MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
Misi Penyelamatan 2


__ADS_3

Pasukan penyelamatan Derryl telah sampai, namun mereka tidak mendapati satu penjahat ataupun komplotan disana.


"Ini aneh, tetap waspada," ucap Patric kepada para anggota.


"Kamu benar Pat, ini aneh sekali." Keyle memimpin anak buahnya masuk ke dalam gudang yang lama kosong tersebut.


"Awas itu tambakan bius, jangan sampai terhirup asapnya." Keyle terkejut saat kakinya menendang sebuah bola yang mengeluarkan asap yang bisa membius mereka.


Mereka kembali memasuki ruangan demi ruangan, dan hasilnya nihil tidak ada seorangpun. Anak buah Antoni sengaja meninggalkan lokasi sebelum mereka datang untuk menghindari adanya kekalahan dalam kubu mereka.


Keyle dan Patric masuk ke dalam ruangan terakhir, dan anggota yang lain pergi keluar untuk mencari jejak mereka. Patric mencoba membuka pintu namun terkunci, hingga membuat dirinya dan Keyle terpaksa harus mendobraknya.


Brukkk..


Pintu terbuka, disana terlihat wajah temannya yang lebam akibat luka pukulan. Namun mata Keyle tertuju pada wanita yang ada di sebrang tirai tempat Derryl terikat. Siapa lagi jika bukan Elaine, kekasih sahabatnya itu tertunduk lesu dengan mulut yang di lakban rapi.


Patric menghampiri Derryl dan membuka ikatannya. Sedangkan Keyle menghampiri Elaine dan membantu wanita itu untuk menyingkirkan bom yang ada di pangkuannya.


"Dalam tiga puluh detik bom ini akan meledak." ucap Keyle dengan wajahnya yang kalut.


Kecemasan menghantui wajah Elaine, Derryl yang melihat wajah cantik Elaine berubah menjadi merah padam akhirnya memeluknya dengan erat.


"Percayalah, mereka akan membawa kita dalam keadaan selamat." Derryl mencoba menenangkan Elaine.


"Monitor, tidak ada tawanan lagi di ruangan lain." suara itu berasal dari ht yang ada di tangan Keyle.


Laki - laki itu tidak menjawab, dia sibuk memperhatikan Patric yang berusaha untuk menjinakkan bom itu. Wajah mereka menjadi tegang karena waktu di bom menunjukkan kurang 5 detik lagi.


"Selesai." Ucapan Patric membuat suasana tegang menjadi mencair.


"Mari kita keluar." Keyle mengajak Derryl dan juga Elaine untuk keluar dari tempat itu, namun Elaine tidak bergeming.


"Ibu," ucap Elaine lirih dalam tangisnya, namun tetap terdengar oleh ketiga laki - laki itu.


"Ada apa?" tanya Patric kepada Derryl.

__ADS_1


"Bibi Hannah, dia kemarin juga ikut di sekap disini bersama kita," jawab Derryl yang tidak melepaskan rangkulannya pada bahu Elaine.


"Anggota kami sedang melakukan pencarian. Sebaiknya kita kembali dulu." Dengan tegas Patric memerintahakan mereka untuk keluar dari gudanh tua itu.


"Tenanglah Nona, Ibumu akan segera kami temukan. Mari kita pulang terlebih dulu."Keyle ikut berusaha membujuk Elaine.


Dengan berat hati akhirnya Elaine melangkahkan kakinya dan mengikuti kedua teman kekasihnya itu.


Mereka keluar dari gudang itu bersamaan, namun tiba - tiba ada seorang anggota yang memberikan info mengejutkan.


"Sebelah kanan kapten, awas." Teriak anggota itu dari htnya.


Dengan cepat tanggap, Patric memposisikan dirinya untuk melindungi Elaine dan juga Derryl.


Dooor..


Peluru itu jatuh tepat di dada Patric.


"Patric," teriak Keyle.


"Baik Ndan." Dengan tegas mereka menjawabnya serempak.


"Patric kamu tidak apa - apa?" tanya Derryl panik.


"Tenanglah, rompi anti peluru ini telah menolongku." Patric membuka matanya membuat wajah tegang Derryl sirna.


"Kamu ini, bisa - bisanya berakting dalam situasi seperti ini." Derryl memukul bahu Patric ringan.


"Cepat masuklah ke dalam mobil, karena disini sangat berbahaya." Patric dan Keyle membawa Derryl dan Elaine masuk ke dalam mobil. Memang tempat teraman saat ini adalah mobil itu, karena mobil para sheriff sudah dilapisi dengan lapisan anti peluru. Bahkan meriam tidak bisa memenbus mobil itu dengan mudah.


