MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
HARI PERTAMA BEKERJA


__ADS_3

Banyak mata yang memandangi Elaine sejak dia turun dari mobil Derryl. Laki - laki mana yang tidak akan terpesona melihat wanita secantik dan seanggun Elaine. Balutan blouse dan roknya dengan rambut panjang yang diikat ke atas membuat wanita ini semakin terlihat elegant.


"Nona Elaine?" tanya seorang laki - laki.


"Iya saya Elaine," jawabnya.


"Perkenalkan Nona, saya Gilbert asisten tuan Abelano. Mari saya antar ke ruangan anda," ucap Gilbert ramah.


Dengan langkah yang tidak terlalu panjang Elaine mengikuti Gilbert tepat di belakangnya. Elaine ikut masuk ke dalam lift khusus yang. Mereka menuju lantai tujuh belas tempat di mana kantor Abelano berada.


Dalam hitungan detik lift sudah sampai di lantai tujuh belas. Gilbert keluar saat pintu lift sudah terbuka diikuti dengan Elaine tepat di belakangnya.


"Ini ruangan anda Nona, dan yang ini ruangan Direktur." Gilbert menunjuk ruangan sebelah.


"Nanti akan ada yang membantu Nona untuk bisa beradaptasi. Untuk sementara tunggu Direktur datang, silahkan anda bisa mengubah tatanan ruangan ini sesuai keinginan anda. Saya tinggal dulu." Gilbert meninggalkan Elaine setelah menjelaskan dengan panjang lebar.


"Ruangannya luas, wah kalau senja pasti akan cantik dilihat dari sini," ucap Elaine saat membuka salah satu tirai.


Sedikit sentuhan diberikan Elaine untuk mempercantik ruang kerjanya. Karena untuk bisa bekerja dengan baik haruslah dimulai dari tempat yang nyaman.


Sebuah suara berat terdengar oleh Elaine dari ruangan sebelah. Suara laki - laki yang terdengar sangat berwibawa itu ternyata suara sang direktur, yang tak lain adalah Abelano.


"Kenapa aku merasa lucu." guman Elaine.


Dia dengan segera menutup tirai saat Abelano menengok ke arahnya. Sebenarnya Abelano sudah tau jika wanita itu sedang mengintipnya dari celah tirai, tapi Abelano sengaja membiarkannya.


"Pandanglah sepuasmu agar kau bisa jatuh hati padaku." batin Abelano.


"Hay Nona, perkenalkan saya Silvi. Saya akan membantu anda untuk satu minggu kedepan." Silvi memperkenalkan dirinya.


"Saya Elaine, senang bisa bekerja sama dengan anda. Panggil saja Elaine jangan nona agak canggung gitu," jawab Elaine.


"Dan panggil saja saya Silvi," ucap Silvi.


Sebenarnya Silvi tidak nyaman dengan Elaine, karena wanita ini menyita banyak perhatian laki - laki di kantor. Tapi mau bagaimana lagi ini tugas dari atasannya yang tidak bisa dia bantah.


Meski tidak suka dengan Elaine, tapi Silvi berusaha mengajari Elaine dengan baik. Dirinya tidak mau jika nanti Elaine mengadukan sesuatu tentangnya kepada Direktur. Karena dari kabar yang beredar mereka sudah saling mengenal.


Tak terasa sudah setengah hari Silvi mengajarkan banyak hal kepada Elaine. Akhirnya mereka menyudahi pekerjaan mereka dan istirahat seberntar.


"Elaine kita istirahat makan siang dulu ya," ucap Silvi.

__ADS_1


"Aku ikut kamu ke kantin ya," jawab Elaine.


"Hari ini kita ada makan - makan di cafe deket perusahaan. Bos yang traktir katanya," jawab Silvi


"Oh aku bareng sama kamu ya." pertanyaan Elaine yang dijawab Silvi dengan anggukan.


Abelano dengan sengaja menyewa cafe QC di sebelah perusahaan untuk menyambut Elaine sebagai karyawan baru disana. Sebenarnya Abelano tidak pernah melakukan penyambutan karyawan baru, tapi ini spesial dia lakukan untuk Elaine.


Semua karyawan sudah duduk memenuhi cafe yang mejanya sudah ditata sedemikian rupa seperti tempat rapat. Kehadiran Elaine dan Silvi membuat orang - orang yang ada disana menatap mereka secara bersamaan. Silvi yang percaya diri mengganggap mereka sedang memperhatikan dirinya. Tapi dugaannya salah, Elaine lah yang telah menyita perhatian mereka semua.


"Ehem.. Ehem.." deheman dari Abelano membuat mereka menjadi sadar dan tak lagi memandangi Elaine.


