MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
AKU JUGA MENCINTAIMU


__ADS_3

" bibi kami pergi dulu" Elaine melambaikan tangan saat bibi Hannah akan masuk ke dalam toko bunganya.


" berhati - hatilah" jawabnya juga melambaikan tangan.


Kini bibi Hannah sudah membiasakan diri menjaga tokonya tanpa Elaine. Tapi Elaine juga tidak pernah lupa untuk mengecek tiap detil laporan keuangan toko. Elaine tidak mau terjadi kerugian yang tak disadari bibi Hannah seperti dulu.


" kita akan kemana?" tanya Derryl penasaran.


" La Petite France, kamu tau ini adalah salah satu tempat favorit aku" jawab Elaine dengan senyum sumringahnya.


" kamu sering berlibur kesana?"


" dulu saat masih menjadi mahasiswa aku sering kesana bersama teman - teman, tapi sekarang hanya sesekali" Mulut Derryl membentuk huruf O mendengar penjelasan Elaine.


" apa yang membuatmu menyukai tempat itu?" Derryl bertanya kembali


" karena Petite France merupakan pusat sejarah kota, aku menyukai hal hal kuno dan berbau klasik" senyum simpul di wajah Elaine membuat Derryl semakin terpukau.


" wisata malam disana juga sangat menakjubkan, rugi kalau kesana tidak menikmati wisata malamnya" jelas Elaine lagi.


Elaine berbicara cukup banyak, Derryl yang menjadi pendengar hanya manggut manggut saja. Saat Elaine menengok ke arah Derryl tatapan mereka bertemu. Derry terpaku dengan tatapan itu begitu juga dengan Elaine.


Karena merasa gerogi Elainepun buru buru membuang muka dan menghadap ke depan.


" awas di depan"


Elaine sedikit berteriak saat ada sebuah mobil yang berhenti di perempatan jalan. Dan hampir saja mobil Derryl menabrak mobil di depannya karena terpaku dengan tatapan Elaine.


" huuhff hampir saja" ucap Elaine lega.


" apa aku menabraknya?" tanya Derryl panik.


" seperti nya tidak, aku coba cek dulu sebentar"


Elaine turun dari mobil untuk memastikan apakah mereka menabrak mobil hitam yang ada di depannya atau tidak.

__ADS_1


" seperti mobil Jerry" batin Derryl.


Karena merasa mobil hitam yang ada di depannya milik Jerry sang kakak, Derryl akhirnya menyusul Elaine turun.


" Tuan, ada Tuan Muda Derryl di belakang" kata supir Jerry.


Jerry menengok ke belakang, dan benar adiknya bersama wanita yang tempo hari dia lihat bersama Derryl saat akan menyebrang.


" tunggu sebentar aku akan turun" perintah Jerry


"seperti baik baik saja" kata Elaine saat melihat Derryl sudah berdiri di sampingnya.


" ayo cepat kita masuk"


Derryl memegang tanggan Elaine mengajaknya masuk kembali ke dalam mobil namun di hentikan oleh Jerry.


" hay Nona tunggu sebentar" ucap Jerry


" sepertinya saya melihat anda memeriksa sesuatu dari mobil saya" katanya lagi.


" oh kamu rupanya? apa kabarmu adikku, dan siapa ini? apa dia pacarmu?" ucap Jerry dengan nada bicara yang tidak enak di telinga Derryl.


"siapa dia?" bisik Elaine yang tak di gubris oleh Derryl.


" aku baik, iya ini pacarku. Tapi maaf kami harus segera pergi. Permisi"


Derryl dengan segera menarik tangan Elaine dan membawanya masuk kembali ke dalam mobil. Di luar terlihat senyum tersungging di wajah Jerry. Senyum kemenangan karena dirinya kini tau akan kelemahan sang adik.


" Hei, kamu kenapa?"


Elaine mencoba mencairkan suasana, melihat Derryl tegang membuatnya tidak nyaman. Elaine memutar otak, mencari cara untuk menyudahi ketegangan ini.


"mungkinkah dengan ini dia akan tersenyum" batin Elaine.


Elaine mengeluarkan ponselnya, mengambil posisi untuk berfoto bersama Derryl.

__ADS_1


" tersenyumlah aku akan mengambil gambar"


Ponsel Elaine sudah siap, tapi senyum di wajah Derryl belum juga nampak. Suasana kian menjadi canggung, Derryl yang hanya diam dengan wajah tegang membuat Elaine resah.


" tersenyum lah kumohon, aku mencintaimu"


Entah apa yang dia fikirkan, tiba - tiba saja lidah Elaine menjadi tak terkontrol. Derryl yang kaget dengan penuturan Elaine dengan cepat menepikan mobilnya.


" Hah.. apa yang aku katakan, ada apa denganku, ya Tuhan apa yang sudah aku katakan" batin Elaine.


" apa aku tak salah dengar" wajah dingin Derryl kini mulai mencair.


Elaine yang hanya nyengir karena malu masih belum bisa berkata kata.


" ya Tuhan, bagaimana ini?" batin Elaine lagi.


Derryl tak lagi bisa menyembunyikan rasa senangnya, kata kata Elaine berhasil membuatnya kembali tersenyum.


" Elaine" panggil Derryl lembut.


"Hemm" jawaban Elaine masih dalam tatapan kosongnya.


" apa benar kau juga mencintaiku?" tanya Derryl lirih.


" benar, aku juga mencintaimu sejak pertemuan pertama kita"


Mungkin Elaine masih belum sadar dengan apa yang dikatakannya baru saja, tapi sebuah ciuman mendarat di pipi kirinya dengan cepat.


Cuupp..


Ciuman itu berhasil membuat Elaine tersadar dari lamunannya, pipinya bersemu merah karena sikap Derryl padanya.


" aku berjanji akan mencintaimu selalu" bisik Derryl membuat pipi Elaine yang sudah merona kini semakin merona dibuatnya.


Derryl kembali menjalankan mobilnya, melanjutkan perjalanan mereka yang sudah terhenti dua kali. Tangan kanan Derryl terlihat memegang tangan Elaine, dia terlihat tak ingin melepaskan wanita cantik ini.

__ADS_1


__ADS_2