
Ruang makan yang mewah, banyaknya guci dan alat makan klasik, juga para pelayan yang bersusun rapi, sangat berciri khas bangsawan pada umumnya.
Itulah tempat dimana makan malam pertama keluarga Wu bersama salah seorang anggota keluarga barunya. Makan malam yang pada awalnya berjalan dengan lancar, tiba tiba berubah ketika seseorang membuka suaranya.
"em.. kak You, kudengar kakak sedang mencari calon prajurit baru.. apa itu benar?" ucap Qiongli Wu--- Adik kandung dari Jiazhen, yang selalu berusaha mencari perhatian Chyou Wu. Ia gadis yang cantik dengan rambut kemerahan dan mata sebiru langit, namun karena sifatnya yang kurang baik, ia jadi tak terlalu disenangi oleh orang orang juga disegani karena memiliki tingkatan chi yang cukup tinggi diantara murid murid akademi.
"hm." jawab Chyou acuh tak acuh pada Qiongli, semua keluarga diam karena mereka sudah mengetahui reaksi dari Chyou Wu.
"apa aku boleh membantu? aku mengenal beberapa orang di Akademi yang sepertinya akan membuat kakak terkesan!" pinta Qiongli dengan mata bersinar di sebrang tempat duduk Chyou.
"Ha.. Qiongli, kau tahu jika aku tak mengambil seseorang dari kaum bangsawan bukan? dan menurut sepengetahuan ku, di Akademi mu itu hanya ada para anak konglomerat." jelas Chyou, namun dengan sifat keras kepalanya, Qiongli tetap berusaha untuk mendapatkan kata ya dari kakaknya.
"tapi kak! walau menjadi bangsawan, mereka itu tak memiliki tempat. Jadi bukankah sama saja dengan rakyat jelata?" seru gadis itu tak mau kalah, Chyou hanya meliriknya dan langsung membuang muka seolah tak mendengar.
wow, dia mengatakan itu seakan hal biasa, apa dia tak merasa bahwa ada dari sebagian orang yang menatap tajam kepadanya?' batin An melirik beberapa pelayan yang tampaknya larut akan emosi.
sepertinya aku tak perlu berakting terlalu mendalam jika ingin mendapat simpati orang orang' lanjut An.
"oh ya, Lian.. bukankah kau belum memiliki pengawal? bagaimana jika sekalian memilih pengawal yang cocok untukmu nanti?" ucap Chyou santai tanpa memerhatikan semua orang yang menganga.
karena mendengar hal yang seharusnya tak pernah ia dengar, An yang awalnya masih berfantasi didalam otaknya itu, kini terbatuk batuk dibuatnya, "a--apa? pengawal??" tanya An tak percaya.
dia mau mengekang ku sampai mana sih sialaan?!??' amuk An, ia ingin sekali mendobrak meja dan menunjuk nunjuk wajah tampan disampingnya itu, namun sangat disayangkan ia tak dapat melakukannya.
"tak perlu kok kak, lagipula aku tak terlalu suka dengan pengawal yang masuk kepala 2." ucap An pelan namun membuat semua orang heran.
"jika begitu, apa kau mau kalau pengawal itu masih umur belasan?" tanya bibi ketiga penasaran.
"mungkin? aku tak terlalu paham, bagaimana menurut adik Ming?" lontar An, ketika itu juga semua orang mulai memerhatikan Mingmei--- Anak dari bibi ke empat yang memiliki kembaran bernama Meiyin dan adik dari Jia Wu.
"a--apa maksud kak Lian? aku sama sekali.. tak mengerti.." jawab gadis berambut ikal itu gelagapan.
"ah.. iya kah? padahal tadi sore aku melihatmu tampak akur dengan salah satu prajurit kak Youyo, makanya kukira kau bisa membantuku untuk mencari pengawal muda" ujar An bersikap lugu, ia dengan tatapan polosnya mengajak semua orang untuk berbisik pada Mingmei.
__ADS_1
"dengar apa yang nona Lian bilang? tampaknya nona Ming belum memutus hubungan gelap dengan kekasihnya itu."
"yah.. dia kan orang yang keras kepala, lihat wajahnya saja sampai merah begitu."
"haha, memang ya, buah tak jatuh jauh dari pohonnya."
Bisik para pelayan pelan, walau pelan semua kalimat itu terdengar jelas ditelinga An dan itu membuatnya sangat puas. Melihat tanda tanda keributan, kepala keluarga Wu akhirnya turun tangan untuk mengganti topik pembicaraan.
"baiklah untuk pengawal Lian, bicarakan nanti saja, kau mengerti Chyou?" tegas nenek pada Chyou, lelaki itu hanya menghela nafas dan menganggukkan kepalanya.
