My Beloved Cowboy

My Beloved Cowboy
Bab 27. Bertemu Hary lagi


__ADS_3

Jumat siang di toko pakan.


Gaby mengembuskan napas, menatap tumpukan karung berisi pakan ternak yang berada di pelataran toko. Ia memilih untuk beristirahat sejenak, duduk di pinggir rak paku yang terbuat dari kayu. Ia sudah mengangkat karung-karung itu sebagian, dan ia perlu bernapas dengan baik meski sejenak.


Saat datang pagi tadi, Gaby langsung menyampaikan pengunduran dirinya pada Parker. Karena ia sudah berjanji pada nyonya Maggie akan datang Sabtu besok untuk kembali bekerja di sana. Tapi laki-laki itu langsung berteriak marah, dan malah menyuruh Gaby segera membereskan pekerjaannya.


“Apa Kau tidak melihat banyak sekali barang datang, dan belum ada satu pun orang yang membereskannya. Lalu tiba-tiba Kau ingin berhenti begitu saja. Tidak, Aku tidak akan mengizinkanmu meninggalkan tempat ini!” hardik Parker sambil mengarahkan telunjuknya ke luar.


Gaby tersentak. Wajahnya memerah, terlihat ketakutan. Keberanian yang dirancangnya sejak tadi malam tiba-tiba saja menguap entah ke mana.


Lelaki tambun dengan kepala setengah botak itu balik badan dan terus mengumpat sambil berjalan kembali ke balik meja kerjanya. “Jangan bermalas-malasan, bawa masuk segera karung-karung pakan ternak itu sebelum hujan turun dan merusaknya. Jika hal itu terjadi, Aku pastikan Kau harus mengganti semua kerugian yang kualami!”


Gaby merutuki kelemahannya, tak memiliki keberanian yang cukup untuk melawan atasannya. Ia pun pergi dan melakukan apa yang diperintahkan Parker padanya. "Baiklah, Tuan."


Karung pakan ternak itu beratnya dua puluh lima kilo, separuh lebih dari berat badannya. Gaby harus mengangkatnya masuk ke dalam gudang yang ada di belakang toko, dan sebagian lagi di susun di lantai dalam toko.


Pernah satu kali Gaby mencoba menyeretnya, tapi Parker langsung meneriakinya dan berkata akan langsung memotong gajinya bila karung yang diseretnya itu rusak. Akhirnya Gaby mengangkatnya dengan cara memeluk karung itu dari depan. Dan ajaib, ia berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik.


Penyesalan memang selalu datang terlambat, Gaby mengusap peluh yang menetes di keningnya dengan ujung lengan kemejanya. Awalnya semua baik-baik saja saat hari pertama ia bekerja di sana, ada dua orang karyawan selain dirinya. Satu orang pemuda tanggung yang putus sekolah, dan satu wanita seusia Gaby.


Tapi tak sampai seminggu mereka bersama, dua orang itu sudah tak terlihat muncul lagi di sana. Dan sepertinya Parker tak peduli, jadilah semua pekerjaan di toko Gaby yang melakukan.


“Apa yang sedang Kau lakukan?” terdengar suara kasar Parker di belakangnya. Lelaki itu tiba-tiba saja sudah berdiri di dekat Gaby sambil berkacak pinggang. “Aku menyuruhmu memasukkan karung-karung itu ke dalam gudang, bukannya duduk santai sambil melamun di sini.”


Gaby bergidik, langsung melompat dan bergerak menjauh. Ia tak suka lelaki itu berada dekat-dekat dengan dirinya. Tatapan matanya terlihat kurang ajar, seolah ingin melahap tubuhnya. Teringat bagaimana perlakuan kasar Parker padanya, Gaby tak mau hal itu terulang lagi. Ia pun cepat-cepat melakukan tugasnya.

__ADS_1


“Tuan Parker, apa Kau butuh tenaga kerja tambahan?” suara seseorang terdengar memasuki gendang telinga Gaby saat ia sedang mengerahkan tenaga, mengangkat satu karung dalam pelukannya. Lalu tak lama terdengar suara langkah kaki yang kuat masuk ke dalam toko.


“Aku sudah punya wanita itu!” tunjuk Parker pada Gaby yang berjalan masuk.


“Kau yakin ia mampu menyelesaikan semua pekerjaan ini, kelihatan sekali kalau wanita itu kesusahan mengangkat barang-barang ini.” Hary menggeleng tak percaya, Parker menyuruh Gaby melakukan pekerjaan berat yang seharusnya tidak dilakukannya.