"Duduklah dulu, aku akan menangkap bedebah itu." Keyle dan Patric kembali bergabung dengan anggotanya. Dalam hitungan detik, mereka sudah berhasil menangkap para penjahat itu. Namun mereka tidak menemukan Bibi Hannah bersama mereka.


"Bawa dia dulu, dia bisa menjelaskannya di kantor." Perintah Keyle kepada anggotanya.


Dengan kasar, tim penyelamatan menyeret ketiga penjahat itu ke dalam mobil. Mereka diborgol dengan sempurna, kaki dan tangan mereka borgol agar lebih aman.

__ADS_1


Dari tas penjahat Keyle berhasil menemukan tembakan bius, dan juga bom bius. Ada sebilah pisau dan juga obat tidur di dalam sana.


"Semua mundur, kita kembali." Patric memerintahkan semua anggota untuk mundur dan kembali ke dalam mobil mereka masing - masing.


Setelah menempuh tiga puluh menit perjalanan, mereka tiba di kantor kepolisian Strasbourg. Derryl dan Elaine dimintai keterangan dari pihak kepolisian. Dan ketiga penjahat di introgasi secara mendalam di ruangan khusus.


Baik Derryl maupun Elaine mereka tidak mengatakan keterlibatan Jerry dalam kasus ini. Mereka hanya mengatakan tetang Evrard yang memimpin penculikan mereka.


Hal ini mereka lakukan karena ancaman dari Jerry. Laki - laki itu mengirimkan pesan kepada Derryl dan juga Elaine.


"Jangan pernah menyebut namaku jika kau ingin melihat bibi cantikmu ini selamat. Dan untukmu Derryl, jika kamu masih ingin melihat Momy dan Dady tertawa, jangan pernah sebut namaku di depan polisi. Dan mundurlah dari dunia bisnis Dady."


Baik Derryl maupun Elaine memang takut saat membaca pesan ancaman itu, namun mereka telah sepakat untuk memikirkan cara lain.Sekarang hanya mereka yang tahu tentang misi ini, misi penyelamatan Bibi Hannah dan kedua orang tua Derryl.


Namun mereka juga tidak melupakan satu hal, menjebloskan Jerry ke dalam penjara sesuai perbuatan yang dia lakukan.


Setelah beberapa menit menjalani introgasi, seorang dedektif polisi keluar dan menghampiri Derryl.


"Selamat siang Kapten." Sapa polisi itu.


"Selamat siang," jawab Derryl dengan senyumnya yang khas.


"Kami akan mendalami kasus ini, dan hari ini juga kami akan menggrebek tempat para komplotan ini bersembunyi. Tim kami akan memastikan jika tawanan yang terakhir memang ada di dalam gedung itu." Polisi itu menjelaskan kepada Derryl, karena memang Derryl adalah seorang kapten yang sebentar lagi akan dipromosikan menjadi letnan.


"Tim kami akan ikut dalam penuntasan kasus ini, mohon untuk kerja sama dan bantuannya." Sela Keyle selaku komandan timnya.


"Tentu saja Keyle, kita semua teman." Polisi itu memukul ringan bahu Keyle.


Di luar Elaine masih termenung memikirkan nasib ibu tirinya yang masih menjadi tawanan. Elaine belum memberikan kabar kepada Esmee dan juga Leandre, karena dia takut jika bibinya justru akan panik mendengar kabar ini.


Sedangkan keluarga Derryl sudah mengetahui hal ini dari kolonel sheriff. Robert juga sudah mengabarkan kepada Leandre dan mereka sekarang tengah menuju ke Strasbourg untuk memastikan kondisi keponakan mereka.


Abelano yang mendengar kabar ini dari Leandre juga mengerahkan anak buahnya di Strasbourg untuk ikut menyelidiki kasus ini. Abelano tentu saja tidak bisa tinggal diam, melihat wanita yang ia kagumi disakiti oleh orang lain.


"Jika kamu tidak bisa melindunginya, biarkan aku saja yang melindunginya." Abelano tanpa sadar meremas dokumen yang ada di tangannya sampai kusut tidak berbentuk. Sinta yang tidak sengaja mendengar merasa senang dengan hal yang menimpa Elaine.

__ADS_1


"Harusnya kau lenyap saja dari bumi ini, aku tidak pantas diperebutkan oleh para laki - laki tampan itu. Hanya aku yang pantas menjadi pendamping Bos, lihat saja nanti." Senyum menyeringai menghiasi wajah Sinta.


__ADS_2