"Maaf kami terlambat," ucap Silvi yang tidak mendapat tanggapan dari semua.


"Maafkan saya dan juga Silvi," ucap Elaine yang langsung dijawab karyawan disana secara serempak.


"Tidak apa apa."


Jawaban itu sontak saja membuat Elaine malu. Dia memilih langsung duduk untuk menutupi kegugupannya. Akhirnya Gilbert membuka acara makan siang. Dia mempersilahkan sang Direktur untuk memberi sambutan.


"Sebenarnya ini adalah makan siang untuk menyambut sekretaris baru saya yang ada disana. Silahkan perkenalkan diri dulu." tunjuk Abelano kepada Elaine.


"Ehh, kok jadi aku si," batin Elaine.


Elaine memperkenalkan dirinya dengan singkat. Setelah dia duduk kembali, pelayan berdatangan membawa makanan dan juga minuman yang telah dipesan oleh Gilbert sebelumnya.


"Selamat menikmati makan siang kalian," ucap Abelano membuat semua karyawan terheran - heran.


Semua menikmati makanan mereka masing - masing, lalu berlalu meninggalkan cafe kembali ke kantor setelah bos mereka pergi. Mereka tidak akan bangun sebelum bos mereka terlebih dulu yang undur diri.


"Mungkinkah dia kekasih si bos?" tanya salah satu karyawan saat berjalan bersama.


"Aku rasa iya, dia tidak pernah melakukan pesta penyambutan untuk karyawan baru sebelumnya," jawab salah satu karyawan.


"Tapi dia sangat cantik, aku sampai mau ngiler tadi melihatnya," ucapnya lagi sambil cekikikan.


"Iya, dia seksi," jawab satunya lagi.


***


"Elaine, kamu disuruh ke ruangan si bos." tutur Silvi setelah menutuo telfon.

__ADS_1


"Emm iya. Kira - kira ada apa ya Sil?" tanya Elaine penasaran


"Ngak tau, udah ah sana buruan ntar aku yang kena marah si bos lagi." ucap Silvi


Elaine dengan segera masuk ke ruangan yang ada di sebelah ruang kerjanya itu. Di balik meja itu Abelano tengah duduk dengan wajah serius membaca halaman demi halaman dokumen yang ada di tangannya.


"Maaf Pak, anda memanggil saya?" tanya Elaine ragu.


"Oh iya, ayo silahkan duduk." Abelano mempersilahkan.


"Bagaimana pekerjaanmu hari ini? Apakah terlalu sulit?" tanya Abelano.


"Tidak Pak. Silvi mengajarkan kepada saya dengan baik, dan saya juga tidak merasa kesulitan," jawab Elaine.


"Saya harap kamu merasa betah disini. Dan satu lagi, saya mau kamu besok ikut saya menemui klien. Kamu minta Silvi menyiapkan berkasnya. Besok Silvi juga akan ikut agar kamu tidak merasa gugup karena masih baru." tutur Abelano.


"Baik Pak." Elaine mengiyakan.


"Dan sampaikan salam saya untuk pamanmu. Kamu boleh kembali ke ruanganmu," ucap Abelano.


"Baik Pak, saya permisi." Elaine menjawabnya dan berlalu dari ruangan yang luas itu.


Elaine menyampaikan tugas yang diberikan Abelano kepada Silvi dan diapun mengiyakan. Karena jam sudah menunjukkan pukul empat sore, satu persatu karyawan meninggalkan perusahaan satu persatu.


Elaine keluar bersama Silvi, di depan sudah terparkir mobil hitam Derryl yang terlihat mengkilap dan mewah.


"Kamu mau nunggu taxi ya?" tanya Silvi.


"Enggak, itu udah dijemput aku duluan ya." pamit Elaine kepada Silvi.


Elaine sedikit berlari ke arah mobil Derryl dan disambut dengan rentangan tangan dari laki - laki itu.


"Kamu nunggu lama ya?" tanya Elaine setelah melepas pelukan Derryl.


"Enggak sayang, ayo masuk." Derryl membukakan pintu mobil untuk Elaine.


Mereka masuk ke dalam mobil dengan senyum layaknya seseorang yang sedang kasmaran.


Di sebrang jalan ada Abelano yang menatap mereka dengan cemburu.


"Dengan cara apa agar aku mendapatkan hatimu." batin Abelano.

__ADS_1


Disini lain tatapan Silvi juga tidak suka melihat Elaine dan Derryl. Dia menjadi sangat iri kepada Elaine, dia cantik banyak yang menggagumi dan lagi pacarnya sangat tampan dan mobilnya sangat mewah.


"Jika dia sudah punya pacar, aku jadi akan mudah mendapatkan hati si Bos." gumannya tersenyum sendiri.


__ADS_2