
"hei.. bisakah kau berhenti tertawa sekarang?" ucap An sambil menatap datar Mingmei yang masih terkekeh-kekeh.
"ha.. perutku sakit.. aku heran kak, bagaimana kau bisa mendapat keberanian sebesar itu? menakjubkan!" serunya senang, ia lalu menyandarkan tubuhnya dan menatap keluar jendela.
Pemandangan perkotaan yang sangat indah dan damai, kini kereta kuda keluarga Wu melintasi jalanan perkotaan dengan diiringi tatapan tajam dan rasa ingin tahu dari segala arah.
Semua orang menatap kereta yang berjalan itu, sambil bertanya dihati masing masing "siapa yang ada didalamnya?"
"kau bisa melakukan itu jika mau, lagipula tak ada salahnya seorang keponakan memeluk bibinya sendiri." ujar An dengan tawa kecil, mereka terus mengobrol sampai sampai kereta kuda terhenti secara mendadak.
"ada apa? apa sudah sampai?" An membuka jendela kereta depan dan bertanya pada kusir kereta tersebut.
"itu.. maaf nona, tapi sepertinya kereta tak bisa masuk sekarang.." gumam kusir itu, An lantas melirik jalanan didepan, jalanan yang penuh dengan ratusan manusia. Entah apa yang mereka lihat sampai sampai menghadang jalan.
"tak apa, kami akan berjalan. Kau pulang saja."
"a--apa? berjalan? dihari panas begini??" timpal Mingmei yang sedari awal enggan untuk melangkahkan kakinya.
"iya, maka dari itu kita membawa ini!" An merogoh tasnya dan mengeluarkan dua buah jubah yang berlambang teratai emas di dada kanannya.
"kak, bukankah ini.." Mingmei dengan ragu menerima jubah itu dan melirik An yang tersenyum bangga.
"benar! ini jubah para prajurit utama. Aku meminjamnya sebelum kita berangkat." An memakai jubah itu dan menyanggul rambut panjangnya, tak lupa ia memasang satu anting safir di telinganya untuk meredam sedikit keramaian di sana.
"ayo berangkat." Gadis itu menarik lengan Mingmei dan membawanya melewati gerombolan manusia di jalanan, mereka berjalan dengan cepat, sampai tak terasa jika mereka telah sampai di tempat Chyou sedang mengadakan penyelidikan.
An berjalan diiringi Mingmei dibelakangnya, ia dengan santai melewati batas bagi orang awam untuk mendekat. Tak ada yang menegur mereka, karena jubah prajurit berlambang teratai emas yang ada di dada mereka.
"maaf, dari bagian mana kalian berasal? aku tak ingat untuk meminta prajurit tambahan dalam penyelidikan kali ini." ucap Yong Ma---Wakil ketua dari kemiliteran keluarga Wu, ia juga dikenal dengan sebutan tangan kanan Chyou Wu---seorang jendral muda Kekaisaran.
"aku? tentu saja dari bagian orang dalam." tutur An sopan, ia kemudian membuka tudung jubahnya dan tersenyum dengan hangat.
"halo Ksatria Yong, sepertinya kakakku melakukan penyelidikan dengan sangat terbuka, ya?" sindir An dengan halus, Lelaki berbadan kekar di depannya mengamati dari atas ke bawah, hingga akhirnya menundukkan tubuhnya sebagai tanda memberi hormat.
"maaf atas sikap tak sopan saya karena tak mengenali anda berdua, Nona Lian dan Nona Ming!" serunya dengan lantang. Entah disengaja atau tidak, setelah teriakan itu semua mata yang awalnya melihat pekerjaan para prajurit kini beralih pada dua gadis yang ada di depan mereka.
An menatap Ksatria didepannya datar, ia berjalan mendekat dan menarik kerah baju Pria tersebut agar sejajar dengan tubuhnya, "kesalahan tak boleh terulang untuk kedua kalinya, kau mengerti ksatria Yong?"
__ADS_1
Lelaki yang memiliki luka di wajahnya itu pun tertegun, ia kemudian mengangguk dan mempersilahkan kedua nona tersebut untuk lewat.
"aku masih tak mengerti, kenapa tuan Chyou bersikeras menganggap jika orang lain adalah adiknya yang sudah mati." gumam Yong Ma dengan ekspresi yang tak bisa dibaca, sebelum ia melanjutkan pekerjaannya, sebuah masa lalu melintas dengan cepat, masa kelam yang hanya dilihat oleh ia seorang.
"kak, dia pasti sengaja!" bisik Mingmei dengan amat sangat pelan, takut jika Lelaki itu masih mendengar mereka.
"hm? sepertinya aku kenal dia." An menunjuk seseorang dengan jarinya, Mingmei memusatkan tatapannya pada jemari gadis itu dan menemukan kekasih kesayangannya sedang berada tepat di samping Chyou Wu.
Tanpa memedulikan An, Gadis ikal itu memutuskan untuk berlari ke sana guna bertemu dengan pujaan hatinya.
