My Beloved Cowboy

My Beloved Cowboy
Bab 30. Kembali ke peternakan Maggie


__ADS_3

King memberikan kesempatan pada Hary dan Gaby untuk bicara dan menyelesaikan masalah mereka berdua. Ia bersedia menunggu di toko pakan selama Hary membawa Gaby ke dokter dan belanja ke kota.


Selama waktu menunggu, King melihat-lihat keadaan di dalam toko. Ia menggeleng seraya mengembuskan napas, setengah tak percaya melihat barang-barang di dalam toko yang tampak tak terurus.


“Apa sebenarnya yang dilakukan Gaby di tempat ini, harusnya ini menjadi tugasnya. Merapikan barang-barang di toko bukanlah pekerjaan yang sulit dilakukan, apalagi untuk seorang wanita seperti dirinya.” King bergumam sambil terus memperhatikan keadaan di dalam toko, sesekali tangannya mengibas debu yang bersarang di atas barang yang dilewatinya.


Perhatian King teralih oleh suara derum mobil yang datang, lalu suara teriakan Hary yang memanggil nama Gaby. King bergegas keluar toko dan terkejut melihat Gaby turun dari mobil dan langsung berlari ke arahnya.


“Aku tidak menyakitinya, King. Aku bahkan tidak berani menyentuh kulitnya sedikit pun. Kau bisa tanyakan hal itu padanya,” kata Hary, melihat tatap curiga mata King padanya.


“Apa yang sebenarnya terjadi, bukankah Kau yang tadi berkeras ingin membawa Gaby ke kota. Rasanya baru beberapa menit yang lalu kalian pergi, tapi sekarang sudah kembali lagi?” tanya King penuh selidik, menatap keduanya secara bergantian.


“Gaby menolakku dan mengatakan tidak ingin berurusan lagi denganku,” sahut Hary dengan wajah lesu. “Padahal Aku tulus ingin membantunya.”


“King, bisakah Kau membawaku pergi dari sini untuk bertemu dengan nyonya Maggie? Aku ...” Mata Gaby berkaca-kaca, ia tak sanggup melanjutkan bicaranya.


Ujung jemari tangan Gaby menyentuh kemeja King, dan sebelah tangannya lagi memegang erat bagian depan blus yang ia kenakan. Tali bra miliknya terlihat di bagian blusnya yang koyak, sementara Rompi milik Hary yang tadi dipakainya sudah lenyap entah ke mana.


“Kau bisa mengatakannya padaku jika Hary mengganggumu, lagi.” King mengesah gusar. “Aku akan membuat laki-laki itu memohon maaf padamu dan menyesali perbuatannya.”


King segera melepaskan kemeja yang dipakainya dan memasangkannya di tubuh Gaby, lalu mengancingnya hingga bagian kancing teratas.


“Sekali ini saja, tak bisakah kalian percaya padaku. Aku tulus ingin membantunya,” kata Hary berjalan mendekat, tapi Gaby langsung menyingkir dan bersembunyi di balik punggung King.


“Kau membuatnya ketakutan.” King mencengkeram kerah leher kemeja Hary, matanya lekat menatap wajah laki-laki itu. “Katakan, apa yang sudah Kau lakukan padanya!”


“Aku tidak mungkin menyakiti wanita yang Aku suka!” Hary menyentakkan cengkeraman tangan King di lehernya, ia balas menatap King dan berteriak marah padanya. “Aku hanya ingin wanita ini tahu kalau Aku tulus padanya. Aku mencintainya dan ingin sekali menikah dengannya. Puas!”

__ADS_1


King bengong, terlalu terkejut dengan pernyataan Hary barusan. Apa ia tidak salah dengar, bagaimana bisa? Selama ini Hary selalu mengganggu Gaby dengan ulahnya yang membuat emosinya naik tinggi, lalu dengan mudahnya pemuda itu bicara soal cintanya juga keinginannya untuk menikahi Gaby.


“King, Aku tidak ingin menikah dengannya.”


Suara lemah Gaby menyadarkan King, ia mengusap tengkuknya yang kencang tiba-tiba. “Sepertinya Aku juga perlu memeriksakan diriku ke dokter.”


King menoleh pada Gaby, lalu mengajak wanita itu segera pergi dari sana diikuti Hary yang terus membuntuti mereka dari belakang. Gaby menghentikan langkahnya, ia menepi sejenak dan membiarkan Hary berjalan mendekati King.


“King, Kau harus membantuku meyakinkan Gaby agar mau menerimaku.” Hary berdiri di dekat King dan menarik lengannya.


King menghela napasnya, ujung jemarinya menyentuh pinggiran topi yang dipakainya hingga terangkat naik. Ia menatap pada Gaby, lalu beralih menatap Hary.


“Lelaki sejati yakin akan kemampuan yang dimilikinya dan akan berjuang keras tanpa meminta bantuan pria lain demi untuk meyakinkan dan mendapatkan wanita yang ia cintai. Aku percaya Kau mampu melakukannya sendiri,” kata King seraya menepuk bahu Hary.


