MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
HARI PERNIKAHAN


__ADS_3

Hari ini seisi rumah bangun lebih awal, para pelayan nampak sibuk karena hari ini merupakan hari yang penting bagi nyonya mereka. Elaine masih berada dikamar bibi Esmee, ia menemani bibinya yang sedang di make up. bibi Esmee memintanya agar nanti menemaninya saat masuk ke aula pernikahan.


"apakah bibi gugup?" tanya Elaine khawatir


"iya, bibi sedikit gugup"


"tenanglah bibi aku akan mendampingi bibi" jawabnya menenangkan.


Hari ini Elaine juga akan di make up oleh perias ahli yang disewa bibinya. sesuai keinginan bibi Esmee Elaine akan mematuhinya. bibinya telah menyiapkan sepasang sepatu yang senada dengan gaun yang akan dikenakan Elaine nanti.Untuk para pelayan dan karyawan tidak hanya diberi seragam oleh bibi Esmee, mereka juga diberikan souvenir tas cantik. Mereka bersyukur mempunyai majikan dan bos sebaik bibi Esmee.


acara pernikahan akan dimulai pukul 10 nanti, itu artinya Elaine masih mempunyai waktu satu jam untuk mempersiapkan diri. Elaine kembali ke kamarnya, ia mengambil kado yang telah ia persiapkan untuk bibinya. Elaine memberikan kado sebuah baju pasangan yang ia desain sendiri.


"bibi ini kado dariku, semoga bibi menyukainya" ucap Elaine sambil memberikan kotak kadonya


"bolehkah bibi buka sekarang?" tanya bibi Esmee


"tentu boleh bibi"

__ADS_1


bibi Esmee membuka kado yang diberikan oleh keponakan satu satunya itu. matanya berbinar melihat gaun yang cantik dengan pasangan kemeja yang indah.


" ini sangat indah sayang, terima kasih. bibi sangat menyukainya"


"Aku senang jika bibi suka, itu aku persiapkan khusus untuk bibi"


"apakah ini salah satu karyamu?" tanya bibinya setengah menggoda


"iya bibi" jawab Elaine malu malu


bibi Esmee tau Elaine mempunyai bakat mendesign. bahkan sejak kecil Elaine sudah memenangkan berbagai kejuaraan design pakaian anak dan pakaian dewasa. meskipun Elaine tau bibinya menyukai warna merah muda tapi ia sengaja memilih warna merah maroon untuk hadiah pernikahan bibinya. ia berfikir warna merah muda akan terlalu mencolok dikenakan paman Leandrenya.


kini saatnya pergi ke gereja, Elaine berjalan mengiringi bibinya masuk kedalam gereja. tangan Elaine gemetar mengingat kenangan nya dulu ia berusaha tetap tenang untuk bibinya. di dalam gereja tamu undangan telah hadir, bibi Esmee sengaja tidak mengundang banyak tamu untuk upacara di gereja. hanya kerabat dekat dan para pelayan rumahnya yang hadir di gereja.


bibi Esmee dan paman Leandre kini berdiri berdampingan menghadap pendeta, ritual pernikahanpun dimuliai. kedua mempelai mengucap janji suci dihadapan pendeta dan para tamu yang hadir.


"kau sangat cantik dengan gaun itu" suara itu mengejutkan Elaine yang hanya dibalas senyuman oleh sang pemilik suara.

__ADS_1


"ohh terima kasih Tuan" jawab Elaine menengok ke arah suara itu.


" orang orang akan mengira mempelai wanitanya ada disini" gurau Abelano membuat pipi Elaine bersemu merah karena malu.


mereka saling berbicara hingga membuat keduanya terlihat sangat akrab. Elaine juga naik mobil Abelano saat menuju hotel, Elaine pikir tidak salah menerima tawarannya dan juga ia tidak ingin mengganggu waktu berdua paman dan bibinya.


sumua tiba di hotel milik Leandre, pesta pernikahan di mulai. banyak tamu tamu eksekutif yang hadir disana, para petinggi pemerintah juga turut hadir. mengingat posisi Leandre yang memegang pengaruh penting untuk negara terutama kota ini pesta pernikahan akan berlangsung begitu meriah.


Elaine duduk bersama Julia dan tidak ketinggalan tuan tampan Abelano. mata Elaine tertuju pada laki laki yang menurut nya familiar, dia bersama teman kuliahnya Zenna. laki laki itu sadar akan tatapan Elaine, ia bangkit dari duduk nya dan menghampiri Elaine.


"apa kabar tuan Abelano" sapanya pada Abelano


"kabar baik tuan Baldwin, bagaimana dengan anda?"


"kabar baik Tuan, apakah dia istri anda?" tanya Baldwin melihat Elaine duduk disebelah Abelano


"mungkin untuk sekarang belum" jawabnya dengan bercanda

__ADS_1


mereka berbincang cukup lama, Elaine meninggalkan mereka dan mendampingi bibinya. kini pesta pernikahan telah usai tamu undangan undur diri satu persatu orang tua paman Leandrepun ikut undur diri. kini disana hanya menyisakan Elaine, bibi Esmee, paman Leandre dan para pelayan rumah. mereka kembali bersama kerumah bibi Esmee untuk beristirahat. Elaine bahagia hari ini pernikahan bibinya berlangsung dengan lancar.


__ADS_2