
Seisi rumah utama bangun lebih awal pagi ini. Para pelayan sibuk menyiapkan makanan sesuai perintah dari Nyonya mereka. Elaine sendiri juga sudah mempersiapkan segala sesuatu yang akan dia bawa pulang ke kota Strasbourg.
" ada apa Bibi? kenapa sudah ramai sekali sepagi ini?" tanya Elaine heran melihat para pelayan riuh.
" bibi sengaja menyiapkannya untukmu. bibi ingin kita sarapan bersama semua sebelum kau pergi" jawab Esmee sendu.
" sebenarnya semua ini tidak perlu Bibi lakukan, aku bisa kembali kesini kapan saja Bibi minta"
" bibi akan sangat merindukanmu Elaine pasti" Esmee memeluk Elaine dengan wajah sendu.
" aku juga akan sangat merindukan Bibi" Elaine membalas pelukan bibinya.
Melihat pelayan yang sibuk Elaine pun ikut turun tangan membantu mereka.
" kau akan membuat apa Julia?" tanya Elaine saat mendekati Julia.
" kita akan membuat croissant" jawab Julia.
" apa makanan penutupnya?"
" Nyonya juga menyuruh untuk membuat ratatouille untuk hidangan penutup"
" ratatouille" batin Elaine.
Pikirannya terbang mengingat sang ayah, Elaine teringat betapa ayahnya dulu sangat mahir membuat ratatouille dan juga crepes. Semenjak ayahnya pergi Elaine tak pernah lagi makan hidangan yang satu ini. Bagi Elaine tak ada yang bisa membuat ratatouille seenak dan selezat buatan tangan ayahnya.
" kamu kenapa?" tanya Julia melihat Elaine hanya diam dengan tatapan kosong.
" oh ya, ah tidak ada apa apa" jawabnya sedikit gugup.
" sini biar aku bantu?" tambah Elaine mengambil pisau di tangan Julia.
Elaine ikut sibuk di dalam dapur bersama para pelayan, Bibinya masih terlihat sibuk dengan telfonnya. karena cuti bulan madunya Esmee menjadi sedikit sibuk karena pekerjaan yang tertunda.
***
Evrard dengan histeris menemui bibi Hannah di toko bunganya. Pemuda tampan ini terlihat sangat tidak sabar menunggu kepulangan wanita pujaan hatinya.
" Hai bibi" sapa Evrard kepada bibi Hannah.
__ADS_1
" Hai, ada apa ini kenapa pagi pagi sekali sudah menemui bibi?" tanya bibi Hannah heran.
" Ehh itu bi, kapan Elaine tiba?" tanya Evrard malu malu.
" ohh kamu merindukannya ya" bibi Hannah menggoda.
" ahh bibi tau aja deh" jawab Evrard jujur.
Sebenarnya bibi Hannah sudah tau akan perasaan Evrard terhadap Elaine. Tapi bibi Hannah tidak bisa berbuat apa apa karena semua tergantung dengan perasaan Elaine.
***
" apa kau sedang sibuk" pesan yang tertera di ponsel Elaine.
" aku sedang membantu menyiapkan makanan" balas Elaine.
" aku akan menjemputmu sebelum jam 11" balas Derryl.
" baiklah"
Elaine meresa senang setiap sheriff yang satu ini mengirimkan pesan kepadanya.
" pamanmu sedang bersiap siap, ada rapat penting hari ini"
" paman akan langsung berangkat hari ini? bukankah paman butuh istirahat sebentar bibi" tanya Elaine lagi.
" iya Elaine, tapi pekerjaanya sudah banyak yang menumpuk karena cuti yang kami ambil" jelas Esmee.
" bibi akan mengantarmu nanti" tambah Esmee.
" tidak perlu bibi, aku akan diantar temanku nanti" jawab Elaine.
" teman? siapa sayang?" tanya Esmee heran.
" temanku bibi, dia orang yang baik tenanglah bibi" Elaine meyakinkan bibi Esmee.
" kenapa kamu tidak pernah mengenalkannya kepada bibi sayang?" tanya Esmee mengintrogasi.
" bukankah bibi baru pulang dari bulan madu, bagaimana mungkin aku memperkenalkannya dan mengganggu bibi dan paman di sana" jawab Elaine tersenyum
__ADS_1
" iya bibi tidak mengingatnya, maafkan bibi sayang" jawab Esmee juga ikut tersenyum.
Menu sarapan sudah siap memenuhi meja makan. Bibinya tidak tanggung tanggung membuat menu sarapan. Beef bourguignon, creme brulee, croque mosieus, cassoulet, dan salad nicoise, hingga olahan sea food pun juga dihidangkan di meja makan, ada escargot dan juga bouillabaisse.
Esmee juga meminta pelayan untuk membuat ratatouille sebagai hidangan penutup. Dirinya tau keponakannya ini sangat menyukai hidangan yang satu ini. Macaron, croissant dan juga baguette juga sudah Esmee siapkan untuk Elaine bawa sebagai oleh oleh untuk bibi Hannah dan orang terdekat Elaine di sana.
semua sudah siap di meja makan, Leandre juga sudah duduk bersama mereka.
" Elaine maafkan paman nanti tidak bisa mengantarmu, tapi bibi dan supir paman akan mengantarmu nanti" ucap Leandre sebelum menyantap sarapannya.
" Iya paman tida apa apa, aku akan diantar temanku nanti. biarkan bibi beristirahat saja" jawab Elaine sopan.
" temanmu? siapa?" tanya Leandre lagi
" dia belum pernah kemari paman, tapi paman tak perlu khawatir dia orang yang baik" jelas Elaine.
Leandre kini mengalihkan pandangannya ke meja makan. Hidangan sarapan pagi ini sangat banyak, dan dia juga dibuat heran karena adanya ratatouille.
" sayang, sejak kapan kau menyukai ratatouille?" tanya Leandre kepada Esmee.
" aku sengaja membuatnya untuk Elaine sayang, dia menyukai nya sejak kecil" jawab Esmee menjelaskan.
" apa kau menyukainya Elaine?" tanya Esmee kepada keponakannya.
" iya bibi, ini enak"
" rasanya tak jauh beda dengan buatan ayah" batin Elaine.
Mereka menghabisakan sarapan mereka dengan nikmat. Esmee juga tidak lupa mengajak para pelayannya memcicipi menu sarapan pagi yang mereka hidangkan.
" kalian boleh makan disini" ucap Esmee kepada para pelayan.
" tidak Nyonya terima kasih" jawab salah satu dari mereka.
" kalau kalian sungkan, kalian boleh membawanya kebelakang. anggap saja ini sebagai perpisahan dengan nona Elaine" Esmee menjelaskan.
Setelah Tuan dan Nyonya mereka pergi, mereka pun membawa hidangan sarapan ke dapur dan memakannya disana. Mereka tidak enak hati jika harus makan di meja makan meskipun Nyonya mereka yang menyuruh.
" Tuan dan Nyonya memang baik" ucap salah satu pelayan.
__ADS_1