My Beloved Cowboy

My Beloved Cowboy
Bab 16. Keyakinan Rani


__ADS_3

Rani pikir rencananya berlibur dan menghabiskan masa cutinya selama dua pekan di rumah peternakan neneknya akan berjalan mulus dan sesuai rencananya, tak akan ada orang yang mengenalinya di sana nantinya.


Tapi sepertinya pemikirannya itu salah, dan rencananya untuk mengisi liburan sambil membantu pekerjaan neneknya tidak akan berjalan mulus. Ada hal di luar dugaan yang menjadi hambatannya kini, dan ia harus membereskannya segera.


“Kalau Nenek ingin membantu Gaby, kenapa tidak sekalian saja Nenek yang membeli lahan peternakannya. Jadi lahan itu tidak sampai jatuh ke tangan orang lain di luar wilayah ini.”


“Nenek juga bisa tetap membantu Gaby dengan memberinya keleluasaan untuk tetap mengolah lahan itu meski hak milik sudah berpindah tangan pada nenek. Rani yakin, Gaby akan senang sekali mendengarnya.” Imbuh Rani lagi, menatap neneknya mencoba meyakinkan dan mau menuruti keinginannya. Dengan begitu Rani akan lebih mudah membujuk Gaby nantinya, pikirnya dalam hati.


Rani menyampaikan rencananya itu pada neneknya, wanita tersayang itu langsung mengerutkan keningnya. Ia balas menatap Rani untuk sesaat lamanya, mencoba mencari sesuatu yang tersembunyi dibalik rencana cucunya itu untuk membuat Gaby membatalkan rencana penjualan tanah peternakan keluarganya pada Andre.


“Apa ada sesuatu yang Kau sembunyikan dari Nenekmu ini, Kau bahkan belum menjawab pertanyaan Nenek. Apa Kau mengenal laki-laki itu, mengapa tiba-tiba saja Kau ingin Nenek yang mengambil alih tanah peternakan keluarga Gaby ketimbang membiarkan laki-laki itu yang membelinya.” Nenek menghentikan ucapannya, ia mengambil gambar di tangan Rani dan mengarahkan telunjuknya ke wajah Andre.


“Laki-laki ini sudah melakukan pendekatan cukup lama, dan ia menawarkan sejumlah uang dalam jumlah besar yang bisa membuat Gaby dan ayahnya tak bisa menolak tawarannya.” Kata nenek panjang lebar, penasaran dengan rencana Rani yang tiba-tiba setelah melihat foto yang diberikannya. “Nenek bahkan tidak yakin akan bisa menawarkan harga yang sama bahkan lebih tinggi dari jumlah yang sudah ditawarkan laki-laki itu pada Gaby dan ayahnya.”


“Tenang saja, Nek. Rani akan meyakinkan Gaby untuk mau bekerja kembali di peternakan kita. Rani juga akan membuat Gaby membatalkan rencana penjualan lahan peternakan miliknya pada laki-laki breng sek itu dan mengalihkannya pada kita,” jawab Rani dengan berapi-api, tangannya mengepal dan tanpa sadar meninju gambar wajah Andre yang sedang tersenyum lebar.

__ADS_1


Nenek menahan senyumnya, wajah kesal Rani tampak lucu. Ia bisa menebak apa yang terjadi kini yang membuat Rani emosi bahkan hanya dengan melihat gambar diri Andre. “Apa laki-laki itu yang sudah mematahkan hatimu, apa dia orangnya yang katamu berselingkuh dengan wanita berukuran B 36?”


Nenek bertanya dengan nada menggoda, dan hal itu membuat wajah Rani menjadi bertambah sebal karena teringat pada pengkhianatan yang dilakukan mantan tunangannya itu.


“Dia pikir bisa mendapatkan semua yang diinginkannya dengan mudah. Kali ini dia harus berhadapan denganku, dan Aku tidak akan membuatnya bisa tertawa lebar lagi setelah apa yang dia lakukan padaku!”


“Sepertinya Kau masih belum sepenuhnya bisa melupakan laki-laki itu, apa Kau masih mencintainya dan masih tidak rela ia sudah meninggalkanmu dengan wanita lain yang juga sahabatmu sendiri?”


Rani menggeleng kuat, bayangan wajah King tiba-tiba saja melintas di benaknya. Rani teringat ucapan laki-laki itu saat bicara pada mantan kekasihnya dan mereka melakukan sandiwara cinta untuk mengusir wanita itu agar menjauh dari King. Pada pertemuan awal King bahkan sudah menciumnya.


King mengakui kalau ia akan menikahi Rani di depan mantan kekasihnya dan di hadapan semua orang agar wanita itu tak lagi mengusik hidupnya karena sudah mencampakkan dirinya dengan memilih pergi bersama lelaki lain. Sementara Andre berselingkuh dengan wanita lain dan tertangkap basah oleh Rani sendiri dua bulan sebelum rencana pernikahannya mereka.


Mengingat King, wajah Rani tiba-tiba menghangat dan ia jadi senyum-senyum sendiri. Kehadiran King telah memberi warna tersendiri dalam hidupnya kini.


Rani suka saat King bernyanyi untuknya, Rani suka saat King memeluknya dan menenangkan dirinya saat badai itu datang, dan Rani sudah tak sabar ingin berkuda dengannya.

__ADS_1


Rani menyadari sesuatu, ia tak lagi mengingat Andre. Bayangan laki-laki itu seolah terhapus dengan kehadiran King di dekatnya kini. Apa ia mulai jatuh cinta pada King, tapi apa mungkin secepat itu. Mereka bahkan baru saja bertemu dalam hitungan hari.


“Sekarang Aku merasakan sesuatu dan seperti diingatkan kembali, Aku bahkan tidak yakin kalau benar-benar patah hati dan sebelumnya pernah jatuh cinta pada Andre.” Kata Rani kemudian.


“Dua tahun ternyata bukan waktu yang panjang untuk kita bisa saling mengenal hati masing-masing, tetap saja tak mampu membuat Andre setia dan memegang janjinya.”


“Jodoh adalah misteri yang tidak bisa ditebak. Jodoh tidak selalu sosok yang Kau damba, tapi yang paling serasi jiwanya. Bersama sekian lama tiba-tiba putus begitu saja, tapi hanya beberapa hari mengenalnya kalian bisa saja bersatu dalam pernikahan. Nenek percaya hal itu,” kata nenek menimpali ucapan Rani.


“Rani akan segera menemui Gaby di rumahnya, dan Rani butuh seseorang untuk menemani Rani pergi ke sana.”


“Kau bisa membawa salah satu pekerja di sini, dan Nenek akan menyuruh mereka menemanimu ke sana. Oh ya, satu lagi yang perlu Kau ketahui. Gaby saat ini bekerja di salah satu toko pakan ternak di dekat rumahnya, jika Kau tak menemukannya di rumahnya. Kau bisa datang ke tempat kerjanya yang baru.”


Menjelang tengah hari, Rani bersiap mendatangi rumah Gaby setelah menyelesaikan semua pekerjaannya. Ia berharap Gaby mau mendengarkan kata-katanya dan mau kembali bekerja di peternakan neneknya. Dan satu lagi yang terpenting, ia mau membatalkan rencana penjualan lahan pertanian miliknya pada Andre. Semoga.


▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎

__ADS_1


__ADS_2