
Hari ini seisi rumah bibi Esmee nampak bahagia. Elaine ikut bahagia mempersiapkan pernikahan bibinya yang hanya tinggal besok. para kerabat dekat dari mendiang nenek dan kakek Elaine juga datang memenuhi rumah bibi Esmee. mereka juga ingin ikut andil dalam mempersiapkan pesta pernikahan dan juga ingin menemani sang calon pengantin.
karena resepsi akan dilakukan di hotel milik Leandre jadi tidak banyak yang dipersiapkan di rumah. para pelayan hanya sedikit mendekor rumah dengan karangan karangan bunga mawar pink. warna pink kini mendominasi seisi rumah. dari karpet, sofa, horden dan perabot yang lain kini semua berubah menjadi pink membuat suasana rumah bak istana princess aurora.
" aku turut bahagia dengan pernikahan bibi" ucap Elaine memeluk bibi Esmee.
"bibi juga bahagia kamu menemani bibi disini"
"apakah bibi menyukai buket pemberian bibi Hannah?" tanya Elaine memastikan
"bibi sangat menyukainya Elaine, sampaikan terima kasih bibi pada bibi Hannah"
"iya bibi, nanti aku sampaikan"
"pilihan bibi Hannah memang tidak salah" gumannya dalam hati
__ADS_1
"mari bibi tunjukkan gaunmu" ajak bibi Esmee.
bibi Esmee telah menyiapkan gaun untuk Elaine kenakan di hari pernikahannya besok. gaun berwarna merah muda dengan hiasa mutiara yang tidak terlalu ramai tapi terlihat elegan. bibi Esmee juga menyiapkan seragam untuk semua pelayan dirumah dan semua karyawan di kantornya. bibi Esmee ingin melibatkan mereka semua karena menurutnya tanpa mereka ia tidak bisa seperti sekarang.
"apakah kau menyukainya?" tanya bibi Esmee
"iya bibi aku sangat menyukainya"
"bibi berharap kamu mau tinggal disini bersama bibi, hanya kamu yang sekarang bibi miliki Elaine selain paman Leandre"
"bibi ingin menceritakan tentang ayahmu, bibi rasa sekarang sudah waktunya kamu mengetahui" ucap bibi Esmee dengan wajah sedih.
"ceritalah bibi aku baik baik saja"
bibi Esmee mulai bercerita tentang penyebab perginya ayah Elaine waktu itu. dulu ayah Elaine adalah seorang CEO perusahaan besar, mendiang nenek Elaine begitu menyukainya. tapi saat bisnis ayah Elaine mengalami kebangkrutan neneknya mulai berusaha memisahkan mendiang ibunya dari ayahnya.
__ADS_1
kala itu paman Eric adik dari ayahnya melakukan korupsi dalam jumlah besar, dan ia juga ditahan polisi karena kasus narkoba hingga menyebabkan kemerosotan harga saham perusahaan. sejak saat itu dimulailah kebangkrutan perusahaan.
ibu Elaine kala itu sangat tertekan menghadapi masalah perusahaan hingga dorongan dari ibunya untuk meninggalkan suaminya. dari cerita bibi Esmee, di hari kecelakaan ibu Elaine ia membawa mobil seorang diri. ia membawa mobil dalam keadaan frustasi hingga menyebabkan dirinya tak fokus lalu terjadilah kecelakaan. mobil yang ibu Elaine tumpangi menabrak pembatas jalan.
"aku telah salah bibi selama ini membenci ayah, ia pergi bukan karena keinginan nya" suara Elaine sesenggukan menangis mendengarkan cerita bibi Esmee.
"maafkan bibi baru sekarang memberitahumu sayang, maafkan bibi"
"saat ibumu kecelakaan bibi sedang melakukan telfon dengannya. ia tidak menjawab saat bibi ajak bicara. bibi fikir mungkin ibumu sedang dalam fikiran kosong kala itu" suara bibi Esmee semakin bergetar menahan air matanya untuk tidak jatuh.
"bibi tidak ingin kehilangan mu sama seperti bibi kehilangan ibumu sayang, tinggallah bersama bibi" ucapnya lagi sambil memeluk Elaine
"aku akan memikirkan nya bibi, aku juga tidak ingin kehilangan bibi"
keduanya kini saling memeluk untuk saling menguatkan satu sama lain. mengingat kejadian yang merenggut nyawa ibunda Elaine yang juga kakak kandung dari bibi Esmee membuat mereka tak sanggup membendung air mata.
__ADS_1
malam ini Elaine memilih tidur bersama bibin Esmee sesuai permintaan nya. bibi Esmee juga sudah seperti figur seorang ibu baginya. ia mengasuh Elaine sejak ibunnya meninggal hingga Elaine tumbuh menjadi seorang gadis dewasa.