
Ruangan di dalam gudang tua itu tampak berantakan, karung pakan ternak banyak yang berjatuhan dan sebagian isinya berhamburan ke mana-mana.
King menuntun Gaby yang masih terlihat syok untuk duduk di salah satu meja, dan membiarkan wanita itu tenang terlebih dahulu. Ia sudah menghubungi Jack dan Ed untuk datang ke sana.
“Apa Kau butuh bantuan?” seru King pada Hary, lelaki itu bilang padanya kalau ia akan berusaha membujuk Ed untuk mau menyerahkan pengelolaan toko pakan itu padanya. Karena tak mungkin menahan Parker bekerja di sana setelah apa yang dilakukannya pada Gaby.
“Tidak perlu, Aku bisa mengatasinya.” Hary menggeleng, ia menggulung lengan bajunya hingga ke batas siku dan mulai bekerja.
“Aku tak percaya Kau mau melakukan semua itu. Apa itu caramu untuk membuat Ed terkesan?”
Hary tersenyum miring, ia menoleh pada Gaby yang duduk diam di tempatnya. Pandangan keduanya bertemu sesaat, dan Gaby langsung berpaling ke arah lain. Ia memegang erat ujung rompi jaket milik laki-laki itu yang dipakainya.
King berdiri mengawasi Hary yang berusaha memindahkan dua karung besar pakan ternak yang jatuh dan menghalangi jalan, ia tersenyum tipis saat menyadari ketertarikan Hary pada Gaby.
Sementara Parker terduduk lesu di lantai sambil memegangi wajahnya. Ada memar kebiruan di bagian pipinya akibat pukulan Hary.
Beberapa saat kemudian terdengar bunyi derum mobil memasuki pelataran toko, disusul dengan kemunculan pria tinggi berbadan tegap dalam balutan seragam polisi mengetuk pintu gudang dan berjalan masuk.
Semua mata menoleh padanya, Hary menghentikan pekerjaannya dan berdiri dengan punggung tegak menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
“King,” sapanya pada King yang balas mengangguk, dan membiarkannya berjalan mendekati tempat Gaby lalu berjongkok di depannya memeriksa keadaannya.
“Tuan Jack,” kata Gaby menatap lelaki di hadapannya, suaranya terdengar lemah.
Wajah Jack tampak kaku, dan sorot matanya terlihat menyimpan kemarahan. Ia memeriksa luka di lengan Gaby dan bajunya yang sobek. “Apa Kau baik-baik saja?” tanyanya kemudian dengan suara berat.
Mata Gaby mulai berkaca-kaca, ia menggigit bibirnya terlebih dahulu sebelum mulai bicara. “Laki-laki itu mengunci pintu gudang saat Aku berada di dalam sedang menyusun barang. Dia mengejutkanku, menarikku paksa dan memojokkanku ke dinding.”
Tangis Gaby pecah, dengan suara terbata-bata ia melanjutkan bicaranya. “Dia mencoba menciumku paksa, Aku berusaha melawan dan laki-laki itu merobek bajuku ... Dia, dia ...” Gaby tak sanggup melanjutkan ucapannya.
“Bagaimana dia bisa mendapatkan luka di wajahnya seperti itu?” tanya Jack menatap sekilas pada Parker.
“Hary datang menolongku, dia yang melakukannya. Hary yang memukul laki-laki itu,” jawab Gaby lalu menatap Hary.
Jack menepuk bahu Gaby pelan, “Aku butuh keterangan darimu untuk membuat pernyataan di kantorku tentang kejadian ini. Kau bisa datang setelah merasa cukup baik. Dan Aku berjanji padamu, dia tidak akan pernah bisa menyentuhmu lagi.”
“Terima kasih, Tuan.”
Jack berdiri, ia menoleh pada Hary dan mengangkat tangannya menyuruh laki-laki itu mendekat dan berbisik pelan di telinganya. “Apa Kau bisa membantu membawa Gaby ke klinik untuk mengobati lukanya? Aku akan berpura-pura tidak pernah mendengar kalau Kau yang memukul laki-laki itu.”
__ADS_1
“Yes, Sir! Aku akan melakukannya.” Jawab Hary cepat.
“Aku yang akan membawa Gaby ke dokter,” sela King, lalu menghela bahu Gaby dan menuntunnya untuk berjalan ke luar.
“King! Apa Kau tidak mendengar Tuan Jack bicara padaku? Aku yang akan membawa Gaby ke klinik.” Protes Hary.
“Aku memang tidak mendengarnya, lagi pula belum tentu Gaby mau pergi bersamamu.”
“Aku akan pergi bersama King,” kata Gaby, ia memegang lengan King.
“Kau dengar bukan, Gaby akan pergi bersamaku!”
“Aku seperti melihat ada persaingan di sini.” Jack mengibaskan tangannya lalu berjalan mendekati Parker. Laki-laki itu mundur sambil menggelengkan kepalanya menyadari tatapan marah Jack padanya.
“Jangan sentuh Aku, Aku tidak bersalah!” seru Parker.
Jack menarik lengan Parker dan menyentakkan tubuhnya agar berdiri, ia menarik borgol di pinggangnya lalu memasangnya di kedua tangan laki-laki itu sambil membacakan hak-haknya.
