MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
TEMAN MASA LALU


__ADS_3

Baldwin dengan serius membaca isi email dari anak buahnya.


"jadi dia seorang sheriff, aku semakin tertantang" gumannya.


Ponsel Baldwin berdering menunjukkan nama Zena di layar ponselnya.


" apa kau baru bangun sayang?" tanya Zena dengan manja.


" tidak, aku baru selesai mandi"


" apa kau mencoba merayuku?" goda Zena


" tidak sayang, aku ada rapat pagi ini. ada penurunan pada harga saham perusahaan jadi aku harus bergegas" jawab Baldwin tak ingin wanita ini merayunya lagi sepagi ini.


***


Abelano juga masih memikirkan siapa laki laki yang kemarin bersama Elaine di villa. Ia ingin bertanya kepada Lendre tapi ia mengurungkan niatnya tersebut.


“ aku akan mengganggu waktu bermainnya nanti” ucapnya sambil tersenyum sendiri.


“ nampaknya aku sudah benar benar dibuat jatuh cinta olehmu” gumannya lagi.


Keinginannya untuk memiliki Elaine tidak akan pupus hanya karena wanita itu sudah memiliki kekasih. Abelano akan tetap berusaha mendapatkan Elaine selama mereka belum melangsungkan pernikahan.


***


Pagi sekali Elaine sudah jogging di sekitar taman, hari ini banyak orang yang juga berlari pagi di sana. Saat Elaine hendak beristihat ia melihat sosok Jofanca berada di sebrang jalan. Elaine pun mengurungkan niatnya beristirahat , ia memilih berlari untuk pulang ke villanya.


Dengan nafas tersenggal senggal Elaine berhenti di pintu belakang villa. Masih berusaha mengatur nafasnya Ia di kejutkan oleh kedatangan Julia yang menepuk bahunya dari belakang.


” ada apa denganmu?” Tanya Julia melihat Elaine masih mengatur nafasnya.


“ aku baru saja melihat serigala” jawab Elaine susah payah dengan nafas yang tidak teratur.

__ADS_1


“ kau yakin melihat serigala, bagaimana mungkin disini ada serigala?” tanya Julia penasaran.


“ kita masuk dulu”ajak Elaine yang masih berusaha mengatur nafasnya.


Julia yang masih keheranan mengikuti langkah Elaine memasuki villa tepat di belakangnya. Saat Julia hendak menutup pintu belakang, ia melihat seorang wanita yang berlari ke arah villa.


” sepertinya dia wanita yang mengejarmu bukan?” Tanya Julia


“ tutup pintunya Julia cepat” pinta Elaine dengan tegas.


“ pergilah keluar, katakan kepada pak Payan jangan menerima tamu wanita atau siapapun yang belum menghubungiku” perintah Elaine dengan tegas kepada Julia.


Julia segera berlari keluar, ia tidak ingin nona muda ini murka kapadanya. Dengan sisa sisa tenaga yang masih Elaine miliki ia pun pergi ruang santai belakang. Ia mengatur nafasnya kembali, melepas sepatunya lalu meluruskan kakinya yang rasanya seperti hampir patah.


Elaine bersandar pada kursi yang di dudukinya,ia memandang langit yang cerah dan belum terlalu terik. Elaine disadarkan dari lamunannya oleh dering ponselnya.


" apa kau sedang sibuk?" pesan yang tertera di layar ponselnya dari sang sherif.


Julia datang menghampiri Elaine membawakannya air minum dan buah yang sudah ia potong kecil.


" aku membawakan makanan untukmu, sudah aku siapkan di atas meja makan, sebagian aku masukan ke dalam lemari es" ucap Julia.


" terima kasih, aku akan memakannya nanti" jawab Elaine tak memalingkan pandangan dari layar ponselnya.


"apa kau sedang kasmaran?" tanya Julia sedikit menggoda.


"tidak, aku hanya sedang bahagia" jawan Elaine tersenyum.


ia kembali tersenyum saat membaca pesan dari Derryl. Elaine menawarkan untuk makan siang bersama karena Julia membawakannya makanan dan laki laki itu mengiyakannya membuat hati Elaine girang.


" Nyonya akan kembali besok" kata Julia


" iya aku tahu itu" jawab Elaine singkat.

__ADS_1


" apa kau sudah menghubunginya?" tanya Julia


"aku tidak ingin mengganggu kehangatan mereka Julia" jawab Elaine memandang Julia.


"ohh baiklah, seperti nya nona muda sedang dilanda asmara. aku pamit dulu"


" kau tidak sarapan disini bersamaku?" tanya Elaine tiba tiba.


" aku sudah makan setelah masak tadi, aku juga sudah memberikan sebagian makanan kepada pak Payan. aku pamit dulu" ucap Julia kepada Elaine.


"berhati hatilah" jawab Elaine.


Julia berlalu meninggalkan Elaine sendiri di villanya, dalam hati Julia yakin nona muda itu memang sedang kasmaran. dari caranya membalas pesan dan senyum nya sudah terlihat jelas semua itu mewakili perasaannya.


***


Di sebrang taman Derryl melihat wajah yang familiar disana, ia pun bangkit dari duduk nya dan berlari kembali meninggalkan Keyle sendiri di sana. dalam langkahnya ia mengingat ingat wajah yang baru saja ia lihat di taman.


Keyle bangkit untuk mengejar Derryl.


"kau mau kemana?" teriak Keyle


"ahh benar wanita itu, sahabat masa lalu Elaine" guman Derryl.


"ada apa?" tanya Keyle mendengar temannya itu berbicara sendiri.


" kau tak perlu tau" jawab Derryl ketus.


"mungkin itu sebabnya kenapa dia sudah pulang" fikir Derryl.


Elaine menghabiskan sarapan yang Julia bawakan untuknya, tak lupa ia membuat jus apel favoritnya. Untuk jus apel ia tidak menambahkan daun mint karena terasa aneh baginya. Daun mint ia hanya mencampurkannya dengan jus mangga.


Setiap hari tak pernah meninggalkan buah dan sayur Elaine hampir terlihat seperti vegetarian. Dia memang tak melakukan diet, tapi dia selalu mengkonsumsi buah dan sayur.

__ADS_1


__ADS_2