"sebentar lagi pertandingan lima keluarga akan diadakan, kuharap kalian semua dapat mengharumkan nama keluarga ini kembali." tutur sang nenek pada para cucunya, ia lalu menatap Lian dan berbicara dengan sangat pelan seakan akan ia mengirimkan sebuah telepati pada An, "aku berharap banyak padamu, Lian."
Alis An tersentak bersamaan, ia menyeringai dan bergumam, "tentu, nenek."
liat wanita tua ini, beraninya dia menantangku?' geram An dihatinya.
Makan malam dilanjutkan, dan berakhir dengan tanpa ada kejadian besar lainnya. Kepala keluarga Wu pergi terlebih dahulu dikarenakan adanya seorang tamu penting, disusul oleh para paman dan bibi juga anggota lainnya.
Sebelum kembali, An dapat merasakan tatapan jengkel dari Qiongli dan tatapan penuh rasa ingin tahu dari Mingmei, "siapa yang akan datang duluan ya?" bisiknya.
"ah! cukup, aku tak butuh pengawal!" bentak An sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"walau begitu kau harus punya, semua nona muda setidaknya membutuhkan seorang pengawal." tegas Chyou pada An.
"aku sudah punya Arum, dia saja cukup untuk menjadi pengawal sekaligus dayangku bukan?" Ujar An melepaskan aksesoris yang ada di rambutnya, kini rambut hitam legam An bercampur dengan cahaya bulan, sangat bersinar dan indah.
Chyou tak bisa berhenti menatap An yang tengah sibuk mengomel didepannya, "ah.. sial." gumamnya dengan telinga memerah.
"berhentilah menolak jika kau ingin aku mengajarimu menggunakan ini." Chyou membuka telapak tangannya dan terlihat sebuah simbol teratai emas di sana.
"dasar curang! kau sudah berjanji untuk mengajarkannya padaku!" An memukul mukul lengan Chyou kesal. Tak lama, tubuh An melayang di udara dan matanya bertatapan langsung dengan Chyou Wu.
"jadi?" ejek lelaki itu penuh kemenangan, dengan amat terpaksa An menyetujuinya tapi ia mengajukan sebuah syarat, "baik baik! tapi aku akan memilihnya sendiri."
__ADS_1
"tentu, kau akan ikut memilih prajurit baru pekan nanti adikku." ucap Chyou puas.
ngomong ngomong soal prajurit, sepertinya aku sudah punya deh.. kesatria malah.' An mengingat kembali kedua bocah ingusan yang ia temukan beberapa minggu yang lalu.
Mereka berdua terus berjalan bersama, An dengan tanpa basa basi meminta secara langsung denah keseluruhan kediaman Wu bahkan meminta untuk melihat sejarah kelam bahkan silsilah keluarga mereka, Pada awalnya An mengira jika Chyou tak akan memberikan informasi informasi itu pada An, namun ternyata berkebalikan dari apa yang ia bayangkan.
"aku hanya bisa memberikan ini padamu, bacalah sendiri. Jika kau mau melihat beberapa teknik beladiri keluarga, lihat saja di perpustakaan nanti. " seru Chyou lalu mengeluarkan beberapa buku dengan mudah dari telapak tangannya.
"wah.. "
Dengan tubuh yang masih melayang di udara, An membaca hampir setengah buku itu dengan cepat dan seksama, entah itu kutukan atau keberuntungan, ia dapat menghapal semua isi buku tersebut hanya dalam sekali lihat dengan cahaya bulan yang redup.
Mereka akhirnya sampai di paviliun dan disambut oleh Arum beserta beberapa pelayan yang diutus oleh Chyou untuk menemani An, gadis itu kemudian bergegas membawa semua buku bukunya ke kamar dan menutup pintu rapat rapat.
"astaga.. anda memiliki adik yang susah diatur ya?" sindir Arum seraya berkacak pinggang.
"diam, jaga saja dia. Jika aku melihat kulitnya tergores sedikit saja, aku akan menghukum mu di ruang penghakiman." ucap Chyou dingin, ia lalu pergi dari sana seakan menghilang bersama angin.
"dasar menyebalkan, aku kan hanya bercanda. Lagian, adiknya yang lain kan masih banyak." keluh Arum tanpa menghiraukan pelayan pelayan lain yang menatapnya tanpa suara.
"kenapa kalian diam saja? cepat bersihkan tempat ini! nona Keempat akan tidur sebentar lagi, jangan sampai tidur beliau terganggu hanya karena pelayan kecil seperti kalian!" titah Arum pada semua pelayan, mereka dengan sigap mengikuti perintah karena tak ingin mendapatkan masalah.
...•...
...•...
...•...
...•...
...[ MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN KATA MAUPUN TANDA BACA YA.. ]...
...[ TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA INI~ ]...
__ADS_1
...[ SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA SEMUA! <3 ]...
^^^@Thara_tta (๑'ᴗ')ゞ^^^