seperti biasa, kita kumpul didepan patung emas tengah malam nanti dan bersenang senang!" timpal temannya semangat.


An tersenyum dan berlalu pergi sembari bergumam, "lelang hijau.. jangan bilang tempat diadakan lelang itu semuanya warna hijau? atau pemiliknya orang bodoh?"


"yah.. pokoknya tengah malam nanti aku akan jalan jalan lagi." lanjutnya, An kemudian berjalan jalan sampai hari mulai gelap, ia bergegas pulang karena telah melihat prajurit teratai² berpatroli dan seakan mencari sesuatu.


Saat telah tiba di depan pintu masuk kediaman, Chyou sudah berdiri di sana bak telah mengetahui dia akan pulang, "sudah puas mainnya?" ucap Lelaki itu sambil tersenyum.

__ADS_1


"belum." sahut An, karena tak mau kalah ia ikut tersenyum dan bertingkah selayaknya adik perempuan yang manis, "bolehkan aku pergi lagi?"


"tidak. Masuk dan aku akan mengantarmu ke paviliun untuk bersiap siap." seru Chyou tegas, ia lalu menggunakan chinya dan membuat tubuh An melayang di udara.


"kemana?" tanya An sambil menarik narik rambut Chyou di udara.


"makan malam keluarga pertamamu bukankah harus berkesan?" ujar Chyou seraya menyeringai jahil pada An.


"dasar kakak sialan.." balas An dengan segala umpatan bernada kecil yang keluar dari bibirnya.


"Gadis tak sopan." timpal Chyou diiringi canda dan tawa.


Mereka berdua kembali ke paviliun bambu, tempat dimana An tinggal. Sewaktu mereka tiba, Arum menyambut An dan Chyou dengan sopan.


Chyou memberitahu Arum jikalau An akan menghadiri makan malam dan meminta Arum untuk membantunya memilih pakaian juga bersiap.


30 menit berlalu sejak percakapan antara keduanya, persiapan yang melelahkan nan mengerikan untuk sebuah tubuh kecil itu.


"ya.. Terima kasih Arum." balas An lelah, ia lalu melirik sebuah cermin rias dihadapannya, terpampang sebuah wajah gadis manis berumur 13 tahun di sana. Rambut hitam pekat, mata biru safir, kulit putih yang berpadu dengan riasan tipis tipis, juga tubuh yang ramping.


"hm.. tak berdaging." keluh An memegangi wajah dan tangannya yang hanya tulang dibalut kulit itu, "apa dia memang sekurus ini? kenapa aku tak menyadarinya?" gumam An keheranan.


An lantas mengalihkan pandangannya ke sebuah laci dibawah meja rias, tempat dimana dia menyimpan sedikit barang yang dibawanya.


Ia menarik laci itu dan terlihat sebuah topeng rubah putih pemberian dari Jie untuknya, "rubah.. sepertinya aku melupakan sesuatu, apa ya?" belum sempat mengingat sesuatu yang dimaksud, Arum datang untuk mengantarkan An ke rumah utama, tempat makan malam dilaksanakan.


Karena lokasi paviliun yang dekat, mereka hanya berjalan sebentar dan sampai ke tempat tujuan. Seperti yang diperkirakan, ketika An memasuki ruangan semua orang mulai menatap dirinya. Baik itu para pelayan juga para pemiliknya.


An tersenyum menanggapi tatapan tajam tersebut, ia berjalan mendekat, duduk di kursi yang tersisa dan memulai aksi beraktingnya.


Di saat itu pula, disebuah ruangan megah yang memiliki cahaya redup redup, terlihat dua orang pria dewasa yang tengah mengobrol dengan aura yang mencekam.


"saya mendapat kabar, bahwasanya kemarin Putra pertama keluarga Wu membawa adiknya yang telah lama menghilang. Anak dari Nona Shilin dan Tuan Zhang, Lian Wu." jelas seseorang yang memakai baju selayaknya adipati muda, Pria itu menggunakan topeng hitam yang menutupi seluruh wajah, dengan simbol singa tepat ditengah keningnya.

__ADS_1


"yah.. sepertinya aku sudah lihat. Anak dari Shilin dan orang itu," ucap Pria yang duduk bersebrangan dengan Pria bertopeng singa itu.


"dia memiliki mata safir yang indah seperti semua keluarganya." lanjutnya lagi.


"apa saya harus menyelidikinya lebih lanjut?" pinta Adipati tersebut.


"tak perlu, selagi dia dan keluarganya berguna, kita tak perlu mengusik mereka. Oh ya, buka gerbang pasar malam semalaman penuh hari ini." Pria itu mengangkat kaki dan menaruhnya dimeja.


"ya.. baiklah, saya permisi. " sesaat setelah pria bertopeng singa itu mengatakannya, ia seketika hilang tanpa jejak, menyisakan Pria dengan bekas luka di dadanya pada ruangan yang gelap itu.


......................


Permata Zapyr¹, sebuah pertama langka yang hanya ada di daerah selatan, memiliki warna ungu kemerahan dan kekuatan yang luar biasa. Permata ini mengeluarkan aura panas yang hanya bisa disentuh jika memiliki chi dengan kekuatan alam (myrax) dimana pengguna chi tersebut sangatlah jarang. Itulah mengapa sedikit orang saja yang dapat menggunakan permata zapyr sebagai perhiasan.


Prajurit Teratai², prajurit kediaman Wu yang dipimpin langsung oleh Chyou Wu, mereka biasanya bertugas untuk menyampaikan pesan, ikut dalam raid, berpatroli, bahkan menyusup ke area musuh. Selalu menggunakan zirah baja yang memiliki simbol teratai emas di dada mereka.


Biasanya, para prajurit diambil Chyou dari kalangan orang biasa dan juga pengelana, sangat jarang Chyou mengambil prajurit dari anak bangsawan ataupun kerabat Kerabatnya. Kebanyakan dari mereka adalah seorang pemuda yang belum berkeluarga, itulah mengapa banyak sekali gadis yang berbondong-bondong mengantri untuk mendapatkan salah satu dari mereka.


...•...


...•...


...•...


...•...


...[ MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN KATA MAUPUN TANDA BACA YA.. ]...


...[ TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA INI~ ]...


...[ SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA SEMUA! <3 ]...


^^^@Thara_tta (๑'ᴗ')ゞ^^^

__ADS_1


__ADS_2