Lelaki itu terdiam, ia hanya menurut saja ketika King memintanya menjauh dari kudanya. “Aku akan membawa Gaby kembali ke peternakan Maggie, dia akan tinggal bersama ayahnya di sana.”


King naik ke atas kudanya, setelah itu ia membawa kudanya berjalan mendekati tempat Gaby berdiri dan mengulurkan tangannya lalu menarik tangan Gaby untuk naik di belakangnya.


“Gaby?”


Tanpa menghiraukan luka di kakinya yang baru saja mengering, Rani berlari keluar sambil melompat dengan satu kaki.


“Gaby!” teriak Rani, hampir saja ia jatuh terjerembap di lantai ketika pintu yang dipegangnya terbuka sendiri. Beruntung tangan sigap King berhasil meraih tubuhnya, dan Rani jatuh dalam dekapan King.


“Apa Kau tidak bisa berjalan lebih hati-hati lagi tanpa harus berlompatan seperti tadi?” King masih memegang pinggang Rani, dan wanita itu malah mendelik padanya.


“Kau pikir Aku senang melakukannya? Aku tidak sabar ingin melihat Gaby dan mengetahui bagaimana keadaannya.” Kata Rani, ia memegang bahu King dan berjinjit lalu mengintip dari balik bahunya, dilihatnya Gaby masih berdiri diam di bawah sana.

__ADS_1


“Seperti keinginan kalian, Aku sudah membawa Gaby ke peternakan ini. Dia butuh ...” kata-kata King menggantung di udara. Rani mengarahkan telunjuknya di bibir King, menyuruhnya berhenti bicara. Dan laki-laki itu menurut, ia diam sementara tangannya tetap berada di pinggang Rani.


“Gaby, bisakah Kau naik kemari?” masih dengan berpegangan di bahu King, Rani berteriak memanggil Gaby. “Kau tahu bukan, Aku tidak bisa melompat turun ke bawah sana dan membiarkan laki-laki ini memarahiku lagi.”


“Aku hanya mengkhawatirkan luka di kakimu, terlalu banyak bergerak bisa membuat lukamu kembali terbuka.” Protes King.


Rani menangkup wajah King, lalu mengusap lembut rahangnya yang kokoh. Ia merasakan pegangan tangan King mengetat di pinggangnya. Rani tersenyum, “Luka di kakiku tidak parah, King. Aku baru saja mengolesinya dengan krim salep dan mengganti perbannya, jadi Kau tidak perlu mencemaskan kakiku lagi.”


Ulah Rani itu sontak membuat dada King berdebar tak karuan, jarak mereka begitu dekat. Ingin rasanya mencium bibir ranum itu agar berhenti bicara, sayang ia harus menjaga sikapnya karena ada Gaby di bawah sana yang melihat tingkah mereka berdua.


Gaby mengangkat wajahnya, bibirnya menyunggingkan senyum mendengar ucapan Rani. Ia bisa mendengar ucapan protes yang keluar dari mulut King, tapi Rani berhasil membuat King terdiam lagi. “Aku akan naik sekarang,” katanya kemudian.


Rani tersenyum, King melepaskan pegangan tangannya dan menepikan tubuhnya saat Gaby sampai di atas. Rani mengulurkan tangannya pada Gaby, dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. “Kau harus ceritakan semuanya padaku, dan Aku akan membantu mengobati lukamu.”


Gaby menahan langkahnya, matanya kembali berkaca-kaca. “Kau tahu, Aku senang memiliki seseorang yang bisa Aku ajak bicara. Aku tidak pernah punya saudara perempuan selama ini.”


“Mulai saat ini, anggap saja Aku saudaramu. Dan kita akan tinggal bersama di rumah ini,” kata Rani, yang langsung dibalas Gaby dengan pelukan.


Rani mengajak Gaby ke kamarnya dan membantu mengobati lukanya. Ia menyuruh Gaby memilih baju miliknya yang ingin dipakainya untuk mengganti blusnya yang koyak. Malam itu mereka bicara banyak, dan Gaby menceritakan semua kejadian yang menimpanya di toko pakan tanpa ada yang ditutup-tutupi.


“Jadi sebelum King datang, Hary sudah ada di sana. Dia yang sudah menyelamatkanmu dari ulah manajer Parker yang jahat itu,” kata Rani setelah mendengar cerita Gaby.


“Laki-laki itu membuatku takut, dia tiba-tiba saja membopongku seperti karung beras dan melamarku di dalam mobilnya.” Ungkap Gaby.


“What! Bagaimana bisa, bukankah dia laki-laki yang sudah membuatmu mengundurkan diri dari peternakan ini?”


Gaby mengangguk, “Dia membuatku membencinya sekaligus kasihan padanya.”

__ADS_1


King membiarkan kedua wanita itu bicara, sementara ia menemui nyonya Maggie di ruang kerjanya untuk membicarakan masalah Gaby dan ayahnya. Malam itu atas perintah nyonya Maggie, King datang menemui tuan Philips di rumahnya.


▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎


__ADS_2