“Lepaskan tanganku, Aku tidak bersalah. Wanita itu yang menggodaku, dia butuh uang dan mulai merayuku. Aku bahkan belum berhasil menciumnya!” teriak Parker. “Dan pemuda sial lan itu, dia yang memukulku. Dia cemburu padaku karena Gaby lebih memilihku.”
Tak ada yang mendengarkan ucapan Parker, Jack membawanya ke mobilnya dan laki-laki itu terus bicara membela diri.
Bertepatan dengan Jack yang hendak memutar mobilnya, datang sebuah mobil lain dan berhenti tepat di depannya.
“Tuan Donovan?” wajah Parker pucat melihat atasannya datang.
“Apa yang terjadi dengannya?” tanya Ed pada Jack.
Tak lama kemudian King, Hary, dan Gaby muncul dari dalam toko. Saat melihat kondisi Gaby yang terlihat menyedihkan, Ed sudah bisa menebak apa yang terjadi.
“Dia mencoba melecehkan pegawai wanita itu, dan gadis itu mengalami luka di lengannya juga syok.” Jawab Jack.
“Ternyata Aku salah menilaimu, Kau datang dengan resume terbaikmu dan berjanji akan memajukan tokoku.” Ed kecewa. “Kau kupecat!”
“Tuan, Aku tidak bersalah. Wanita itu yang merayuku, dan laki-laki itu sudah memukulku. Tuan tidak bisa memecatku begitu saja, Aku tidak bersalah!”
Jack menatapnya tajam, Parker langsung terdiam dan terus diam sampai mereka tiba di kantor polisi dan Jack menjebloskannya ke dalam penjara.
Ed berjalan mendekati ketiga orang di depannya, menatap kasihan pada Gaby. King menepi dan duduk mengawasi di bangku kosong depan toko, memberikan kesempatan pada Ed dan Gaby untuk bicara dan menyelesaikan masalahnya dan Hary tetap berada di dekat mereka berdua.
__ADS_1
“Maafkan kesalahanku, sampai Kau harus mengalami hal seperti ini.” Kata Ed dengan wajah menyesal.
“Saya ... Saya harus mengatakannya pada Tuan, Saya tidak bisa bekerja lagi di toko ini. Terima kasih karena sudah peduli dengan Saya.” Kata Gaby.
“Aku akan menaikkan gajimu tiga kali lipat, asal Kau mau tetap membantuku bekerja di sini. Aku akan mencari pekerja pria dan Kau hanya perlu bekerja mengawasi mereka.” Bujuk Ed.
“Maaf, Tuan. Saya tidak bisa,” sahut Gaby lagi.
“Parker sudah Aku pecat, dan Hary yang akan mengelola toko ini. Aku sangat berharap Kau mau mengurungkan niatmu berhenti dari sini dan membantu Hary menjalankan toko ini.”
“Jadi paman setuju Aku yang mengelola toko ini?” sela Hary, matanya berbinar senang mengetahui pamannya itu sudah setuju dan akan menyerahkan toko pakan itu padanya.
“Apa Aku harus mengatakannya lagi, Kau sudah mendengarnya. Aku harap Kau mampu menjalankan bisnis ini dan melakukan yang terbaik, jangan rusak kepercayaan yang sudah Aku berikan padamu.”
Keputusan Gaby sudah bulat, ia memilih berhenti dari sana. Apalagi saat mendengar Hary yang akan mengelola tempat itu. Ed pulang setelah tak berhasil meyakinkan Gaby untuk tetap bekerja di tokonya.
“King, apa kita bisa pergi sekarang?” panggil Gaby.
“King, tolong biarkan Aku bicara berdua terlebih dahulu dengan Gaby.” Pinta Hary.
King menurut dan memberikan kesempatan pada Hary bicara berdua dengan Gaby. Keduanya lalu terlibat percakapan, lebih tepatnya seperti pertengkaran karena Gaby terus saja menyangkal ucapan Hary padanya.
Gaby berkacak pinggang, “Aku tak akan pergi denganmu! Kau memang sudah menolongku, tapi bukan berarti Kau punya kuasa untuk mengatur hidupku.”
“Kalau dipikir-pikir, ada benarnya juga ucapanmu itu.” Gumam Hary, dan bergerak menghampiri Gaby. “Aku memang tidak berhak mengatur hidup orang lain seperti apa yang Aku inginkan.”
“Tapi Kau bukan orang lain bagiku. Karena setelah hari ini, Aku akan mengurus surat-surat untuk persiapan pernikahan kita. Dan sebelum itu kulakukan, Aku akan membawamu berbelanja ke kota, untuk membeli pakaian dan mengganti bajumu yang rusak.”
“Hary Donovan!” protes Gaby, begitu Hary mengangkat tubuhnya dan memanggulnya seperti karung beras.
“King, Kau harus menolongku!”
King bertanya pada Hary, “Ke mana Kau akan membawa Gaby pergi?”
“King, Kau bisa menungguku sementara Aku membawanya pergi berbelanja di kota.” Kata Hary.
“Tapi Gaby harus ke dokter terlebih dahulu,” sergah King.
“Aku yang akan melakukannya King,” sahut Hary. “Kali ini saja, apa Kau bisa membantuku mengawasi toko sementara kami pergi?”
__ADS_1
Dan Hary berhasil membuat King menuruti ucapannya lagi, King mengawasi toko sambil menunggu mereka kembali dari kota.
▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