MY CEO IS MY DEAR

MY CEO IS MY DEAR
PINDAH KE VILLA


__ADS_3

Matahari bersinar cerah menembus jendela kamar Elaine hingga membangunkannya. ia melihat jam di nakasnya yang menunjukkan pukul 09.15. Elaine bangkit dari ranjangnya membersihkan diri lalu keluar kamar.


"kau sudah bangun" tanya bibi Esmee yang hanya dijawab Elaine dengan senyuman.


"sarapanlah dulu, bibi sudah sarapan bersama pamanmu tadi"


"baik bibi. apakah bibi akan berangkat sekarang?" tanya Elaine melihat koper sudah tersusun rapi.


"bibi berangkat pukul 10 nanti."


"berapa hari bibi akan pergi"


"bibi hanya akan pergi satu minggu, banyak yang harus pamanmu kerjakan jadi tak banyak waktu untuk bercuti"


"ohh bersenang senanglah bibi disana" goda Elaine.


Mereka akan pergi dengan jet pribadi milik paman Leandre jadi tak akan memakan banyak waktu. Elaine juga mempersiapkan barang barangnya, rencananya ia akan pergi ke villa sore siang ini.


"apa kau yakin akan tinggal di villa?" tanya bibi Esmee


"Iya, bibi tak perlu khawatir aku bisa jaga diri" jawab Elaine tak ingin bibinya khawatir


"sering seringlah menghubungi bibi nanti"


"ahh aku sungguh tak ingin mengganggu kesenangan bibi" canda Elaine membuat wajah bibinya bersemu merah.


"lanjutkan saja sarapan mu" jawab bibi Esmee cepat


Elaine masih tersenyum sendiri melihat tingkah bibinya, ia merasa terhibur melihat tingkah bibinya yang begitu manja kepada paman Leandre.


Hari ini Elaine akan diantar supir paman Leandrenya. awalnya Elaine menolak ia ingin naik taksi saja tapi bibinya memaksa. Elaine dengan pasrah menurutinya karena tak ingin membuat bibi nya kecewa, dan juga ia tau ini adalah bukti sayang dan kekhawatiran bibinya.


jam menunjukkan pukul 09.45, bibi Esmee dan paman Leandre sudah siap, barang bawaan mereka sudah masuk ke dalam mobil.


"jaga dirimu, berjanjilah jangan pergi sebelum bibi kembali" suara bibi Esmee bergetar menahan air matanya agar tidak jatuh.


"bibi tak perlu khawatir aku akan menepati janjiku, bersenang senanglah dan segeralah berikan aku keponakan yang lucu" jawab Elaine menenangkan


"paman dan bibi pamit dulu, jaga dirimu. bila kau perlu sesuatu hubungi bibi"


"bibi hanya pergi satu minggu jangan terlalu dramatis. paman jaga bibi dengan sepenuh jiwa ya" jawab Elaine menggoda.

__ADS_1


"daaa..hati hati" suara Elaine sambil melambaikan tangan melihat kepergian mobil paman Leandre.


***


Di tempat lain Zena masih memikirkan Elaine, ia tidak suka Elaine kembali ke kota ini lagi.dirinya juga tak suka akan pandangan mata laki lakinya terhadap Elaine saat mereka bertemu.


"selalu dia yang mengusik kesenanganku" gerutu Zena memikirkan Elaine


Zena selalu melakukan banyak cara untuk bisa menandingi Elaine. ia rela mengoperasi hidungnya demi mendapatkan kecantikan yang tak kalah dengan kecantikan paras Elaine.


saat wisudah Zena juga melakukan kecurangan, karena ayahnya pemilik kampus ia dengan mudah mendapat gelar wisudah terbaik dengan nilai D nya di banyak mata kuliah.


***


dzzzrtt..


"apakah kau ada waktu senggang"


chat yang tertera di layar ponsel Elaine.


"aku sedikit sibuk hari ini, aku harus bersiap siap" jawab nya singkat


dzzzrtt..


"tidak, aku akan pindah ke villa keluarga kami selama bibi pergi" balas Elaine


ponsel Elaine tak lagi bergetar, Abelano hanya membaca chatnya. Elaine merapikan baju bajunya ke dalam koper, ia meminta Julia untuk memasakkan makanan untuk ia bawa ke villa. Elaine ingin memberikannya kepada pelayan yang bibi Esmee tempatkan disana.


tok tok tok..


"nona Elaine ada tamu yang mencari anda" suara salah satu pelayan


"tamu untukku?? siapa??" pikir Elaine keheranan


"aku akan turun buatkan minum untuknya"


Elaine bergegas keluar kamar menuju ruang tamu. ia kaget melihat Abelano duduk disana. dia baru saja membaca chat dari Elaine tapi dengan secepat kilat dia sudah tiba di rumah bibinya.


"apa yang membuatmu kemari" tanya Elaine heran


"aku ingin membantumu pindahan" jawabnya tersenyum

__ADS_1


"aku hanya akan membawa satu koper, aku bukan melakukan perjalanan keliling dunia Tuan Abelano yang terhormat" gurau Elaine.


pelayan datang membawakan minuman dan makanan ringan. mereka berbicara banyak sambil sesekali meminum jus jeruk yang dihidangkan oleh pelayan.


"kapan aku akan pergi? aku akan mengantarmu" ujar Abelano


"tidak perlu, aku akan diantar oleh supir paman Leandre"


Abelano mengeluarkan ponselnya, ia menvideo call Leandre.


"apa aku mengganggu mu?" suaranya menggoda Leandre yang sedang tidur dipangkuan Esmee.


"apa kau ada di rumahku sekarang?" Leandre balik menanyainya


"aku ingin meminta izinmu untuk mengantar keponakanmu pindahan"


"apa keponakanku mau pergi bersamamu?"


"tentu" jawabnya yakin


"jika keponakan ku mau, aku akan mengizinkanmu dengan syarat kau tidak boleh menyakiti nya"


"dengan senang hati"


tut..tut..tutt..


video call terputus.


"aku sudah meminta izin pamanmu, apa kau ingin pergi sekarang?? kita makan siang dulu di restoranku" ajak Abelano.


" baiklah kita pergi" jawab Elaine


mereka pergi berdua, Elaine sudah meminta supir paman Leandre untuk mengantrkan makanan yang Julia buatkan untuk para pelayan di villa. ia juga meminta kopernya di bawa ke villa terlebih dahulu.


mereka tiba di restoran milik Abelano, para pelayan restoran memandangi mereka. ini pertama kalinya Bos mereka membawa seorang wanita ke restoran miliknya. mereka sesekali melihat bosnya makan dengan seorang wanita tapi tidak berdua, pasti Nyonya besar ikut hadir karena itu sebuah perjodohan untuknya.


"apa itu calon Nyonya muda kita?" bisik salah satu pelayan


"dia sangat cantik" ucapnya lagi


Elaine yang merasa banyak mata memandanginya nampak risih. Abelano yang menyadarinya langsung membawa wanita itu ke ruang vip restoran.

__ADS_1


mereka makan siang dengan singakat tak banyak yang mereka bicarakan hanya sekadarnya saja. Elaine juga meminta langsung diantarkan ke villa, ia beralasan akan berbenah.


__ADS_2