
Elaine memandang indah pemandangan senja di menara eifel, ia terlihat sangat menikmatinya ditambah dengan laki laki tampan yang sekarang ada di sampingnya.
"apa kau menyukai nya?" tanya Derryl.
" iya aku sangat menyukainya, sudah lama aku tidak melihat keindahan ini" jawab Elaine tersenyum.
Memang Elaine sudah sangat lama tidak menikmati keindahan di kota Paris. Dia bersyukur dalam waktu singkatnya berkunjung ke kota ini, dia masih bisa melihat dan menikmati keindahan kota kelahirannya.
***
Baldwin terlihat sangat berantakan karena pemutusan kerja sama atas proyek yang ia kerjakan dengan ayah Zena. dia tidak berniat untuk pulang malam ini. dia memacu mobilnya dengan kecepatan penuh di jalan yang terlihat cukup ramai.
Baldwin terlihat memasuki ruang karaoke vvip di salah satu tempat karaoke mewah disana. Baldwin ingin melupakan masalahnya dengan bersenang senang malam ini. dirinya tidak menyewa seluruh tempat karaoke malam ini karena tidak ingin Zena mengetahui nya.
***
Di sisi yang berlawanan terlihat Abelano yang tengah asik menatap Elaine dari kejauhan. Meskipun hatinya merasa tidak rela dengan pemandangan yang sedang ia lihat sekarang, tapi Abelano sedikit merasa bahagia melihat wanita yang dicintai nya tersenyum.
" aku sudah cukup lelah mari kita pulang" ajak Elaine kepada Derryl.
"baiklah tuan putri" canda Derryl.
Karena dirasa sudah cukup puas melihat keindahan kota Paris, dan kakinya juga sudah cukup lelah berkeliling di menara eifel Elainepun mengajak Derryl untuk kembali. Mereka mampir sebentar untuk makan malam di sebuah tempat makan yang tidak terlalu mewah sesuai permintaan Elaine.
***
Di kota Strasbourg Evrard menyiapkan hadiah untuk menyambut kepulangan Elaine nanti. Dia juga sudah menyiapkan sebuah tiket pertunjukan musik untuk Elaine dan dirinya.
" aku akan menyatakan cinta dengan benar kali ini" guman Evrard
Laki laki itu terlihat sangat senang kala membayangkan dirinya akan menonton dan duduk berdua bersama Elaine. Dia sangat histeris ketika membayangkan dirinya akan menyatakan cinta hingga teriak teriak tak karuan.
"Yes...yes... I Love You Elaine" teriaknya sangat histeris.
Sang ayah yang hendak turun untuk makan malam tak sengaja mendengar teriakan putra semata wayangnya tersebut dan bergidik ngerih.
__ADS_1
" mungkinkah putraku begitu mencintainya" fikir Marius.
***
Sepasang mata orange itu mengamati Elaine dan Derryl yang tengah makan malam dengan romantis. Sebenarnya Abelano tidak berniat untuk mengikuti Elaine. Tapi dengan tidak sengaja Abelano melihat Elaine lagi saat terkena lampu merah di persimpangan, dan kebetulan mobilnya berada tepat di samping kanan mobil yang Elaine tumpangi.
Karena penasaran kemana mereka setelah ini, diapun memilih untuk mengikutinya. Tapi yang dia dapat saat mengikuti Elaine hanyalah rasa cemburu. cemburu karena melihat wanita yang dia kagumi sedang berjalan bersama laki laki lain.
" aku masih akan berusaha untuk mendapatkan cintamu" guman Abelano sepanjang perjalanan pulangnya setelah meninggalkan restoran itu.
***
Setelah makan malam bersama Derryl tidak langsung mengantarkan Elaine ke rumahnya. karena di tengah perjalanan mereka melihat sebuah pasar malam yang tak jauh dari sana. Elaine yang melihatnya antusias, lelahnya bak hilang ditelan bumi saat melihat banyak wahana.
Elaine mengajak Derryl masuk ke area pasar malam. wanita ini memang menyukai pasar malam sejak dirinya masih kecil, dan hal itu masih terbawa hingga dirinya menginjak dewasa.
" kau mau naik wahana bermain?" tanya Derryl.
" aku ingin itu" Elaine menunjuk wanaha kapal ayun.
" iya , ayo" Elaine menarik tangan Derryl.
Dalam hati Derryl sedikit terselip rasa takut untuk naik wahana ini, tapi apalah daya dirinya tak ingin membuat kecewa wanita pujaannya.
" dulu aku suka naik biang lala dan ini bersama ayahku" ucap Elaine setelah mereka duduk di atas wahana itu.
Elaine menenggok ke arah Derryl karena tak ada jawaban dari laki laki disampingnya ini. hati Elaine sedikit tergelitik melihat kaki Derryl yang gemetar.
" apa kau takut?" tanya Elaine menahan tawanya.
" tidak"
" kau yakin? kau boleh turun kalau tak ingin"
" aku bukan anak kecil" protes Derryl.
__ADS_1
" baiklah"
Elaine memegang salah satu lutut Derryl yang terlihat gemetar. dalam hati sebenarnya Elaine ingin tertawa melihat Derryl yang takut naik wahana seperti halnya bocah. tapi dia menghargai keberanian Derryl meski kakinya terlihat jelas gemetaran.
" wahana akan segera dimainkan, dalam hitungan 10"
Mendengar suara yang keluar dari toa tersebut sontak membuat kaki Derryl semakin gemetaran.
kapal sudah mulai diayun secara perlahan, hati Derryl berdetak tak karuan. kapal semakin kencang diayun membuat Derryl berteriak ketakutan, Elaine yang menikmatinya tersenyum dan berteriak senang.
" uhhhhhh..." suara Elaine nyaring.
Derryl menutup rapat rapat kedua matanya, baru pertama kalinya dia wahana kapal ayun ini. saat kapal sudah mulai berhenti, Derryl mulai membuka matanya melihat wajah Elaine yang kegirangan karena senang.
" ayo turun" ajak Elaine.
"iya" jawab Derryl dengan detak jangtung yang masih tidak karuan.
mereka duduk dan membeli minuman untuk menenangkan Derryl.
" harusnya kalau takut kau tak perlu ikut tadi" ucap Elaine.
" aku baru pertama naik wahana itu, tapi lumayan asik" Derryl tak mau terlihat lemah.
" apa kau mau pulang sekarang?" Elaine bertanya.
" kita naik itu dulu" Derryl menunjuk bianglala
"kau berani?"
" tentu, aku menyukainya"
Mereka naik bianglala berdua layaknya sepasang kekasih. terlintas dalam benak Derryl untuk menyatakan cintanya kepada Elaine di dalam bianglala, tapi dia mengurungkan niatnya karena takut terlalu cepat untuk Elaine.
"mungkin jangan sekarang" batinnya.
__ADS_1