
"Kamu serius?" tanya Derryl dari sebrang ponsel.
"Iya aku serius. Aku ngak mau cuma jadi parasit di rumah ini sayang, mengertilah." jawab Elaine.
"Kamu ngak bekerja di tempat paman aja, kalau di tempat pamankan aku lebih tenang." Derryl mencoba membujuk Elaine.
"Aku juga inginnya disana, tapi sementara ini belum ada posisi yang kosong disana. Jadi paman akan merekomendasikan aku ke perusahaan temannya yang sedang membutuhkan seorang sekretaris," ucap Elaine.
"Kamu ngak perlu cemas, dia teman dekat paman dari kecil. Dan aku sudah bertemu dia beberapa kali." jelas Elaine lagi.
"Baiklah kalau itu mau kamu, tapi ingat jangan sampai suka sama rekan kerja kamu disana." kata kata Derryl yang santai tapi penuh dengan penekanan.
"Terus rencananya kapan kamu akan pindah ke villa?" tanya Derryl kemudian
"Akhir pekan nanti," ucap Elaine.
"Akhir pekan? kenpa? masih lama dong sayang." protes Derryl
"Kan aku udah mulai kerja besok, sayang. Lupa ya?" Elaine bertanya.
"Cuma ngetes kamu aja." gurau Derryl
Elaine belum menjawab kata kata Derryl dan yang terdengar hanya suara orang menguap.
hoooaammmss...
__ADS_1
"Elaine, kamu mengantuk?" suara Derryl setelah mendengar Elaine menguap.
"Eh kamu denger ya, ihh maaf ya jadi malu." Sadar kalau Derryl mendengar membuat Elaine merasa malu.
"Dengarlah jelas banget sayang, udah dulu ya kamu udah ngantuk juga. Bonne nuit chérie ( selamat tidur sayang)."
"Bonne nuit trop chère ( selamat tidur juga sayang)." jawab Elaine sebelum mematikan sambungan telepon.
***
Abelano tak henti - hentinya memperlihatkan wajah senangnya. Teman dekatnya siang ini sudah memberikan kabar yang sangat tidak pernah dia duga. Elaine, wanita yang ia kagumi akan menjadi sekertarisnya.
Kursi sekertaris Abelano memang sedang kosong, karena Caroline sang sekertaris sedang mengambil cuti hamil. Sebenarnya dia berniat menyeleksi dan memilih dari para staffnya. Tapi karena Leandre mengatakan keponakannya butuh pekerjaan, Abelano dengan senang hati langsung menerimanya tanpa syarat.
FLASH BACK ON
"Hallo Bro." sapa Leandre.
"Adakah hal penting samapai kau mengganggu rapatku ?" sindir Abelano dengan nada candaan.
"Oh maaf aku tidak tahu kau sedang rapat, akan ku telfon lagi nanti," ucap Leandre yang langsung disrobot Abelano.
"Tidak tidak, katakan saja ada apa." Cegah Abelano agar Leandre tidak menutup telfonnya.
"Apa kursi sekretaris mu masih kosong? Keponakanku butuh pekerjaan, tapi di tempatku belum ada posisi yang kosong?" Pertanyaan Leandre membuat Abelano tersenyum dengan sempurna. Dia tersenyum seperti orang yang mendapatkan lotre, hingga orang - orang yang ada di dalam ruang rapat menjadi heran.
__ADS_1
"Ada apa dengan si Bos?" tanya salah satu karyawan
"Mungkin dia mendapat proyek yang sangat besar." jawab temannya.
"Tapi dia sudah biasa mendapat proyek besar, dan wajahnya tidak pernah sebahagia itu," sahutnya lagi.
"Sudah jangan kepo kamu itu." sergah temannya yang lain dan mereka akhirnya diam sambil menguping.
Abelano yang terlihat sangat senang menjawab Leandre dengan penuh semangat.
"Iya aku akan langsung menerimanya, dia besok bisa mulai bekerja katakan itu padanya."
"Oke terima kasih Bro, maaf mengganggu rapatmu, silahkan lanjutkan."Jawab Leandre yang masih heran dengan sahabatnya ini.
"Gilbert, batalkan seleksi sekretaris segera. Dan besok akan ada sekretaris baru dia bernama Elaine, tolong disambut dengan baik." perintah Abelano
"Baik Tuan." Gilbert mengiyakan perintah dari atasannya itu.
Perintah Abelano kepada sang asisten berhasil membuat semua yang hadir di ruang rapat terkejut. Pasalnya bos mereka ini selalu memilih orang orang dengan seleksi yang sangat ketat. Tapi dia menerima seorang sekretaris hanya dengan satu panggilan telepon saja.
"Kita lanjutkan lagi rapatnya, silahkan jelaskan kembali rinciannya." Perintah Abelano.
FLAS BACK OFF
"Aku ingin malam segera berlalu agar aku cepat berjumpa denganmu di kantor," guman Abelano memikirkan Elaine.
__ADS_1
Dia juga sudah menyuruh cleaning servis untuk membersihkan meja sekretaris yang sudah kosong seminggu ini. Semua barang - barang tinggalan Caroline sudah di kemas ke dalam kardus agar tempat itu terlihat rapi.
Tentu saja Abelano tidak ingin di hari pertama Elaine bekerja wanita itu mendapat kesan buruk terhadap tempat itu. Abelano juga mengganti tirai ruangannya dengan tirai otomatis dengan remot control. Agar saat dia rindu ingin melihat Elaine dia akan dengan mudah melihatnya hanya dengan satu kali klik saja.