“Itu adalah bagian dari pekerjaan dirinya,” dengus Parker tak peduli. “Lagi pula dia sendiri yang sudah berjanji akan menyelesaikan pekerjaannya. Aku pun juga sudah membayarnya dengan upah yang cukup besar.”


“Apa itu artinya Kau tidak bersedia menerimaku bekerja di sini?” pemuda itu tahu, Parker hanya mencoba membela dirinya. Andai lelaki itu tahu siapa sebenarnya dirinya, tentu ia tidak akan seketus itu bicara padanya.


“Kau bisa kembali lain waktu, setelah Aku menyelesaikan urusanku dengan wanita itu.” Kata Parker dengan seringai licik di wajahnya.


“Padahal Aku berharap Kau mau menerimaku bekerja di sini. Tuan Ed bilang, Kau butuh tenaga tambahan setelah dua orang karyawanmu berhenti bekerja.”


“Apa Kau bicara dengan tuan Ed, apa yang sudah dikatakannya padamu?” nada suara Parker berubah, pemuda di depannya itu sepertinya kenal dengan pemilik tokonya.


Parker mendelik gusar, ia bangkit berdiri dan berjalan keluar dari balik meja kerjanya untuk mendekati pemuda itu. Ia sudah pernah kehilangan pekerjaan sebelumnya, kali ini itu tak akan terjadi lagi padanya. Ia akan terus mempertahankan posisinya.


“Siapa namamu?”


“Hary Donovan.”


“Donovan? Lalu, apa hubunganmu dengan Ed Donovan?”


Braak!

__ADS_1


Terdengar suara benda berat terjatuh, kedua laki-laki itu menoleh bersamaan. Hari mengepalkan tangan di kedua sisi tubuhnya, ia tak tega melihat Gaby meringis kesakitan kejatuhan karung pakan ternak yang diangkatnya.


“Halo, Gaby.” Sapa Hary seraya tersenyum, pura-pura tak menyadari sinar terkejut yang terlontar dari tatapan mata Gaby padanya. Pandangannya kini menyapu keseluruhan tubuh kurus wanita di depannya itu.


Karung dalam pelukan Gaby itu terlepas dan jatuh tepat di bawah kakinya. Rasa terkejut melihat kemunculan Hary di tempat itu mengalahkan rasa sakit di kakinya. Bibirnya bergetar saat menyebut nama Hary.


“Apa kalian saling kenal?” tanya Parker, matanya menatap Gaby dan Hary bergantian.


Hary mengangguk, tapi Gaby menggeleng kuat. Ia mengangkat kembali karung di bawah kakinya. Tapi sebelum itu dilakukannya, Hary sudah menarik lengannya. “Gaby tunggu!”


“Apa yang Kau lakukan di tempat ini?” tanya Gaby. Peristiwa beberapa waktu lalu masih membekas dalam ingatannya. Ia harus menjauhi laki-laki itu dan menjaga jarak aman darinya.


Hary mengedikkan bahunya, “Aku rasa Kau sudah mendengar percakapan antara diriku dan tuan Parker. Kau tahu sendiri, belum lama ini Aku sudah kehilangan pekerjaanku.”


“Jangan coba-coba menggangguku lagi!” sahut Gaby dengan suara serak. Ia merasa terjepit di antara dua orang lelaki yang sama-sama telah memperlakukan dirinya dengan buruk.


“Siapa yang berniat mengganggumu, Aku datang kemari justru berniat ingin menolongmu,” balas Hary.


Parker meradang, ia tak suka ada laki-laki lain yang mencoba mendekati Gaby tepat di depan matanya. Ia tak ingin itu terjadi, ia sudah punya rencana lain pada wanita itu. “Kalau Kau datang dengan niat ingin mengganggu waktu kerja pegawaiku, lebih baik sekarang Kau angkat kaki dari tempat ini.”


“Aku tidak peduli meski Kau memiliki hubungan dengan pemilik toko ini. Sekarang, lebih baik Kau segera pergi dari tempat ini.” Imbuh Parker, mengulang perintahnya lagi pada Hary.


“Baiklah, Aku akan pergi. Tapi Aku pastikan, Aku akan datang lagi esok hari.” Kata Hary sambil menunjuk wajah Parker.


“Esok pagi Aku sudah tidak ada di toko ini lagi,” bisik Gaby dalam hati.

__ADS_1


Parker bersorak dalam hati, lelaki pengacau itu sudah pergi. Matanya liar mengikuti langkah Gaby yang kembali mengangkat karung pakan ke dalam gudang.


▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎


__ADS_2