Di saat Ming sedang bersenda gurau, An tetap berdiri ditempat itu seraya mendengarkan sesuatu yang tampak menarik. Ketika sedang fokus, Ia meringis tak kala sebuah tangan menyentil kening kecilnya itu.
"hei, tak bisakah kau memberiku salam yang hangat?" geram An pada sosok lelaki yang sedang bercucuran keringat dihadapannya.
"hari ini sudah hangat, apa masih terlalu dingin untukmu?" ujar Chyou terkekeh, "atau kau mau kupeluk sebagai tanda selamat datang, Lian?" godanya.
Dengan sedikit kesal, An mengambil sapu tangan di tas dan menyodorkannya pada wajah Chyou yang penuh keringat, "kau benar benar bau kak! dasar jorok!" ejek gadis itu senang.
"apa yang membuat kakakku, Sang Jendral muda berkeringat seperti ini?" balas An yang kini menggoda Chyou.
"yah.. ada sedikit kekacauan yang menyebalkan." Chyou mengelap kasar wajahnya dan menyimpan sapu tangan An di kantongnya.
"tak terlalu kuat, atau bisa kubilang 'belum'. Aku dapat menghancurkannya dengan 8 kali serang, namun prajurit biasa harus berkumpul setidaknya 4 orang untuk penyerangan bersamaan." Chyou mengajak An mendekati salah satu kristal itu, ia kembali menyerang sebanyak delapan kali dan kristal itu pecah menjadi beberapa bongkahan, mengeluarkan sebuah kumpulan api yang terperangkap didalamnya.
"mungkin pemilik teknik ini baru saja mempelajarinya, karena aku tak yakin kenapa teknik yang telah lama dibuang muncul kepermukaan." lanjut Chyou sedikit bergumam di kalimat akhirnya.
"jadi menurutmu itu berbahaya?"
teknik yang dibuang? kenapa?' batin An mengingat kembali jika ia menemukan buku itu berada di kediaman Wu.
"mungkin? aku tak dapat mengatakannya dengan jelas, karena seperti yang kubilang barusan, 'teknik ini belum sempurna'. Kita tak akan tahu apa yang akan terjadi jika pemilik teknik ini memperkuat dirinya." jelas Chyou serius.
"apa ada kemungkinan seseorang dari keluarga terpandang menyimpan salinan teknik itu dan tak sengaja ditemukan orang lain?" tanya An kembali memastikan.
"kemungkinan.. walau begitu, itu hal yang jarang. Bahkan tak pernah terjadi, jikalau teknik ini ada dikediaman seorang bangsawan, maka 'bangsawan' itu akan dihukum gantung karena menyembunyikan sesuatu yang dilarang Kekaisaran."
An tertegun, ia berpikir sejenak dan kembali membuka mulutnya, "tapi.. jika teknik ini 'tanpa sengaja' muncul di kediaman seorang bangsawan, apakah mungkin? seolah.. ia sudah diperintahkan untuk berada disana?"
__ADS_1
"di dunia ini hanya ada siluman, iblis, dan hewan roh, bukan hantu." Chyou menyentil kening An karena merasa perkataan adiknya sangat konyol.
"ngomong ngomong, kenapa kau dan Mingmei berada di sini?" ujar Chyou di sela perjalanan menuju tenda.
"tadinya sih kami mau berbelanja bersama, tapi kereta kuda kami tak bisa masuk pasar karena seseorang melakukan penyelidikan terbuka." sindir An tanpa kehilangan satu kata.
sekalian mau melihat hasil penyelidikan mu sih.' batinnya.
"ah.. begitu? maafkan kakak deh, kau sudah makan siang? mau makan siang bersama?" Chyou berusaha untuk mengganti topik pembicaraannya.
"tak perlu, aku sudah ma--" belum sempat An menyelesaikan kalimatnya, sebuah pelukan erat menghampirinya saat ia sampai ke tenda.
"HAI! apa yang dilakukan adik mungilku ini di sini??" seru Jiazhen bersemangat.
"tak bisakah kau memperhatikan sikapmu? jangan seperti anak kecil." cibir Chyou menatap Jiazhen dengan tajam.
"ya.. memangnya kenapa? jen-dral mu-da. Sepertinya kau tak bisa memeluknya, makanya kau iri kan?" ejek Jiazhen masih menggosok gosokkan dagu pada kepala An.
"kak, bisakah kalian berhenti? aku benar benar malu sekarang.." bisik An, wajahnya yang merah padam malah membuat Jiazhen semakin menempel padanya.
"ha! liat betapa manisnya dia! bagaimana bisa kau sangat sangat lemah? aku akan melindungimu jika kau mau!"
apa yang terjadi dengan anak ini! seseorang tolong aku!' teriak An dihatinya, tapi entah kenapa ia tak dapat melepaskan pelukan kuat dari kakaknya itu.
...•...
...•...
...•...
...•...
...[ MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN KATA MAUPUN TANDA BACA YA.. ]...
...[ TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA INI~ ]...
...[ SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA SEMUA! <3 ]...
__ADS_1
...@Thara_tta (๑'ᴗ')ゞ...